Showing posts with label Pentas Hiburan. Show all posts

/

Anggun Macetkan Kuta

Sabtu malam (8/8/2009) lalu, jalan-jalan di Kuta nyaris macet total. Penyebabnya adalah tumplekan penonton yang datang ke kawasan itu untuk menyaksikan penampilan Anggun di Sand Island, Hard Rock Hotel Bali, Kuta. Malam itu Anggun tampil dalam konser pembuka untuk roadshow lima kotanya yang bertajuk “Crazy Phenomenal Biography from Anggun”. Ratusan ekspatriat yang turut berbaur dengan penggemar dari berbagai kota di Indonesia tak pelak membuat jalur utama di kawasan Kuta tersendat berat hampir tiga kilometer panjangnya.

Dengan penjagaan keamanan yang sangat ketat, penampilan artis kelahiran Jakarta 29 April 1974 ini dimulai pada pukul 21.30 Wita. Telat satu setengah jam dari jadwal yang ditetapkan. Begitu muncul di atas pentas, Anggun langsung menyapa penonton dan mengingatkan bahwa penampilannya sebelum ini di Bali sudah sepuluh tahun yang lalu. Selanjutnya Anggun melantunkan beberapa lagu yang mencuatkan namanya di blantika musik Indonesia seperti Mimpi, Tua-tua Keladi, dan Bayang-bayang Ilusi. Selanjutnya, Anggun menghibur penonton dengan lagu-lagu A Rose ini The Wind, I’ll be Alright, In Your Mind Snow on The Sahara, Undress Me,
dan Still Remind Me yang ngetop di Mancanegara.

Dengan lagu-lagu itu, diva Indonesia yang oleh American Online Survey 13 April 2009 dinobatkan sebagai diva pop dunia 2009 urutan ke-empat ini sungguh memukau penonton. Tampilnya Dewi Sandra yang digandeng anggun untuk bersama menembangkan lagu Mantra menggenapi pesona Anggun yang dalam gelarannya malam itu juga membawakan tembang-tembang Summer in Paris, Chysalis, Yang Kutunggu, Deep Blue Sea, dan Open Your Heart.

Setelah di Kuta, Anggun akan tampil di Gramedia Expo Surabaya (13 Agustus 2009), Sabuga-Bandung (17 November 2009), Medan (20 November 2009) dan ditutup di Yogyakarta pada bulan Desember 2009. (abe/jjb)

Hide

/

Serba Tiga Nanoe di Pasar Badung

Nanoe Biroe, penyanyi pop Bali yang dijuluki The President of Baduda Republic, Selasa, 3 Maret 2009, dini hari merilis albumnya di Pasar Badung. Karena album ini merupakan album ke-tiga, acara diselenggarakan pada pukul 03.33 Wita, tanggal 3 bulan 3. Album yang dirilis tersebut bertajuk M3tamorforia (baca:metamorforia) yang berisi lagu-lagu ciptaan Nanoe dalam tiga bahasa: Bali, Indonesia, dan Inggris.

Dini hari itu, para fans Nanoe yang berjuluk Baduda dan Badudawati dengan sabar menanti momen peluncuran album sang pujaan. Mereka berbaur akrab dengan ibu-ibu pedagang sayuran dan pedagang bahan kebutuhan sehari-hari yang mengais rejeki di pasar tersebut.

Kata “baduda” adalah kata dari bahasa bali yang berarti kumbang tanah. Jenis kumbang ini paling suka berkutat di tanah menggemburkan kotoran yang telah mengering. Nanoe mengambil nama serangga itu untuk menjuluki dirinya yang memproklamirkan diri sebagai seniman yang dekat dengan masyarakat ‘bawah’.

Tanpa dinyana pilihan Nanoe untuk menjuluki dirinya mendapat simpati yang luas. Ribuan kawula muda Bali serta-merta dengan bangga menjuluki diri mereka sendiri sebagai Baduda (dan Badudawati). Persis seperti para penggemar Slank yang dengan bangga menyebut dirinya sebagai “The Slankers”. Diperkirakan, saat ini ada sekitar 100 ribu Baduda dan Badudawati tersebar di seluruh Bali. Sebuah jumlah yang menjadikan Nanoe sebagai penyanyi paling popoler di Bali saat ini.

Kembali ke soal peluncuran album, dini hari itu, di atas sebuah panggung kecil yang sederhana Nanoe menembangkan beberapa lagu terbarunya sembari memaparkan bahwa konsep kreatif album M3taforia didasari tiga semangat: bermimpi, beraksi dan berbagi.

Keisitimewaan lain album M3taforia ini adalah pada keberhasilan Nanoe mengajak para maestro musik Bali seperti Putu Indrawan, Putu Kabe, Manto dan Dodot untuk mengiringi salah satu lagu ciptaannya. Keempat musisi tersebut adalah pentolan grup band Halrey Angels yang pada tahun 1985 dinobatkan sebagai grup rock terbaik Indonesia. Grup band ini bubar karena beberapa personelnya memilih panggilan hidup menjadi spiritualis dan enggan untuk bermusik lagi.

Musisi kondang lainnya yang turut bermain dalam album M3taforia antara lain si magic fingers Wayan Balawan.

Hide

/

Luna Maya Bikin Denpasar Matot

Kehadiran Luna Maya ke kota kelahirannya membuat sebagian ruas jalan utama kota Denpasar matot alias macet total. Maklum, kehadiran Luna kali ini bukan sekadar pulang kampung, melainkan mengantarkan artis-artis ibukota untuk menyapa masyarakat masyarakat Denpasar dengan hiburan-hiburan segarnya.

Minggu sore itu (1/3), Luna Maya bersama Raffi Ahmad dan Olga Syahputra membuka acara dengan sapaan hangat yang membuat penonton yang memadati panggung di depan sebuah pusat perbelanjaan tersebut sontak berteriak penuh histeria. Kemudian mereka menggiring penonton untuk menikmati satu demi satu penampilan dari Nineball, The Titan, Pasto, dan Magneto. Selain pementasan live music, acara dimeriahkan dengan pemutaran video klip grup-grup band terdahsyat versi TV swasta tersebut di layar LCD.

Acara sore itu memang acara pentas hiburan gratis yang digelar oleh sebuah stasiun TV swasta Jakarta. Acara tersebut bertajuk Panggung Dahsyat yang diselenggarakan di berbagai kota dan daerah di Indonesia. Di Bali sediri, acara digelar di beberapa tempat. Sehari sebelumnya, Minggu (28/2) Luna dan kawan-kawan menghibur publik Kuta dengan acara serupa yang di gelar di depan Hard Rock Café.

Tempat gelaran yang sempit tak pelak membuat suasana acara menjadi nyaris kacau. Penonton yang penasaran ingin melihat artis idola mereka dari jarak dekat terus merangsek ke panggung dan melanggar pagar pembatas. Untunglah aparat keamanan bertindak sigap sehingga tak terjadi kericuhan. Beberapa penonton menyesalkan pelaksanaan acara ini di tenpat yang sempit dan di ruas jalan utama. Terlebih masyarakat Bali yang tak terlalu silau dengan kehadiran artis ibukota. Mereka menggerutu karena jalanan macet dan aktivitas mereka menjadi terganggu.

Foto: Nyoman Wija/Radar Bali

Hide

/

Superman Is Dead di Hard Rock Hotel-Kuta

Superman Is Dead (SID) grup musik rock asal Bali akan tampil di RCTI Senin, 2 Maret 2009. Acara pengambilan gambar unjuk aksi mereka akan dilakukan di Hard Rock Hotel, Jalan Pantai Kuta, Sabtu 28 Pebruari 2009 pukul 12.00 – 15.00.

SID lahir pada tahun 1995 ketika personel sebuah band heavy metal Thunder bernama Ari Astina alias Jerinx merasa bosan dengan situasi bermusik saat itu dan ingin mencari sebuah inspirasi baru. Kebetulan saat itu drummer band new wave punk Diamond Clash, Budi Sartika, juga sedang ingin berganti profesi untuk menjadi seorangg gitaris dan vokalis. Keduanya kemudian membuat sebuah grup band bersama Ajuz (bass) dan Eka Arsana mendirikan Superman's SilverGun.

Merasa kurang sreg, tak lama kemudian mereka mengganti nama bandnya menjadi Superman Is Dead alias SID. Begitu berganti nama grup music cadas ini semakin berkibar di Bali. Permintaan show yang membluda dan aktivitas underground mereka membuat grup ini sangat terkenal di pulau Dewata, bahkan menyebar ke seluruh penjuru dunia lewat mulut para pelancong manca Negara yang sempat menyaksikan pementasan mereka saat berkunjung ke Bali.

Belakangan, SID direkrut oleh Sony Music Indonesia dan mengalihkan langkah dari grup musik yang berjalan di jalur indie ke major label.
Lagu-lagu SID sebagian besar berbahasa Inggris. Hanya sekitar 30 persennya berbahasa Indonesia.

Hide

/

Ritus Legong di Lapangan Puputan Badung

Pada masyarakat agraris di Bali kadar kepercayaan dan rasa hormat kepada Ibu Pertiwi diyakini sebagai getaran yang menentukan keberhasilan maupun kegagalan panen. Sudah jamak bagi masyarakat agraris di Bali, ketika panen gagal karena serangan hama, mereka melakukan ritual menghadap Ibu Pertiwi untuk mendapat solusi.

Spirit tersebut ditangkap oleh Kadek Sardana dalam garapannya yang berjudul ''Ritus Legong''. Tarian ini tampil kebali di Lapangan Puputan Badung, Sabtu, 21 Pebruari 2009 yang lalu dalam rangka memeriahkan HUT Kota Denpasar yang jatuh pada tanggal 27 Perbruari 2009. Garapan ini didukung sekitar 45 orang penari dan penabuh dengan menampilkan Wiwik Hartati dan Ayu Ketut Putri Rahayuningsebagai penari legong.

Secara koreografi, garapan Kadek Suardana, Sutradara Teater yang sekaligus ketua Yayasan Arti Bali ini, terinspirasi dari upacara Sanghyang yaitu sebuah tarian sakral yang hanya ditarikan pada upacara-upacara khusus di beberapa daerah di Bali. Komposisi musiknya menggunakan gamelan slonding yakni jenis gamelan Bali kuno.

Sebelum di lapangan puputan, Ritus Legong telah beberapa kali dipentaskan, antara lain di Singapura Festival, Indonesian Dance Festival, dan Pekan Kesenian Bali ke-26 tahun 2004.


Hide