Showing posts with label Kawasan Batur. Show all posts

/

Tip Berwisata di Kawasan Batur

Kawasan Batur memiliki beberapa tujuan wisata yang layak untuk dikunjungi. Posisi geografis dan perubahan iklimnya yang tak terduga mengharuskan kamu untuk mengatur waktu kunjungan secara tepat. Tips berikut ini bisa menjadi acuanmu supaya bisa menikmati liburan di kawasan Batur dengan nyaman.
- Pemandangan Gunung dan Danau Batur dari terlihat sangat indah dari Penelokan. Tapi, hal itu tak akan tampak pada saat cuaca berkabut. Makanya, jangan terlalu sore datang ke situ.
- Penjual cinderamata sangat agresif di daerah ini. Menghindarlah dengan cara yang simpatik. Kalau tak berminat, tak perlu iseng-iseng menawar. Pedagang itu akan terus mengejarmu seperti rentenir menagih utang.
- Siapkan kamera dengan baterai penuh. Jangan sampai menyesal karena gagal berpose dengan latar belakang yang indah gara-gara baterai kameramu soak.
- Lebih baik mengunjungi gunung dan danau Batur pada musim kemarau yaitu pada waktu-waktu antara bulan Oktober hingga April, hal ini akan membuat aktivitas pinggir danau tersedia dan dapat dinikmati. Pada musim hujan, pemandangan akan tertutup oleh kabut.

Hide

/

Toyabungkah

Toyabungkah termasuk dalam wilayah Desa Batur, tepian barat danau Batur. Jaraknya sekitar 88 kilometer dari Kuta. Toyabungkah merupakan kawasan yang mempunyai air panas alami. Di kawasan ini terdapat dua sumber air panas. Yang satu dikelola oleh yayasan milik Desa Adat Batur, yang satunya lagi dikelola oleh sebuah perusahaan swasta.

Suhu air di sumber air panas tersebut mencapai 30-45 derajat. Air itu dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit kulit. Meski kamu tidak tergolong orang yang berpenyakit kulit, boleh kok mandi di situ. Kamu dapat melakukan relaksasi dengan berendam di kolam air panas sembari menikmati pemandangan Danau Batur dan desa Trunyan yang terselip di antara hutan lebat di tepi timur laut danau.

Akomodasi
Di Toyobungkah terdapat bebrapa hotel dan penginapan. Satu di antara hotel tersebut mengelola kolam air panas alami. Jika kamu menginap di situ, kamu akan memproleh fasilitas pemandian air panas. Biasanya para petualang yang hendak mendaki Gunung Batur biasanya bermalam di Toyabungkah (entah dengan mendirikan tenda atau menginap di salah satu hotel) sebelum mereka memulai pendakiannya.

Hide

/

Danau Batur

Danau ini terletak di kaki gunung Batur dan diyakini merupakan sebuah kaldera purba. Kaldera atau kawah raksasa itu diduga terjadi akibat letusan dahsyat gunung Batur ribuan tahun yang lalu. Kaldera itu kini digenangi air yang menjadi sumber air dari sebagian besar lahan pertanian di Bali. Ya, air dari danau ini mengalir ke hampir seluruh sungai besar di Bali seperti sungai Unda di Bali Selatan, sungai Suni di Bali Barat, dan sungai Bayumala di Bali Utara. Dari aliran sungai itulah air Danau Batur kemudian dibagi-bagi dengan tata aturan/organisasi khusus yang disebut subak.

Di pinggir danau ini berdiri Pura Batur sebagai tempat pemujaan Betari Danu, yakni manifestasi Tuhan dalam fungsinya sebagai dewi pelindung pertanian. Dewi Danulah ibu pelindung dari seluruh aktivitas pertanian di Bali.

Pesona wisata Danau Batur tentulah pada pemandangannya yang indah. Dan, kalau kamu mau menikmati pemandangan indah itu, tempat terbaiknya adalah di daerah Panelokan-Kintamani. Dari trotoar di pinggir jalan raya Bangli-Singaraja, kamu dapat melihat hamparan danau dengan airnya yang biru lembut berpadu sosok Gunung Batur yang kokoh menjulang, dan Bukit Abang yang hijau subur.

Akses
Akses jalan menuju Danau Batur sama dengan jalan yang menuju gunung Batur. Untuk mencapai danau yang letaknya sekitar 75 kilometer di utara Denpasar itu kamu sebaiknya membawa kendaraan pribadi. Soalnya, angkutan umum ke sini sangat terbatas jumlahnya. Jika kamu berangkat dari Kuta, perjalanan kamu akan memakan waktu sekitar dua jam perjalanan.

Akomodasi dan fasilitas lain
Kalau mau menginap, di Kintamani terdapat beberapa tempat penginapan. Ada hotel berbintang, ada juga home stay. Harganya tentu saja bervariasi. Harga termurah sekitar Rp 200 ribu, dan yang termahal sekitar Rp 650 ribu.

Restoran juga banyak terdapat di wilayah ini. Beberapa restoran di Penelokan yang terletak di titik terbaik untuk menikmati pemandangan danau Batur, biasanya memasang tarif lebih tinggi untuk hidangan mereka. Jangan merengut jika bon tagihan kamu menujukkan harga yang cihui! Kamu, kan, membeli suasana….

Hide

/

Gunung Batur

Gunung berketinggian 1.500 meter dari permukaan laut ini adalah gunung api yang masih aktif sampai sekarang. Gunung Batur telah berkali-kali meletus. Sejak tahun 1804, Gunung Batur telah meletus sebanyak 26 kali. Letusan paling dahsyat terjadi tanggal 2 Agustus-21 September 1926. Letusan Gunung Batur itu membuat aliran lahar panas menimbun Desa Batur dan Pura Ulun Danu Batur. Letusan terakhir terjadi tahun 2000.

Terletak di barat laut Gunung Agung, gunung Batur memiliki kaldera berukuran 13,8 x 10 kilometer dan merupakan salah satu yang terbesar dan terindah di dunia. Pematang kaldera tingginya berkisar antara 1.267 meter hingga 2152 meter. Di dalam kaldera pertama terbentuk kaldera kedua yang berbentuk melingkar dengan garis tengah lebih kurang tujuh kilometer.

Untuk tiba ke kawasan gunung ini dibutuhkan kurang lebih 1 jam perjalanan dari Denpasar.. Selama perjalanan, kamu akan disuguhkan pemandangan menakjubkan danau Batur yang terletak di kaki gunung Batur. Sementara kamu yang ingin menikmati pemandangan yang berbeda namun tidak kalah indahnya, bisa menyaksikan gunung Agung dan gunung Rinjani di pulau Lombok dari puncak gunung Batur. Tapi untuk sampai puncaknya, kamu harus mendakinya terlebih dulu selama sekitar 3 jam.

Pendakian ke gunung Batur menjanjikan pesona yang tiada tara saat kamu tiba di puncak menjelang matahari terbit. Pada saat itu, kamu akan menyaksikan keindahan alam Bali yang disirami cahaya pagi. Selain hamparan danau Batur, dari titik yang sama kamu dapat menyaksikan gunung Agung yang menjulang anggun, bahkan gunung Rinjani yang berada di pulau Lombok.

Bagaimana ke Gunung Batur?
Akses jalan ke gunung Batur sangat baik sehingga sangat mudah dijangkau dengan kendaraan apa pun. Angkutan umum memang tersedia, tapi jumlahnya sedikit. Kecuali kamu memang hendak menikmati asyiknya bertualang, sebaiknya kamu membawa kendaraan sendiri saat mengunjungi kawasan ini.

Ingin mendaki? Bacalah tentang wisata trekking.

Hide

/

Penglipuran

Ini adalah sebuah desa yang memiliki tatanan yang khas dan berbeda dengan desa-desa adat lainnya yang ada di Bali. Ciri khas desa tersebut terletak pada angkul-angkul (pintu gerbang) rumah penduduknya yang seragam. Ada 76 angkul-angkul yang berasal dari 76 pekarangan rumah yang berjajar rapi dari ujung utara hingga selatan desa. Angka 76 ini menunjukkan 76 keluarga utama atau krama pangarep.

Selain angkul-angkul seragam, desa yang terletak sekitar lima kilometer di utara Bangli ini juga memiliki sejumlah adat dan tradisi unik lainnya. Salah satunya, pantangan bagi kaum lelakinya untuk beristri lebih dari satu atau berpoligami. Lelaki Penglipuran diharuskan menerapkan hidup monogami yakni hanya memiliki seorang istri.

Laki-laki Desa Penglipuran dididik untuk setia kepada satu pasangan saja. Di sini ada awig-awig (aturan adat) yang melarang para lelakinya untuk berpoligami. Jika melanggar, lelaki tersebut akan dikucilkan di sebuah tempat yang dikenal dengan nama Karang Memadu.

Akses
Desa Penglipuran terletak sekitar 45 kilometer arah timur laut Denpasar, atau sekitar 55 kilometer dari Kuta. Jalan ke arah desa ini cukup bagus. Kamu dapat mencapainya dengan kendaraan apa pun. Hanya saja kamu tak bisa membawa kendaraan bermotor di wilayah desa Penglipuran. Peraturan adat melarang kendaraan bermotor masuk ke wilayah desa ini. So, kamu harus berjalan kaki.

Hide