Showing posts with label Industri Kreatif Bali. Show all posts

/

Obral, Obrolan Komunitas-komunitas Kreatif Bali

Ini bukan sembarang obral. Ini "Obrolan Rabu Malam" yang dilakukan sebagai ajang gathering antar komunitas yang berbeda di Bali. Jadi dalam OBRAL diupayakan interaksi untuk membangun jejaring perkawananan yang guyub, kreatif dan produktif.

OBRAL perdana digelar di di Warung Lapau jalan By Pass Ngurah Rai 178 AB Sanur, Rabu (3/6/2009), menampilkan obrolan tentang "Forum dan diskusi seru di Bali" yang menampilkan: Soup Chat, komunitas yang memelopori diskusi kreatif dengan nara sumber yang beragam; Adgi Bali Chapter, komuniatas yang sukses dengan konsep "mebasa genep". Mebasa genep adalah isatilah bali yang berarti berbumbu lengkap. Istilah ini digunakan oleh untuk menunjukkan keragaman pemikiran, hobi dan profesi berpadu harmonis di komunitas Adgi Bali Chapter; Bedo komunitas yang konsisten melakukan "sharing discussion" tiap bulan dgn topik yang berbeda-beda; serta Bali Blogger Community, forum online (dan offline) yg merangkum para blogger di Bali.

OBRAL akan di selenggarakan secara reguler setiap bulan pada hari Rabu pekan pertama. Selain obrolan mulut, acara ini tenu juga diramaikan dengan obralan barang sepeti buku, kaset, CD, barang-barang koleksi, karya seni, desain, dan lain-lain dengan harga "miring" yang penjualannya tidak dikenai biaya apa pun alias direct selling.

Tempat OBRAL selalu berpindah-pindah. Bisa di Warung, Gallery, Taman atau tempat lain yang memungkinkan. Pemilihan tempat dilakukan bersama-sama atas usulan siapa saja. Yang penting, si pemilik tempat tidak berkeberatan.

Konsep presentasi, bukan serius macam seminar atau diskusi-diskusi formal lainnya, tetapi bersahutan seperti jika sedang ngobrol biasa. Yang utama dalam ajang ini adalah setiap obrolan bersifat konstruktif untuk semua... (abe/jjb)

Hide

/

Digelar di Denpasar, Pecha Kucha Night

Ini untuk pertama kalinya di Bali, sebuah perhelatan kreativitas yang memberi ruang bagi siapa pun untuk mempresentasikan gagasan kreatifnya. Ajang tersebut bertajuk Pecha Kucha Night. Ajang ini akan menjadi wahana pembelajaran sekaligus palung inspirasi untuk melahirkan gagasan-gagasan baru yang cemerlang.
Acara ini akan diselenggarakan pada acara peluncuran Bali Creative Entrepreneur Forum yang akan diselenggarakan di Museum Bali Denpasar, Sabtu 25 April 2009. Apa sih Pecha Kucha Night itu?

Pecha Kucha Night adalah sebuah bentuk presentasi dimana siapapun dari profesi dan bidang keahlian yang berbeda dapat menyampaikan gagasan kreatif atau proyek kreatifnya dengan suasana yang casual, menghibur dan menyenangkan. Pecha Kucha Night adalah sebuah acara non komersil yang sangat independen.

Acara Pecha Kucha Night pertama kali dibuat oleh Astrid Klein dan Mark Dytham, keduanya adalah co-founder Klein-Dytham Architecture (KDa), sebuah biro arsitek di Tokyo yang percaya bahwa kreatifitas akan berkembang jika kita saling belajar dan bertukar ide kreatif. Dalam Pecha Kucha Night difokuskan bagaimana orang-orang berlatar kreatif diberi ruang untuk bertemu, menyampaikan gagasan kreatifnya di depan publik dan belajar dari pemikiran dan gagasan orang lain.

Pecha Kucha Night diperkenalkan enam tahun yang lalu dalam suasana yang sederhana namun penuh keakraban yang membuat seluruh peserta dan pemirsanya sangat menikmati. Kini, Pecha Kucha Night telah tersebar secara cepat di 182 kota di seluruh dunia termasuk Helsinki, Rotterdam dan Groningen di Belanda; Bogotá, New York, San Francisco, dan Los Angeles di USA; Beijing dan Shanghai di China; Sydney dan Hobart di Australia; Lagos,Berlin, Belfast, Manchester dan Newcastle, Santiago, Costa Rica, Glasgow, Scotland; New Delhi dan Bangalore di India; Buenos Aires, Stockholm, Vienna, Bern, Bangkok, Bandung, Jakarta dan kini Bali

Sejauh ini, acara kota yang paling kerap menyelenggarakan acara Pecha Kucha adalah Tokyo. Kota tersebut telah menyelenggarakan Pecha Kucha lebih dari 61 kali. Jika dihitung dari sejak awal diselenggarakannya, Pecha Kucha di kota tersebut terselenggara hampir setiap bulan. Namun demikian, Pecha Kucha yang tercatat paling menghebohkan adalah saat Cannes Lion Advertising Festival dimana lebih dari 10 top executive advertising ternama dunia mempresentasikan gagasannya kepada pemirsa.

So,siapa saja yang boleh ikutan acara Pecha Kucha Night?

Kalau kamu mau mempresentasi gagasan kreatifmu di ajang tersebut, kamu boleh ikut. Tak peduli apakah kamu seorang amatir, pelajar, professional arsitek, interior designer, graphic designer, fotografer, perupa, musisi, illustrator, jurnalis, penulis, fashion designer, penari, artis, atau film maker. Pokoknya, siapa pun yang bergerak dan peduli dengan industri kreatif boleh ikut.

Syaratnya, persiapkan presentasi kamu dalam 20 frame presentasi di Power Point atau Keynote. Kemas dan sajikan dengan semenarik mungkin dengan dilengkapi gambar, ilustrasi, foto dan layout. Presentasi ini tidak boleh bernuansa politik, suku, ras dan agama. Jika sudah silakan mengirimkan copynya ke info@balicreativecommunity.org atau serahkan langsung ke Suicide Glam Renon, Jalan Cok Agung Tresna, Renon (Depan TVRI Bali) dengan ditujukan kepada Rudolf Dethu, selambatnya tanggal 24 April pukul 20.00 wita dengan mencantumkan nama, profesi dan email serta HP yang bisa dihubungi.

Pada saat presentasi kamu diberi kesempatan mempresantasikan 20 frame gagasan kamu namun setiap frame secara otomatis akan berganti selama 20 detik sehingga waktu total presentasi hanya 6 menit dan 40 detik. Ini adalah aturan internasional yang telah dibakukan oleh Pecha Kucha Night. Jangan khawatir, kalaupun waktunya setiap frame hanya 20 detik, bsa kok membawakannya tetap dengan casual.(ae/jjb)

Hide

/

Workshop Creative Entrepreneur Forum di Museum Bali

Untuk mendorong laju perkembangan ekonomi kreatif (khususnya di Bali), Komunitas Kreatif Bali menyanangkan rangkaian program kreatif yang akan diselenggarakan di tahun 2009 dan 2010. Secara praktis rangkaian kegiatan tersebut dimaksudkan untuk menumbuh suburkan kemunculan insan-insan kreatif yang memiliki wawasan bisnis yang baik. Dengan wawasan bisnis yang baik tersebut diharapkan akan tumbuh kemampuan dalam diri mereka untuk menjadi creative entrepreneur yang mandiri.

Ayunan langkah awal untuk niat tersebut adalah dengan menyelenggarakan Workshop Creative Entrepreneur Forum yang akan digelar pada Sabtu, 25 April 2009 pukul 09.00 Wita di Museum Bali Denpasar.

Pembicara dalam workshop ini adalah Aldi dari Bali Biz Consulting Bali, Marius Widyarto (Wiwied C59) dari C59 Bandung, serta Popo Danes dari Popo Danes Architect Bali. Ada pula talkshownya bertema Peluang Bisnis Kreatif di Era Ekonomi Kreatif dengan materi antara lain Music Business oleh Robin Malau serta Photography oleh Rio Helmi.

Bersamaan dengan acara ini akan diadakan beberapa mata acara penting yaitu presentasi Denpasar Creative City 2010, sosialisasi kompetisi International Young Creative Entrepreneurs British Council, dan Pecha Kucha Night.

Bagi peminat industri kreatif yang kebetulan liburan di Bali, workshop ini bisa jadi merupakan semacam bonus bagi liburanmu. Kamu bisa mendapat wawasan lain tentang Bali dan “bangunan kreativitas”nya sehingga kamu bisa menikmati Bali dengan cara yang tidak biasa-biasa saja. Cukup dengan merogoh kocek Rp. 100.000 per orang kamu akan mendapat banyak ilmu baru plus coffee break & makan siang.

Kalau mau ikutan, hubungi Dayu(Bali Export Development Organization) c/o Bali Garden Hotel Jl. Dewi Sartika-Kuta, Ph/Fax :+62 361 759282; 7909697 (abe-dari laporan Arief Budiman)

Hide