Showing posts with label Pantai Kuta. Show all posts

/

Pantai Kuta

Ini adalah pantai yang ketenarannya melebihi ketenaran artis mana pun di Indonesia! Kemahsyuran pantai Kuta bukan hanya di Indonesia, tapi meluas hingga ke seantero jagat sebagai pantai dengan pemandangan alam memesona. Hampir semua pelancong yang datang ke Bali merasa belum lengkap jika belum sempat mengunjungi pantai ini.

Sebelum muncul sebagai obyek wisata terkemuka, Kuta adalah sebuah pelabuhan dagang. Di sinilah hasil-hasil bumi masyarakat pedalaman dipasarkan kepada para pembeli dari luar Bali. Pada abad ke-19, Mads Lange, seorang pedagang asal Denmark, datang ke Bali dan mendirikan markas dagang di Kuta. Kepiawaiannya bernegosiasi, menjadikan Mads Lange sebagai makelar perdagangan antara raja-raja Bali dengan Belanda.

Belakangan, Hugh Mahbett menerbitkan buku berjudul Pujian untuk Kuta yang berisi ajakan kepada masyarakat setempat untuk menyiapkan fasilitas wisata untuk mengantisipasi perkembangan kunjungan wisata ke Bali. Buku itu kemudian memberi inspirasi banyak orang untuk membangun fasilitas wisata seperti penginapan, restoran, dan tempat-tempat hiburan.

Daya Tarik
Pesona utama pantai Kuta adalah kawasannya yang lebar dan landai serta pasirnya yang putih bersih. Letaknya yang berada di sisi barat menjadikan pantai ini sebagai tempat yang pas untuk menikmati pemandangan indah saat matahari terbenam. Namun, popularitasnya yang melambung tinggi membuat denyut pantai Kuta tidak hanya pada waktu-waktu itu saja. Kawasan ini berdenyut hampir selama 24 jam setiap harinya!

Pada pagi hari, pantai Kuta dikunjungi oleh wisatawan yang ingin menghirup udara segar atau sekadar berjalan-jalan. Siang hari, para pelancong biasa menikmati panorama alam sembari berjemur (sun bathing) di pinggir pantai. Sementara, para penggemar surfing menghabiskan waktu dengan meliuk-liuk di atas ombaknya sembari menikmati kehangatan air laut.

Pada sore hari, selain pelancong, banyak penduduk lokal membawa keluarganya untuk bermain pasir atau berenang sambil menanti saat-saat matahari terbenam. Keramaian kemudian berlanjut pada malam hari oleh para pelancong yang mengunjungi tempat-tempat hiburan atau hendak menikmati makan malam di kafe atau restoran.

Untuk menjaga keselamatan pelancong yang berenang, pantai Kuta dijaga ketat oleh sedikitnya 40 orang balawista. Mereka tersebar di tiga pos dan dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama berjaga sejak pukul 07.00 hingga pukul 14.00 WITA, sedangkan kelompok berikutnya sejak pukul 12.00 hingga pukul 19.00.

Penjagaan para balawista beratribut merah ini lebih difokuskan pada kantong-kantong arus yang dianggap rawan. Para pria berbadan kekar ini selalu siaga dengan tiga buah jet ski dan enam buah perahu karet.

Akses
Dari Bandara Internasional Ngurah Rai, kamu hanya membutuhkan waktu 10 menit menuju pantai Kuta. Kamu bisa masuk ke kawasan pantai ini kapan saja dengan menggunakan taksi, mobil jemputan atau kendaraan pribadi. Tak ada angkot yang melintasi pantai ini.

Tiket Masuk
Free!

Akomodasi dan berbagai fasilitas
Sebagai pusat kunjungan wisata Bali, Kuta memiliki fasilitas pendukung yang lengkap. Di kawasan ini kamu akan dengan mudah menemukan penginapan dari hotel bintang lima, wisma hingga hotel melati. Kamu juga bisa dengan mudah menemukan tempat hiburan, kafe, bar, pub, diskotek, karaoke, hingga pusat pelatihan dan penyewaan peralatan surfing.

Bagi penggemar belanja, di kawasan Kuta terdapat banyak toko souvenir yang menjual barang kerajinan dan aksesori dalam berbagai bentuk serta model, toko pakaian yang menjual busana pantai dan tropis. Di kawasan ini juga terdapat banyak supermarket dan warung makan maupun restoran yang menyuguhkan berbagai masakan dengan beragam cita rasa.

Untuk urusan cadangan uang tunai, fasilitas ATM dapat kamu temukan dengan mudah. Hampir semua bank menyediakan layanan ATM di lokasi-lokasi strategis di kawasan ini.

Mau sekadar relaksasi? Di pinggiran pantai ada banyak pemijat profesional yang bisa langsung melenturkan otot-otot dengan biaya jasa sekitar Rp 20 ribu untuk setengah jam dan Rp 40 ribu untuk satu jam. Ada juga penjual jasa mempercantik penampilanmu seperti membuat tatto temporer, mewarnai kuku, dan mengepang rambut.

Pada musim liburan panjang, tingkat hunian hotel dapat mencapai 90 hingga 100 persen. Waktu liburan tersebut yakni pada Juli-Agustus (dipadati oleh wisatawan domestik, Australia, Eropa); akhir November - pertengahan Januari (Indonesia, Australia); Maret – April (Rusia, Jepang). Jadi, kalau kamu ingin stay di kawasan Kuta pada saat berlibur di musim liburan tersebut, kamu harus sudah memesan tempat sebulan sebelumnya!

Penyewaan Kendaraan
Di Kuta terdapat banyak tempat penyewaan kendaraan dari mobil, motor hingga sepeda.
Tarif sewa mobil bervariasi tergantung jenis kendaraannya. Yang termurah, Rp 300 ribu per 24 jam. Yang termahal, Rp 575 ribu per 24 jam, sudah termasuk sopir dan BBM atau Rp 220 ribu per 24 jam tanpa sopir dan BBM.

Surfing di Kuta
Ombak pantai Kuta yang cukup tinggi sangat asyik buat surfing. Cobalah nikmati olahraga air yang seru ini. Kalau kamu tidak mempunyai atau membawa peralatannya, kamu bisa menyewa papan surfing di banyak tempat penyewaan yang tersebar di sepanjang pantai. Dengan membayar sewa sebesar Rp 50 ribu - Rp150 ribu per jam, selain papan kamu juga akan mendapat pelatihan singkat dari instruktur surfing dari tempat penyewaan tersebut. Di bawah arahan mereka, hanya butuh waktu 30 menit untuk kamu bisa meliuk-liuk membelah ombak di atas papan surfing itu.

Waterbom
Waterbom Bali salah satu objek wisata yang banyak diminati dengan luas 3.800 meter persegi. Untuk bisa berekreasi di tempat ini, kamu harus membayar karcis masuk seharga Rp 140 ribu per orang atau Rp 90 ribu untuk anak-anak. Biaya tersebut sudah mencakup biaya tiket masuk dan menikmati semua fasilitas kecuali: sewa loker dan handuk, wall climbing, gazebo dan eurobungy. Tiket berlaku sehari penuh dan diperbolehkan keluar area dan masuk kembali di hari yang sama.

Bila ingin mendapatkan harga yang hemat, kamu bisa mendapatkannya hanya dengan menunjukkan kartu pelajar. Dengan kartu ‘sakti’ tersebut, kamu hanya perlu membayar Rp 65 ribu per orang. Ketika kamu membeli karcis, langsung saja beli kartu belanja yang dapat diisi ulang. Kartu ini berguna ketika kamu hendak berbelanja di dalam arena, seperti membeli makanan, minuman, menyewa loker atau gazebo.

Dengan tiket masuk itu bisa langsung menikmati sesuka hati berbagai macam permainan air, dari kolam arus hingga kolam luncur. Kamu bisa memilih kolam luncur yang medium, high atau extreme. Beberapa permainan di antaranya:
Smashdown yakni meluncur dari ketinggian sekitar 21,79 meter, dengan kecuraman hampir 45 derajat dan berkecepatan 70 km/jam! Boomerang permainan seluncur berketinggian 14, 4 meter dengan kemiringan 60 derajat ini akan membuatmu merasa ‘terlempar’ ke udara. Seru! Macaroni Tube yang akan membawamu ke petualangan dalam kegelapan pipa sepanjang 150 meter. Banyak tikungan tajam, cukup mendebarkan, tapi asyik gitu, loh! Dan salah satu yang paling digemari pengunjung adalah Raft River. Kamu akan meluncur di pipa sepanjang 174 meter dari ketinggian 16 meter selama 50 detik. Dengan durasi yang cukup lama ini kamu dapat menikmati panorama sekitar yang indah.

Saat pulang, jika ternyata masih ada sisa uang dalam kartu belanjamu, maka kamu dapat menguangkannya kembali di loket yang berada di pintu keluar. Berikan kartu belanja itu kepada petugas jaga. Kartu itu akan di-scan. Sisa uangmu akan dikembalikan sesuai dengan nilai yang ditunjukkan oleh scanner.

Untuk menempatkan pakaian dan barang-barang lainnya selama kamu berkecibung di dalam air, sewalah loker. Biaya sewanya sekitar Rp 20 ribu. Itu yang berukuran biasa, yang hanya pas untuk menempatkan propertimu sendiri saja. Untuk loker keluarga, biaya sewanya Rp 30 ribu.

Waterbom buka mulai pukul 09.00 hingga 18.00 WITA. Suasananya yang teduh oleh pepohonan rindang, tengah hari bolong sekalipun sehingga kamu nggak perlu khawatir terhadap sengatan matahari.

Sling Shot
Ini adalah wahana untuk uji nyali. Adrenalinmu pasti akan terpacu kencang begitu kamu menjajalnya. Wahana ini adalah ketapel raksasa yang terbuat dari sepasang menara setinggi 35 meter. Pada kedua menara tersebut dikaitkan dua utas kawat baja yang disambung lagi tali elastis. Di ujung tali-tali elastis tersebut terdapat sebuah rangka bola berisi dua buah jok dengan sandaran punggung yang tinggi. Pada salah satu jok itulah kamu duduk dan diikat kuat-kuat dengan tali-tali pengaman.
Dalam waktu kurang lebih tiga detik, jantung kamu akan serasa berhenti berdetak karena tiba-tiba saja rangka bola yang kamu duduki, melesat ke udara setinggi 52 meter dengan kecepatan yang sangat tinggi. Begitu mencapai puncak lontaran, dengan kecepatan yang sangat tinggi pula rangka bola tersebut meluncur kembali ke bumi. Begitu seterusnya hingga mereda dengan sendirinya.

Saat terlontar ke atas dan kembali lagi ke bumi, rangka bola juga berputar 360 derajat ke segala arah beberapa kali sebelum akhirnya kembali ke posisi stabil.

Hingga saat ini hanya ada satu wahana slingshot di Bali yakni di Jalan Kartika Plaza, Kuta. Mereka buka dari pukul 09.00 hingga pukul 20.00.


Hide

/

Dua Turis Dihipnotis di Kuta

Oleh: Agung Bawantara

Kejahatan dengan metode hipnotis kini tengah merajalela. Dalam sebulan terakhir, ada puluhan laporan mengenai kejahatan ini di seluruh Nusantara. Yang menarik, pelakunya bukan hanya orang lokal, melainkan juga warga negara asing. Seperti yang terjadi di Kuta Bali, misalnya. Dua turis, Foehr Elmar (69) asal Swiss dan De Vito Jean Roger (42) asal Perancis, kehilangan uang setelah dirinya dihipnotis oleh orang yang tak dikenalnya. Keduanya menjadi korban hipnotis masing-masing pada Jumat (17/9) dan Minggu (19/9) lalu. Elmar kehilangan Rp50 juta dan Jean kehilangan Rp11,5 juta. Menurut laporan Jean, pelakunya berjumlah lima orang, terdiri dari tiga laki laki dan dua perempuan. Kelimanya memiliki ciri bukan Warga Negara Indonesia.

Cerita terhipnotisnya Jean bermula ketika Jean tengah shooping seorang diri di Pertokoan Kuta Square. Sekitar pukul 08 malam ketika itu. Saat asyik melihat-lihat, Jean bertemu dengan turis lain dan mengajaknya berkenalan. Saat itu, kenalan baru Jean itu pun memperkenalkan empat orang kawan lainnya. Obrolan akrab terjadi setelah itu. Dan, percakapan hangat itu berlanjut kepada penawaran kerjasama bisnis. Korban yang diduga telah terkena hipnotis menyerahkan uang sebesar 1000 euro sebagai modal awal dari bisnis yang disepakati.

Tidak saja uang, pada saat itu Jean bahkan menyerahkan kunci mobil yang dibawanya kepada pelaku. Beruntung pelaku tak langsung menemukan mobil itu dan Jean segera sadar dari linglungnya. Begitu mengetahui dirinya baru saja menjadi korban kejahatan, Jean langsung melapor ke Kepolisan Sektor Kuta.

Tentang Hipnotis, perlu anda ketahui bahwa itu bermula dari hipnosis. Hipnosis (hypnosis) adalah cabang ilmu psikologi yang mempelajari pengaruh sugesti terhadap pikiran manusia. Hypnosis berasal kata "hypnos", nama dewa tidur dalam mitologi Yunani Kuno. Orang yang mengalami sugesti melalui metode ini dinamakan hipnotis. Meski namanya diambil dari nama Dewa Tidur, hypnosis tidak sama dengan tidur, melainkan trance di mana pikiran mengalami relaksasi. Kondisi ini biasanya disertai dengan relaksasi tubuh seperti keadaan saat menjelang tidur di malam hari. Ketika seseorang terhipnotiss, dia akan merasakan seluruh tubuhnya rileks, pikirannya menjadi fokus, perasaannya damai, dan tetap bisa mendengar suara-suara di sekitar.

Dalam bahasa sederhana dapat dikatakan bahwa hipnosis adalah suatu keahlian untuk menyampaikan pesan (yang sugestif) kepada seseorang, sehingga yang bersangkutan tergerak untuk melaksanakan pesan tersebut. Yang dimaksud pesan dalam hal ini adalah rangkaian kalimat lisan yang masuk ke telinga penerima dan kemudian terekam oleh bawah sadar (sub conscious) yang bersangkutan, dan selanjutnya bawah sadar itulah memerintahkan orang tersebut melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang diucapkan penghipnotisnya. Mulanya praktek ini dilakukan untuk menelusuri alam bawah sadar pasien guna penyembuhan berbagai bentuk gangguan kesehatan. Belakangan, metode ini disalahgunakan oleh penjahat hipnotis untuk memengaruhi korban agar mau menyerahkan uang atau barang berharga lainnya.

Dalam kejahatan hipnotis, hal pokok yang dilakukan pelaku adalah pembingungan calon korban. Dengan gayanya yang sangat persuasif, para penjahat menjejalkan ucapan-ucapan ramah yang membingungkan calon korban sehinggga pikirannya lengah. Pada saat lengah itulah penjahat hipnotis menyampaikan pesan-pesan sugestif ke alam bawah korban, dan korban pun menuruti perintah-perintahnya.

Dari hal itu, satu hal penting yang dapat kita tangkap adalah bahwa kejahatan hipnotis dapat kita hindari jika pikiran kita selalu waspada dan selalu di bawah kontrol akal sehat.


Tulisan terkait:
Menghindari Kejahatan Hipnotis di Tempat Wisata


Jika ingin mengenal lebih jauh tentang hipnosis, serial e-book mengenai Hypnosis, Emotional Freedon Technique (EFT) dan Neuro Linguistic Programming (NLP) yang ditulis oleh AS Laksana adalah salah satu sumber bacaan yang kami rekomendasikan.

Anda bisa mendapatkan seri pertama dari buku-buku tersebut secara gratis dengan mengisi form di bawah ini:


Nama:

e-mail:


Hide

/

Selancar Malam di Ombak Kuta

Berselancar adalah olahraga air yang mengasyikan. Sensasi mengendarai papan di atas deburan dan liukan ombak membawa kamu pada kesenangan yang lain. Karena itu, para pehobi selancar sampai keranjingan memburu ombak-ombak tinggi di berbagai pantai di seluruh dunia. Bahkan, ada komunitas peselancar yang menjajal untuk melakukan ‘tarian ombak’ itu di malam hari, seperti yang dilakukan di pantai Kuta Selasa (1/12) yang lalu. Dalam acara Surfing at Night yang digelar di depan Mercure Hotel itu, belasan peselancar laki dan perempuan turun ke laut setelah matahari surup, untuk menjajal deburan ombak pantai Kuta di malam hari. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia, berbaur dengan para peselancar dari manca negara.

Apa menariknya berselancar malam hari?
Menurut Yuli, peserta yang berasal dari Pangandaran, Jawa Barat, berselancar malam hari memberikan pengalaman yang luar biasa. "Sama seperti (berselancar pada) siang (hari), tapi tantangannya berbeda. Konsentrasi harus terfokus pada areal cahaya yang berasal dari lampu sorot untuk melihat ombak yang datang. Itu memerlukan konsentrasi yang baik," paparnya.

Dedi Santosa, peserta lain, menambahkan bahwa take off di malam hari sangat susah. “Lihat ombaknya saja susah apalagi mencari ombak bagus," tuturnya.

Dedi Santosa adalah peselancar yang menduduki peringkat 4 Indonesia Surfing Championshin (ISC) 2009. Sebagai peselancar, ia sudah pernah menjajal berbagai spot (ombak bagus) di luar negeri. Mulai dari Pantai Gold Coast di Queensland, Australia, Pantai Chiba Jepang, dan California Amerika Serikat. Baginya, sensasi menaklukkan ombak di siang hari dan malam hari sangat berbeda.

Di Kuta, malam itu, Dedi hanya 30 menit menjelajahi ombak. Ia keluar setelah bergelut menggeluti ombak di kegelapan malam. Selama itu, dia hanya berhasil menaklukkan beberpa kecil ombak saja. "Mungkin dua atau lima ombak saja," terangnya. Padahal, jika siang hari, dengan waktu yang sama, ia mampu mengendarai belasan bahkan puluhan ombak dengan mudah.

Yang menarik, justru karena kesulitan tersebut para peselancar jadi penasaran. Menurut mereka yang menjadi tantangan utama adalah cara mengenali datangnya ombak, serta membedakan kedatangan ombak besar dengan ombak kecil.

“Soal rasa dingin, sama sekali tidak ada masalah. Justru pada malam hari air laut terasa hangat,” terang
Piping, salah satu pelaksana kegiataan ini.

Menurut Piping, di Indonesia kegiataan itu baru pertama kali diselenggarakan. “Tapi, di luar negeri sudah biasa,” ungkapnya sembari menerangkan bahwa di beberapa negara sering digelar kejuaraan surfing di malam hari.

Malam itu, lebih dari 75 peselancar yang turun ke pantai. “Padahal, rencana awal hanya 50 surfer saja," ucap Piping.

Hingga waktu menunjukkan pukul 21.45, para peselancar yang berusaha menaklukkan ombak pantai Kuta itu tetap banyak. Beberapa di antaranya sempat berjumpalitan diterjang ombak. Namun tetap saja mereka bersemangat untuk meniti ombak di malam bulan purnama itu.

Untuk menerangi para peselancar, tiga unit lampu sorot berkekuatan besar dipasang di bibir pantai. Dan, untuk memeriahkan suasana, tak jauh dari lampu tersebut didirikan sebuah panggung di mana seorang DJ beraksi dengan atraktifnya. (abe/jjb-radar bali)

Foto-foto: Piping, Agung Bawantara

Hide

/

KPK Bebaskan 137 Anak Penyu

Ratusan pelancong pantai Kuta dari berbagai daerah dan negara Selasa (30/7/2009) lalu berbaur untuk melepas-bebas 137 tukik (anak penyu) ke laut. Tukik-tukik yang dilepas tersebut adalah anak-anak penyu yang menetas di bak penampungan milik Konservasi Penyu Kuta (KPK). Telur-telur penyu tersebut adalah telur-telur yang ditemukan di pesisir pantai Kuta dan pantai lain di Bali selatan sekitar sebulan yang lalu, dan ditampung di bak milik KPK.

Sudah menjadi tradisi KPK untuk menampung telur-telur penyu yang ditemukan di pantai mana saja di Bali dan mengupayakan agar telur-telur tersebut menetas dengan baik. Setelah menetas, dalam waktu tak lebih dari 24 jam tukik-tukik tersebut langsung dilepas ke laut bebas untuk menemukan habitatnya yang tepat. Biasanya, tukik-tukik tersebut dilepas ke laut pada saat menjelang matahari terbenam. Alasannya, untuk menghindari serangan burung dan predator lain yang memangsa tukik.

“Soalnya,
sebab tukik-tukik itu belum bisa berenang di bawah permukaan air. Pada umur sehari, tukik-tkik itu baru berenang di atas permukaan,” papar I Gst Ngurah Tresna, sesepuh Unit Pengelola Pantai Desa Adat Kuta yang memayungi kegiatan KPK.

Selain pertimbangan itu, pelepasan tukik juga memperkirakan kuatnya arus.

“Jika arus terlalu kuat, pelepasan ditunda,” imbuh Tresna.

Saat ini di bak penampungan milik KPK terdapat 39 sarang yang berisi 4300 telur penyu. Dari jumlah tersebut, empat sarang berisi 487 butir telur telah menetas dan langsung dilepas ke laut bebas beberapa jam kemudian. Ratusan telur di beberapa sarang diperkirakan akan menetas sekitar tanggal 3-5 Juli 2009.


Hide

/

Balawista, Baywatch versi Indonesia

Kenyamanan sarana wisata di pantai Kuta atau pantai lainnya di Bali, tidak lengkap tanpa kehadiran anggota Badan Penyelamat Wisata Air (Balawista). Para penyelamat pantai yang selalu bersiaga di enam pos di sepanjang kawasan pantai Kuta dari Tuban hingga Seminyak.
Setiap detik mereka berjaga-jaga untuk mencegah dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya kecelakaan menimpa wisatawan yang tengah mandi atau melakukan aktivitas lain di tengah deburan ombak pantai Kuta.

Menjadi seorang anggota Balawista memerlukan mereka rasa kepedulian yang kuat terhadap nasib orang lain. Juga semangat pengabdian, ketulusan dan kerelaan berkorban yang tinggi. “Tanpa itu, anda tak akan tahan menjalani profesi ini,” ucap Suparka, Komandan Balawista Kabupaten Badung.

Pernah, sekitar tahun 1980-an, tiga wisatawan asing terseret gelombang. Seketika para Balawista melesat dan terjun ke laut untuk memberi pertolongan. Namun apa yang terjadi? Ombak yang kala itu ganas akibat pengaruh cuaca, justru mengancam jiwa para Balawista. Mereka pun diombang-ambing dan diempaskan oleh deburan ombak yang dahsyat. Di saat-saat demikian, kata Suparka, hanya satu hal yang mereka pikirkan yaitu bagaimana menyelamatkan nyawa orang-orang yang terseret arus itu.

“Soal diri kami, itu urusan belakangan,” ucapnya.

Di luar itu, ada lagi syarat yang harus dipenuhi yakni kemampuan fisik yang prima. Untuk dapat diterima sebagai anggota Balawista calon anggota harus menjalani pelatihan terlebih dahulu. Setelah itu, mereka harus lulus beberapa ujian yang ditandai dengan Sertifikat Bronze. Sertifikat tersebut diberikan kepada mereka yang berhasil melampaui tes kemampuan berenang di kolam renang menempuh jarak 400 meter dalam waktu kurang dari sembilan menit. Juga kemampuan berlari di pantai sejauh 200 meter, berenang di laut sejauh 200 meter, kemudian berlari lagi di pantai 200 meter. Semua itu harus ditempuh dengan catatan waktu maksimal delapan menit. Setelah terpilih, masing-masing anggota diberi pelajaran selama sepuluh hari meliputi pelajaran tentang ombak dan arus, alat penyelamatan, P3K, dan lain-lain.

Dalam pelaksanaan tugas, anggota Balawista berkualifikasi Bronze, dibantu oleh anggota Balawista yang digolongkan dalam resasitasi group dan life saving group.
Anggota Resasitasi Group lebih banyak bertugas sebagai pengelola administrasi dan penyelamatan di darat, sedangkan anggota life saving group memiliki kemampuan resasitasi group ditambah cukup keterampilan renang. Anggota kelompok ini memiliki kemampuan sedikit di bawah Bronze group.

Saat ini jumlah anggota balawsita Badung ada 128 orang yang tersebar di 16 pos di pantai-pantai Tuban-Seminyak (6 pos), Jimbaran (1 pos), Nusa Dua (3 pos), Uluwatu (1 pos), Labuhan Sait (1 pos), Dreamland (1 pos), Berawa (1 pos), Batu Belig (1 pos), Seseh (1 pos) dan pos pengendali di Kuta. Untuk semua itu, fasilitas penyelamatan yang tersedia antara lain radio, jet ski, boat karet (4 unit), boat fiber glass (2 unit).

Guna meningkatkan kemampuan lapangan anggota Balawista mendapat pelatihan secara regular. Mereka juga secara bergiliran dikirim ke luar negeri untuk menimba ilmu penyelamatan.

Pesan wisatawan:
Jangan berenang di antara dua bendera yang dipasang oleh anggota Balawista. Biasanya, anggota Balawista akan mengingatkan bila kamu melanggar larangan ini.

Hide

/

Seru, Magic Wave Surfing Championship di Pantai Kuta

Seri pertama Magic Wave Surfing Championship (MSC) yang berlangsung di pantai Kuta pada hari Minggu (24/5/2009) lalu berlangsung seru.Tak kurang dari 95 peserta unjuk kebolehan dalam kompetisi yang memperebutkan dengan piala Lurah Kuta ini. Para junior surfer tersebut meliuk-liuk di antara deburan ombak pantai Kuta dengan kemahiran yang tinggi. Hal ini menimbulkan decak kagum dari para pengemar surfing yang menonton sembari berjemur di hamparan pasir di bibir pantai Kuta.

MSC adalah kompetisi bulanan yang diselenggarakan oleh "Magic Wave", sebuah majalah bulanan khusus tentang surfing. Majalah ini sangat giat menyelenggarakan kompetisi-kompetisi seperti ini untuk menemukan bakat-bakat baru dalam olahraga surfing.

MSC seri pertama tahun ini bertema “Kuta Beach Global Dominance Surf Series” untuk anak-anak usia 14 tahun, 10 tahun dan pushing division.
Selain peserta lokal, kompetisi yang memperebutkan piala Lurah Kuta ini juga menarik minat peserta ekspatriat yang berasal dari Italia, Belanda, Australia dan Perancis. (abe/jjb)


Hide

/

400 Telur Penyu di Bak KPK

Tak kurang dari 400 telur penyu saat ini tengah ditetaskan dalam sebuah bak penetasan milik Konservasi Penyu Kuta (KPK). Telur-telur binatang laut berbatok keras tersebut berasal dari berbagai pantai di Bali. Mereka dibawa ke KPk karena tempat di mana telur-telur tersebut ditemukan dianggap tak kondusif. 102 butir berasal dari Pantai Klecung, Tabanan. Mereka dibawa oleh para pecinta lingkungan setempat pada tanggal 28 April 2009. Telur-telur penyu ini diperkirakan akan menetas sekitar tanggal 14 – 27 Juni 2009.

Dua hari setelah kedatangan telur dari Pantai Klecung, di pesisir pantai depan Kulkul Hotel, Kuta, ditemukan 222 butir telur penyu di beberapa titik di atas hamparan pasir. Telur-telur itu pun di bawa ke bak penetasan KPK dan diperkirakan akan menetas sekitar tanggal 16 – 29 Juni 2009. Selang dua hari berikutnya, 2 Mei 2009, kembali bak penetasan ini mendapat kiriman 110 butir telur penyu yang ditemukan di pantai depan Hotel Inna Kuta. Telur-telur ini diperkirakan akan menetas sekitar tanggal 18 Juni - 1 Juli 2009.

Lalu bagaimana setelah telur-telur itu menetas? Seperti yang sudah beberapa tahun dilakukan oleh KPK, begitu tukik (anak penyu) keluar dari cangkangnya, setelah dianggap siap tukik-tukik tersebut tersebut dilepaskan ke laut agar mereka mencari sendiri habitatnya yang sesuai.

Tentang Konservasi Penyu Kuta, ini adalah sebuah lembaga non profit yang cikal-bakalnya bermula pada tahun 1999. Saat itu Desa Adat Kuta yang dserahi wewenang untuk pengelolaan kawasan pantai Kuta bertekad untuk melakukan pelestarian dan penataan kawasan tersebut. Tiga tahun kemudian setelah memahami dengan baik segala persoalan yang muncul dan cara pemecahannya, pada tahun 2002 Desa Adat Kuta mendirikan Satuan Tugas (Satgas) yang bertanggungjawab atas pengelolaan kawasan sekaligus menjaga kenyamanan kawasan pantai.
Di tahun itu, seekor penyu menepi dan bertelur di pesisir pantai Kuta. Sebagai pengeloala kawasan, Satgas Desa Adat Kuta dibantu BKSDA Bali mengisolasi lokasi penyu tersebut bertelur agar tidak diganggu hewan maupun tangan-tangan jahil. Beberapa saat kemudian sebagian dari telur-telur tersebut menetas, dan tukiknya dilepaskan ke laut.

Tahun 2004, kembali terjadi kunjungan beberapa penyu di beberapa lokasi di pantai Kuta. Kembali Satgas Desa Adat Kuta melakukan pengisolasian seperti yang pernah dilakukan sebelumnya. Namun, cara itu rupanya tak aman.

“Telur-telur tersebut habis tersapu gelombang besar yang datang tiba-tiba,” tutur I Gusti Ngurah Tresna, Komandan Satgas Desa Adat Kuta Unit Pengelolaan Pantai.

Berdasarkan pengalaman tersebut, ketika pada tahun 2005, pantai Kuta kembali kedatangan penyu-penyu yang bertelur, Satgas Desa Adat Kuta membuatkan bak penangkaran untuk telur-telur tersebut. Dengan cara ini, 95 persen dari telur tersebut menetas dengan selamat.

Sejak saat itu, citra Bali yang senang membantai penyu perlahan-lahan surut. Net Animal, organisasi pecinta binatang yang bermarkas di New York dan memiliki 17 ribu cabang yang tersebar di seluruh dunia pun kemudian datang berkunjung ke Kuta dan menganugerahkan Gibon Award bagi Satgas Desa Adat Kuta.

Akhir 2007, saat penyelenggaraan United Nation for Climate Change (UNFCC) di Nusa Dua, Satgas Desa Adat Kuta dan KPK diundang untuk membantu memandu proses pelepasan tukik di Nusa Dua yang melibatkan Miss World.

Sekadar tambahan, masa penyu bertelur dalam setahun, adalah sekitar bulan April hingga bulan Oktober. (abe/jjb)

Hide

/

Pasar Majalangu, Pasar Dadakan di Pantai Kuta

"Happy New Year Saka 1931 to all of our visitor. Watch your bag! Watch your bag! Look after your belonging, please! Once again, watch your bag and look after your belonging, please. Thank you," terdengar himbauan Pecalang Desa Adat Kuta via pengeras suara untuk mengingatkan para pengunjung terutama wisatawan asing yang memadati Pasar Majalangu pada hari Jumat, 27 Maret 2009.

Pasar Majalangu adalah "pasar dadakan"
di Pantai Kuta yang digelar setiap tahun, sehari setelah perayaan hari Nyepi. Para pedagang yang berpartisipasi biasanya para Pedagang Kaki Lima yang pada hari-hari biasa dilarang untuk menggelar barang dagangannya di seputar Pantai Kuta. Mulai dari pakaian, sepatu, sandal, tas, jam, kacamata, barang kerajinan, permainan anak-anak hingga makanan/minuman, semua tersedia dan tentu dengan harga yang sedikit lebih murah dari hari biasa (disertai pintar-pintar menawar tentu saja).

Tradisi ini sudah dilaksanakan Desa Adat Kuta sejak bertahun lamanya. Untuk kelancaran Pasar Majalangu, Desa Adat Kuta menghimbau seluruh outlet (toko maupun restoran) di sekitar pantai Kuta untuk tidak buka sebelum pukul 12.00 WITA, yakni pada saat penyelenggaraan Pasar Majalangu.

Pengunjung yang datang bukan saja dari wisatawan lokal, tapi juga wisatawan manca negara yang ingin menikmati Nyepi di Bali. Seperti Edward, seorang wisatawan dari Adelide-Australia, mengungkapkan bahwa ini kali pertama dia dan temannya menikmati Nyepi di Bali. Ini karena keingintahuannya tentang bagaimana sebenarnya penyelenggaraan Nyepi di Bali. Dia dan temannya amat menikmati suasana Nyepi, tanpa suara, tanpa kegiatan dan bebas polusi. Edwardpun berencana akan datang lagi pada Nyepi tahun depan bersama lebih banyak teman dan keluarganya. Dia juga menikmati pawai ogoh-ogoh pada malam Pengerupukan, tanggal 25 Maret, malam sebelum Nyepi, hal yang tidak bisa ditemui pada hari-hari biasa. Tentu saja, Nyepi kan setahun sekali...

Hide

/

Akan Dilarang, Masuk Kuta dengan Kendaraan Pribadi

Kian padatnya aktivitas wisata di pantai Kuta membuat lalu-lintas semrawut dan tak teratur. Selain jalur yang sempit, deretan kendaraan yang diparkir di tepi jalan membuat ruas-ruas jalan utama di kawasan Kuta kerap macet. Pada waktu-waktu tertentu, kemacetan tersebut bahkan sangat parah. Akibatnya kenyamanan pelancong jadi terganggu. Untuk mengatasi kondisi tersebut, Komisi A DPRD Badung mengusulkan untuk melarang kendaraan pribadi masuk kawasan Kuta. Seluruh pelancong yang hendak masuk kawasan kuta harus menggunakan angkutan khusus yang disediakan oleh Pemerintah.

Lalu, di mana wisatawan yang menyewa/membawa kendaraan sendiri memarkir mobilnya jika mereka hendak masuk kawasan Kuta? Untuk masalah ini, para anggota dewan tersebut merancang tiga lahan parkir baru di wilayah Kuta. Dari areal parkir tersebut, para wisatasan kemudian menggunakan kendaraan khusus memasuki wilaya Kuta. Adapun areal yang diusulkan adalah di bekas Pasar Pagi depan LPD Kuta, di Jalan Arjuna (Jalan Double Six) Seminyak, dan di Pasar Kuta.

"Saya kira ini salah satu cara untuk mengatasi masalah lalu-lintas Kuta yang kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan," papar Gusti Ngurah Sudiarsa, Ketua Komisi A DPRD Badung kepada wartawan beberapa hari lalu.

Pokoknya, tekad Sudiarsa, lahan parkir tersebut diupayakan untuk segera rampung pada bulan Agustus tahun ini. Dan, untuk membuat masyarakat menurut dan mau memarkir kendaraan mereka di tiga area parkir tersebut, Dewan Badung mengajak semua pihak yang berkepentingan dengan nyamannya kawasan Kuta turut terlibat, termasuk Desa Adat dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kuta.

Hide

/

Kuta dan Nusa Dua Steril Kampanye

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Badung mengeluarkan kebijakan mengenai larangan berkampanye untuk pemilihan umum di dua kawasan wisata Bali yakni Kuta dan Nusa Dua. Segala macam bentuk atribut kampanye tidak diperkenankan dipasang di dua kawasan tersebut. Berbagai kegiatan kampanye berupa pengerahan massa dan semacamnya pun tidak diperkenankan di dua wilayah tersebut.

Kebijakan tersebut ditetapkan setelah beberapa pemuka masyarakat Kuta melakukan pertemuan dengan beberapa calon anggota legislatif (caleg) dan menyatakan keberatan masyarakat terhadap pemasangan berbagai atribut kampanye seperti poster dan baligo yang membuat jalan-jalan tampak kacau dan tak sedap dipandang. Apalagi beberapa baligo caleg yang dipasang secara serampangan rubuh tertiup angin. Hal itu selain merusak estitika kawasan, juga membahayakan pengguna jalan yang sebagian di antaranya adalah wisatawan.

Bersihnya kawasan Kuta dan Nusa Dua dari kampanye politik bukan baru terjadi sekarang. Sejak pemilihan presiden (pilpres) tahun 2004 dan pemilihan kepala daerah (pilkada) langsung untuk memilih gubernur tahun 2008, dua kampung turis tersebut sepi dari aktivitas kampanye.

Keterangan foto: Atribut kampanye caleg di Desa Pemogan, Denpasar.

Hide

/

Cuaca Cerah, Pantai Kuta Dibuka Kembali

Setelah sempat ditutup dari segala aktivitas wisata (terutama di air) karena ombak dan angin cukup kencang, Pantai Kuta, Bali, dibuka kembali untuk para wisatawan yang ingin berenang maupun beraktivitas lainnya.

"Sekarang cuaca sudah cerah, jadi kami buka kembali" kata Kepala Satgas Pantai Kuta I Gusti Ngurah Tresna SH, sembari menerangkan bahwa sesungguhnya pantai telah dibuka hari Sabtu (14/2/2009) lalu.

Beberapa hari lalu, puncaknya pada tanggal Jumat (13/2), pantai Kuta dinyatakan tertutup bagi setiap orang, baik turis maupun warga setempat. Saat itu gelombang mencapai ketinggian sekitar 3 meter dan disertai angin yang bertiup sangat kencang. Situasi ini dinilai membahayakan pelancong yang berenang maupun berjemur di pantai.

Seperti telah benyak diketahui, pantai Kuta adalah pantai idola sebagian pelancong yang datang ke Bali. Setiap hari, ratusan pelancong datang menyambangi pantai berpasir putih yang terkenal dengan pemandangan matahari terbenamnya itu untuk mandi, berjemur, berpijat, bermain pasir, atau sekadar melihat-lihat pemandangan sambil melakukan manicure/padicure.

Meski hampir sepanjang tahun pantai ini selalu menyajikan situasi yang menyenangkan, namun ada saat-saat di mana pantai ini kurang menarik untuk didatangi, misalnya pada musim angin barat yang kerap mengakibatkan badai pasir atau mendamparkan ratusan sampah atau ikan di sepanjang pesisir.

Apa pun, pesona pantai Kuta selalu menawan dari masa ke masa..


Berita terkait:
Angin Kencang, Aktivitas di Pantai Kuta Ditutup


Hide

/

Angin Kencang, Aktivitas di Pantai Kuta Ditutup

Angin kencang diikuti gelombang besar yang tak beraturan kemarin terjadi di kawasan pantai Kuta. Gelombang tersebut sangat berbahaya bagi pelancong yang mandi atau melakukan aktivitas air lainnya. Untuk menghindari risiko buruk, Balawisata dan Satgas Pantai Kuta melarang pelancong untuk melakukan kegiatan apa pun di dalam air.

Penyewaan papan surfing pun dilarang untuk menyewakan papannya untuk pelancong.

Tindakan tersebut diambil demi keamanan dan kenyamanan pengunjung sendiri.

"Mohon anda tidak melakukan aktivitas apa pun di dalam air. Jika hendak berekresi, silahkan di pasir saja," ucap Ketut Sudiana, Balawisata Pantai Kuta, melalui corong pengeras suara.



Hide