Showing posts with label Berita. Show all posts

/

Puting Beliung Landa Bali, Waspadai Perairan Selatan

Oleh: Agung Bawantara
Foto: Repro Jawa Pos

Selasa (21/9) lalu Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar, Bali memperingatkan bahwa angin puting beliung kemungkinan besar akan melanda wilayah Bali. Perkiraan tersebut ternyata benar-benar terjadi. Hari Rabu dan Kamis dua serangan puting beliung berturut-turut memorak-morandakan beberapa kawasan di kabupaten Gianyar, Klungkung dan Tabanan. Pada hari pertama, serangan terparah terjadi di di kawasan Ubud. Di Banjar Kutuh Kaja, Desa Petulu, Ubud, empat bangunan rusak berat akibat terjangan angin yang dalam istilah setempat disebut angin linus. Sebuah vila & restoran remuk tertimpa dua pohon besar, tiga rumah lainnya kehilangan atap dan rangka. Menurut laporan, angin kencang datang sekitar pukul 15.30 dan berlangsung selama 15 menit.

Hari berikutnya, terjangan linus terjadi di Desa Blahkiuh, Kecamatan Abian semmal, Kabupaten Badung. Sebuah Sekolah Dasar (SD) di desa itu luluh-lantak setelah tertimpa Pohon Wani (mangga putih). Tak ada korban dalam musibah yang menghancurkan sejumlah perlengkapan sekolah tersebut. sejumlah buku, dokumen, kursi dan seperangkat komputer rusak berat akibat kejadian itu.

Menurut Kepala Sub Bidang Pelayanan Jasa BMKG Wilayah III Denpasar Nyoman Suarsa, terjadinya bencana angin putting disebabkan oleh fenomena alam dan cuaca yang tidak menentu. Hujan yang terus-menerus antara lain akibat terjadinya pertemuan masa udara yang agak lemah dan suhu muka laut yang menyimpang satu derajat di atas normal. Kumpulan awan-awan konvektif dan Cumulonimbus pun terbentuk dan menyebabkan terjadinya pergerakan angin dari timur dan tenggara dengan kecepatan berkisar 0,5 - 35 kilometer per jam.

"Kecepatan angin yang tinggi itulah yang menyebabkan terjadinya hujan yang disertai angin puting beliung," paparnya.

Nyoman Suarsa memperkirakan sampai ke Oktober, kecenderungan kondisi mengarah ke Lamina, yakni hujan datang lebih awal dari musimnya sehingga musim hujan akan terjadi lebih lama.

"Hujan akan merata di seluruh Bali, tapi waktunya tidak menentu,” imbuhnya.

Penting:
Perkiraan cuaca di daerah-daerah wisata Bali

Hide

/

Denpasar Akan Bebas Rokok

Oleh: Agung Bawantara

Ini berita penting bagi para prokok yang melancong ke Bali. Kota Denpasar, Ibu Kota Pulau Dewata, akan memberlakukan peraturan daerah bebas rokok. Tujuannya, tentu saja untuk menjaga kesehatan penduduknya. Sebagai persiapan penerapan aturan tersebut, dalam waktu dekat tujuh kawasan dinyatakan bebas asap rokok. Kawasan tersebut dinamakan dengan Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Adapun ketujuh kawasan tersebut antara lain sekolah, tempat pelayanan kesehatan, angkutan umum, arena bermain anak-anak, tempat ibadah, dan ruangan kerja. Sementara itu, sebagai landasan penerapannya, Pemkot Denpasar kini tengah menyusun Peraturan Walikota mengenai rencana ini.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, Ni Luh Sri Armini, wacana Denpasar Bebas Rokok ini menyuat setelah ditemukan kenyataan bahwa aktivitas merokok di Denpasar, tergolong tinggi. Menurut data yang ada, diketahui 16,8 penduduk Bali sudah mulai merokok pada usia 10 tahun! Setiap hari mereka menghabiskan sedikitnya tiga batang.

"Ini tergolong parah. Meskipun angka persentasenya masih di bawah angka provinsi yang mencapai 20,2 persen," papar Sri Armini kepada media(3/9).

Sri Armini menambahkan, selama payung hukumnya digodok, Diskes Denpasar melakukan sosialisasi ke berbagai kalangan antara lain kepada para anggota DPRD Kota Denpasar, beberapa kepala sekolah, Bendesa Pakraman, Forum Kepala Desa dan staf Diskes Denpasar sendiri.

“Semua ini untuk melindungi hak-hak warga bukan perokok seperti sebagian besar kaum peremupan dan anak-anak, untuk mendapat udara segar di kawasan-kawasan publik," imbuh Sri Armini.

So, sebagai pelancong, hindari merokok di tempat-tempat yang dinyatakan bebas rokok itu.

Hide

/

Jelang Imlek, Kunjungan ke Bali Meningkat

Tahun Baru China atau Imlek yang jatuh pada 26 Januari 2009 menjadi berkah tersendiri bagi pelaku pariwisata di Bali. Perayaan tahun batu itu diperkirakan akan melonjakkan jumlah wisatawan ke Bali. Menurut prediksi Ketua Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies (ASITA) Bali, Aloysius Purwa, lonjakan itu dapat mencapai hingga 6000 wisatawan per hari dari yang biasanya maksimal hanya 5000 per hari. Menurut Purwa, wisatawan yang akan menyesaki Bali saat imlek itu besar berasal dari China dan Hongkong.

“Indikasi tersebut terlihat dari catatan yang menunjukkan bahwa menjelang Imlek penerbangan menuju Bali dari China dan Hongkong terisi penuh. Yang menarik, karena flight sudah penuh, beberapa wisatawan China datang ke Bali dengan charter flight," ungkap Purwa.

Berdasarkan data Asita, lama tinggal para wisatawan China dan Hongkong pada libur Imlek ini rata-rata berkisar antara dua hingga tiga hari.

Rupanya Bali masih menjadi tujuan favorit wisatawan untuk merayakan tahun baru Imlek. Setiap Imlek, kunjungan wisatawan selalu meningkat.

So, bagi kamu yang mau berlibur ke Bali pada saat-saat itu, mulailah memesan tiket pesawat dan tempat menginap selama di Bali.

Hide