/

Trik Menawar di Pasar Seni/Kios Kerajinan di Bali

Saat berlibur, di sela-sela waktu mengunjungi obyek wisata atau menikmati hiburan, biasanya kita isi dengan kegiatan berbelanja souvenir entah berupa T-Shirt, aksesoris, barang kerajinan, dan lain sebagianya. Di Bali, selain di beberapa pasar seni, hampir di setiap obyek wisata kamu dapat menemukan kios-kios yang menawarkan barang-barang tersebut. Dan, semua barang yang dijual tersebut dibandrol dengan harga yang masih sangat layak kamu tawar.

Berikut adalah trik menawar barang di pasar seni atau di kios-kios tersebut:
•Tentukan barang pilihanmu terlebih dahulu
•Tanyakan harga
•Tawar setengah dari harga yang diajukan sambil tersenyum. Senyum adalah mata uang juga, loh!
•Biasanya pedagang akan meminta kamu untuk menaikkan harga tawaranmu sembari dia sendiri mengajukan harga yang lebih rendah.
•Naikkan penawaranmu setahap demi setahap.
•Kalo nggak dikasih, pergi saja ke kios yang lain. Kalau penawaran kamu masih dianggap menguntungkan oleh pedagangnya, maka mereka akan memanggilmu dan menyerahkan barangnya seharga tawaranmu. Kalau nggak dipanggil lagi, artinya tawaran kamu terlalu rendah
•Jadikan angka terendah yang ditawarkan oleh si pedagang sebagai patokan untuk menawar di tempat lain.


Hide

/

Superman Is Dead di Hard Rock Hotel-Kuta

Superman Is Dead (SID) grup musik rock asal Bali akan tampil di RCTI Senin, 2 Maret 2009. Acara pengambilan gambar unjuk aksi mereka akan dilakukan di Hard Rock Hotel, Jalan Pantai Kuta, Sabtu 28 Pebruari 2009 pukul 12.00 – 15.00.

SID lahir pada tahun 1995 ketika personel sebuah band heavy metal Thunder bernama Ari Astina alias Jerinx merasa bosan dengan situasi bermusik saat itu dan ingin mencari sebuah inspirasi baru. Kebetulan saat itu drummer band new wave punk Diamond Clash, Budi Sartika, juga sedang ingin berganti profesi untuk menjadi seorangg gitaris dan vokalis. Keduanya kemudian membuat sebuah grup band bersama Ajuz (bass) dan Eka Arsana mendirikan Superman's SilverGun.

Merasa kurang sreg, tak lama kemudian mereka mengganti nama bandnya menjadi Superman Is Dead alias SID. Begitu berganti nama grup music cadas ini semakin berkibar di Bali. Permintaan show yang membluda dan aktivitas underground mereka membuat grup ini sangat terkenal di pulau Dewata, bahkan menyebar ke seluruh penjuru dunia lewat mulut para pelancong manca Negara yang sempat menyaksikan pementasan mereka saat berkunjung ke Bali.

Belakangan, SID direkrut oleh Sony Music Indonesia dan mengalihkan langkah dari grup musik yang berjalan di jalur indie ke major label.
Lagu-lagu SID sebagian besar berbahasa Inggris. Hanya sekitar 30 persennya berbahasa Indonesia.

Hide

/

Ritus Legong di Lapangan Puputan Badung

Pada masyarakat agraris di Bali kadar kepercayaan dan rasa hormat kepada Ibu Pertiwi diyakini sebagai getaran yang menentukan keberhasilan maupun kegagalan panen. Sudah jamak bagi masyarakat agraris di Bali, ketika panen gagal karena serangan hama, mereka melakukan ritual menghadap Ibu Pertiwi untuk mendapat solusi.

Spirit tersebut ditangkap oleh Kadek Sardana dalam garapannya yang berjudul ''Ritus Legong''. Tarian ini tampil kebali di Lapangan Puputan Badung, Sabtu, 21 Pebruari 2009 yang lalu dalam rangka memeriahkan HUT Kota Denpasar yang jatuh pada tanggal 27 Perbruari 2009. Garapan ini didukung sekitar 45 orang penari dan penabuh dengan menampilkan Wiwik Hartati dan Ayu Ketut Putri Rahayuningsebagai penari legong.

Secara koreografi, garapan Kadek Suardana, Sutradara Teater yang sekaligus ketua Yayasan Arti Bali ini, terinspirasi dari upacara Sanghyang yaitu sebuah tarian sakral yang hanya ditarikan pada upacara-upacara khusus di beberapa daerah di Bali. Komposisi musiknya menggunakan gamelan slonding yakni jenis gamelan Bali kuno.

Sebelum di lapangan puputan, Ritus Legong telah beberapa kali dipentaskan, antara lain di Singapura Festival, Indonesian Dance Festival, dan Pekan Kesenian Bali ke-26 tahun 2004.


Hide

/

Panca Bali Krama, Bangun Keharmonisan Jagat

Pada Rabu, 25 Maret 2009 mendatang, umat Hindu kembali menyelenggarakan upacara Tawur Panca Bali Krama di Pura Besakih. Upacara ini digelar setiap sepuluh tahun sekali, yaitu pada Tilem Caitra (bulan mati ke-sembilan) ketika tahun Saka berakhir dengan angka "0" (nol) atau disebut dengan rah windhu. Apa makna upacara ini?
Ketua Sabha Walaka PHDI Pusat Ketut Wiana mengatakan, dalam Lontar Raja Purana, tawur agung yang diselenggarakan setiap sepuluh tahun itu disebut Panca Bali Krama, sedangkan dalam lontar yang lain disebut Panca Wali Krama. Inti dari upacara tersebut adalah caru yang dalam kitab Samhita Swara berarti 'cantik' atau mengharmoniskan kembali. Dalam konteks ini, alam mesti diharmoniskan (butha hita), termasuk sesama individu umat (jana hita) menuju keharmonisan bersama (jagat hita). Jadi, Tawur Agung Panca Bali Krama ini pada esensinya adalah upaya menuju hal-hal yang harmonis.

Menurut sastrawan dan tokoh Hindu IBG Agastia sistem upacara umat Hindu di Bali terutama upacara-upacara besar seperti Panca Bali Krama, Eka Dasa Rudra dan yang lainnya diselenggarakan pada saat terpilih dan juga tempat yang terpilih. Ketika matahari dan bulan tepat di atas khatulistiwa, pada saat itulah waktu yang dipilih untuk melaksanakan Karya Agung Panca Bali Krama. Saat itu terjadi dalam kurun waktu sepuluh tahun sekali. Setelah Panca Bali Krama berulang sepuluh kali alias 100 tahun, diselenggarakanlah Eka Dasa Rudra. Semua itu dimaksudkan untuk mengharmoniskan segala unsur yang membangun jagat raya. Sehari setelah upacara besar itu, umat Hindu pun memasuki tahun baru Saka.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, Upacara Agung Panca Bali Krama akan diikuti dengan prosesi Melasti yang akan dilangsungkan pada 21, 22 dan 23 Maret 2009.


Disarikan dari BaliPost, 24 Februari 2009

Hide

/

Tango, Flamingo dan Salsa di Seminyak

Pulau Bali tidak hanya disesaki oleh penari-penari yang mahir menarikan tari Legong, Oleg, Bari, Kecak dan semacamnya. Di Bali juga penuh dengan penari-penari yang mahir menarikan tarian Latin seperti Tango, Flamingo dan Salsa.
Di Bali, setiap hari Selasa para Tangero berlatih dan melakukan atraksi di Warung Made. Tapi pada hari Jumat, 7 Maret 2009 mendatang, mereka akan unjuk kebolehan di pelataran Hotel Kumala Pantai. Pada hari itu, selain atraksi Tango yang akan ditampilkan oleh Ratih Soe dan beberapa tangero, juga akan ditampilkan atraksi Flamingo dan Salsa.

Ini merupakan rakaian dari penyambutan Fernadha Gghi dan Guillermo Merlo, dua jagoan Tango dari Las Vegas yang bertandang ke Indonesia untuk berlibur. Rupanya para tangero Indonesia tak mau melepaskan kesempatan bertemu para maestro Tango yang telah malang-melintang di ribuan arena di dunia. Mereka mengundang Fernadha dan Guillermo untuk hadir di Grand Canyon Cafe Darmawangsa Square Jumat (20/2) mendatang. Di sana para Tangero Indonesia akan unjuk kebolehan dan meminta advis dari Sang Maestro. Di Jakarta,
Fernadha dan Guillermo akan tinggal di Rumah Alexandra, Kemang – Jakarta Selatan dari tanggal 17 hingga 23 Pebruari 2009.


Hide

/

Mulat Sarira, Tema Pesta Kesenian Bali ke-31

Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-31 sudah semakin dekat. Panitian penyelenggara gelaran seni-budaya ini sudah mulai mengayunkan langkahnya. Diawali dengan penetapan rute pawai budaya yang akan diselenggarakan di hari pembukaan, lalu disusul dengan penetapan tema besar yang nantinya akan diekspresikan dalam pementasan-pementasan unggulan seperti sendratari yang akan digelar dalam pesta yang berlangsung selama sebulan ini.

Adapun tema yang ditetapkan oleh panitia untuk PKB tahun ini adalah “Mulat Sarira”. Secara sederhana, menurut Kasubdis Kesenian dan Film Dinas Kebudayaan Provinsi Bali I Made Santa, SE, “Mulat Sarira” berarti kesadaran untuk mempertanyakan ke dalam diri tentang apa yang terjadi di sekitar kita lalu menanggapinya dengan penuh kearifan.

“Kesadaran untuk menengok ke dalam diri alias introspeksi saat ini mulai menyurut. Kita terlalu sering menudingkan telunjuk ke arah orang lain setiap kali ada masalah. Kita lupa bahwa kita juga punya peranan terhadap apa pun yang terjadi di sekeliling kita,” papar birokrat kesenian yang mahir menabuh kendang ini.

Secara lebih luas, imbuh Santa, Mulat Sarira bermakna sebuah upaya kembali ke jati diri untuk memajukan dan memuliakan bangsa dan negara secara lahir maupun batin.

"Sejahtera fisiknya, bahagia jiwanya," tandas Santa.

Dalam pewayangan, kesadaran Mulat Sarira tercermin pada tokoh Bima yang berani menengok ke dalam dirinya lalu melakukan langkah perbaikan secara tegas, konsisten, dan konsekwen. Karena itu, maskot PKB kali ini adalah tokoh Bima. Dan, kisah mulat sarira Bima yang heroik akan menjadi tema pagelaran sendratari, sebuah acara unggulan yang akan digelar pada puncak acara PKB ke-31 ini.

Berita Terkait:
Empat Area Parkir untuk Pengunjung Parade PKB 2009
Balik ke Jalur Lama, Parade PKB Mudahkan Wisatawan

Hide