Blog Archive
Categories
- Acara Budaya (5)
- Air terjun Dusun Kuning (1)
- Air Terjun Singsing (1)
- Alas Kedaton (1)
- Amed (2)
- Arak Bali (1)
- Arsitektur Bali (1)
- ATV Driving (1)
- Bali Art Centre (2)
- Bali Bird Park dan Reptile Park (1)
- Bali Eye Balloon (1)
- Bali Kuno (1)
- Bali Safari and Marine Park (BSMP) (2)
- Bali Timur (1)
- Banana Boat (1)
- Barong (1)
- Batik (1)
- Batik Bali (1)
- Batu Abah (1)
- Batu Beling (1)
- Batu Lumbung (1)
- Batubulan (1)
- Bebek Bengil (1)
- Bedugul (7)
- Belanja (4)
- Belanja Murah di Bali (2)
- Belanja Oleh-oleh (4)
- Berita (3)
- Bersepeda (1)
- Bersihkan Hati (1)
- Betutu (1)
- Bikin Tato (1)
- Brahmavihara-Arama (1)
- Bunga Citra Lestari (1)
- Bunut Bolong (1)
- Bunute (1)
- Candi Dasa (1)
- Celuk (1)
- Ceningan (1)
- cuaca bali (2)
- Cupak Grantang (1)
- Danau Batur (1)
- Danau Beratan (6)
- Danau Buyan dan Tamblingan (3)
- Desa Kamasan (2)
- Desa Taro (2)
- Desa Wisata (2)
- Directori Spa (1)
- Direktori Warung Bali (1)
- Diving (4)
- Drama Gong (2)
- Dugem (1)
- duka (1)
- Fauna Bali (4)
- Fesyen (1)
- Flora Bali (1)
- Flu Babi (3)
- Flying Fish (1)
- Garuda Wisnu Kencana (GWK) (1)
- Gempa (2)
- Gunung Agung (4)
- Gunung Batur (2)
- GWK (1)
- Hipnotis (4)
- Hotel (13)
- Hotel di Canggu (1)
- Hotel di Denpasar (1)
- Hotel di Kuta (2)
- Hotel di Sanur (1)
- Hotel Murah di Bali (8)
- hotel murah di Kuta (1)
- Hotel Murah di Legian (3)
- Hotel Murah di Petitenget (1)
- Hotel Murah di Tuban (1)
- HUT Kemerdekaan (1)
- Imlek (1)
- Industri Kreatif Bali (3)
- Info (1)
- Inspirasi Bali (1)
- Jadwal Acara Hiburan (2)
- Jadwal Pementasan Tari Bali (5)
- Jati Luwih (1)
- Jet Ski (1)
- Joged (1)
- Joged Bumbung (3)
- Jogging (1)
- Jungut Batu (1)
- Kab. Badung (21)
- Kab. Bangli (7)
- Kab. Buleleng (10)
- Kab. Gianyar (16)
- Kab. Karangasem (18)
- Kab. Klungkung (10)
- Kab. Tabanan (10)
- Kabupaten Jembrana (6)
- Kalendar Festival Tahunan (3)
- Kapal Selam (1)
- Kawasan Batur (5)
- Kawasan Nusa Penida (2)
- Kawasan Tukad Unda (1)
- Kayaking (1)
- Kebun Raya Ekakarya (1)
- Kerajinan Kayu (1)
- kerajinan keris (1)
- Kerajinan Perak (1)
- keris bali (1)
- Kerta Gosa dan Taman Gili (1)
- Kiadan (1)
- Kongco Dwipayana (1)
- Kopi Bali (1)
- Korupsi (1)
- Kota Denpasar (24)
- Kunjungan Wisata (5)
- Kuta Carnival (1)
- Lawar (2)
- Layang-layang (2)
- Le Mayeur (1)
- Lebaran di Bali (3)
- Legian (1)
- Lembongan (1)
- Lingkungan (1)
- Lovina (3)
- Luna Maya (1)
- Makanan Jepang (1)
- Makanan Khas Bali (6)
- Meami-amian (1)
- Meditasi (1)
- Melasti (1)
- Monumen Bajra Sandhi (2)
- Monumen Maya (1)
- Monumen Ngurah Rai (1)
- Monumen Puputan Badung (1)
- Monumen Puputan Klungkung (2)
- Museum (2)
- Museum Bali (5)
- Musik Bali (4)
- Musik di Bali (5)
- Nasi Jinggo (1)
- Nasi Séla (1)
- Ngaben (1)
- Ngopi di Bali (1)
- Nusa Penida (1)
- Nyepi (6)
- Ogoh-ogoh (1)
- Olahraga Air (13)
- Omed-omedan (1)
- Padang Bai (1)
- Paint Ball (1)
- Paket Wisata (2)
- Pameran (3)
- Panca Bali Krama (2)
- Pantai Amed (2)
- Pantai Balangan (1)
- Pantai Dreamland (1)
- Pantai Jimbaran (1)
- Pantai Kedonganan (1)
- Pantai Kuta (12)
- Pantai Legian (3)
- Pantai Lepang (1)
- Pantai Lovina (3)
- Pantai Medewi (1)
- Pantai Mertasari-Sanur (1)
- Pantai Nusa Dua (2)
- Pantai Padang-padang (1)
- Pantai Sanur (8)
- Pantai Seminyak (1)
- Pantai Suluban (2)
- Pantai Tanjung Benoa (6)
- Pantai Tulamben (4)
- Parade Budaya (1)
- Parasailing (1)
- Pasar Seni Sukawati dan Guwang (1)
- Pecha Kucha (1)
- Pegayaman (1)
- Pelabuhan (1)
- Pembobolan ATM (1)
- Pembuatan Garam (1)
- Pemuteran (1)
- penginapan murah (1)
- Penglipuran (1)
- Penjor (1)
- Pentas Hiburan (5)
- Pentas Seni (1)
- Penyewaan Mobil (2)
- Perairan Pulau Menjangan (1)
- Perang Pandan (1)
- Pertunjukan Tari (4)
- Pesta Kesenian Bali (14)
- Petualangan (20)
- Pia Legong (1)
- Piala Dunia (1)
- Pojok Ngopi (1)
- Pulau Menjangan (1)
- Pulau Penyu (2)
- Puncak Malibu (1)
- Puncak Mangu (1)
- Puncak Manta (1)
- Pura Beji (1)
- Pura Besakih (11)
- Pura Bukit Sari di Sangeh (1)
- Pura Candi Gunung Kawi (1)
- Pura Goa Gajah (1)
- Pura Goa Lawah (1)
- Pura Gunung Raung (1)
- Pura Lempuyang (1)
- Pura Luhur Uluwatu (1)
- Pura Mangening (1)
- Pura Meduwe Karang (1)
- Pura Penataran Sasih (1)
- Pura Ponjok Batu (1)
- Pura Purancak (1)
- Pura Pusering Jagat (1)
- Pura Rambut Siwi (1)
- Pura Samuan Tiga (1)
- Pura Taman Ayun (1)
- Pura Tirta Empul Tampaksiring (1)
- Puri Agung Karangasem (1)
- Puting Beliung (1)
- Putung (1)
- Rabies (2)
- Rafing (1)
- Rafting (2)
- Ramadhan (1)
- Rujak kuah pindang (1)
- Safari Gajah (1)
- Salak (1)
- Salsa (2)
- Sambal Matah (1)
- Sampah (1)
- Sanghyang (1)
- Sanur (4)
- Sate Lilit (1)
- Sea Walker (1)
- Seni Suara (1)
- Seputar Bali (1)
- Siwa Ratri (1)
- Snorkeling (2)
- Spa (1)
- Spiritual Event (1)
- Sri Tanjung (1)
- Srombotan (1)
- Subak (2)
- Sungai Ayung (1)
- Surfing (4)
- Taman Kupu-kupu (1)
- Taman Margarana (1)
- Taman Nasional Bali Barat (1)
- Taman Rosani (1)
- Taman Tirta Gangga (1)
- Taman Ujung (1)
- Tamblingan (1)
- Tanah Lot (1)
- Tango (1)
- Tanjung Benoa (10)
- Tari Bali (9)
- Telaga Waja (1)
- Tempat Makan Halal (10)
- Tenganan (2)
- Tip Berwisata di Kawasan Batur (1)
- Topeng Sidakarya (1)
- Toyabungkah (1)
- Toyapakeh (1)
- tragedi (1)
- tranportasi (1)
- Travel (2)
- Treckking (1)
- Trekking (1)
- Trik Liburan di Bali (3)
- Tumpek Landep (1)
- Tunadaksa (1)
- TV Lokal Bali (1)
- Uang Kepeng (1)
- Ubud (1)
- Unikum Bali (2)
- Upacara (9)
- UWRF (1)
- Valentine Day di Bali (3)
- Warung Be Sanur (1)
- Warung Italia (1)
- Waterbom (1)
- Wisata Alam (2)
- Wisata Hujan (1)
- Wisata Lidah (38)
- Wisata Lidah di Bali (22)
- Wisata Masjid (1)
- Wisata-Sosial (1)
- World’s Best Island (1)
Pura Gunung Raung, Dari Sebuah Pohon Bercahaya
0 Comments | Posted by Dewa in Desa Taro, Kab. Gianyar, Pura Gunung Raung



Oleh: Agung Bawantara
Ini salah satu pura tertua di Bali. Letaknya di Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar. Pura ini erat sekali kaitannya dengan perjalanan Rsi Markandya, seorang resi dari Pasraman Gunung Raung, Jawa Timur, ke Bali untuk menyebarkan ajaran Sanatana Dharma (Kebenaran Abadi) yang kini dikenal dengan sebutan Hindu Dharma.
Setelah terlebih dahulu mengawali langkahnya dengan mendirikan Pura Basukian di Besakih, selanjutnya Rsi Markandya membangun pasraman (semacam pesantrian) di Taro. Pasraman inilah yang kemudian menjadi cikal bakal berdirinya Pura Gunung Raung di Desa Taro tersebut.
Di desa Taro, Pura Gunung Raung ini terletak persis di tengah-tengah desa dan menjadi pembatas Banjar Taro Kaja (utara) dan Banjar Taro Kelod (selatan). Ini adalah sesuatu yang unik, sebab pada umumnya letak pura di Desa Kuno di Bali adalah di daerah hulu dan di daerah hilir desa.
Tentang perjalanan Rsi Markandya, menurut lontar Bali Tatwa, mulanya Sang Resi berasrama di Damalung, Jawa Timur. Selanjutnya, beliau mengadakan tirthayatra (perjalanan suci) ke arah timur hingga ke Gunung Hyang (Dieng). Tak ada tempat ideal yang ia temukan sebagai pasraman dalam perjalanan suci tersebut. Resi Markandya pun melanjutkan perjalanannya ke arah timur hingga tiba di Gunung Raung, Jawa Timur. Di tempat inilah beliau membangun asrama dan melakukan pertapaan.
Suatu hari, dalam samadinya, beliau mendapatkan petunjuk agar meneruskan perjalanan ke arah timur lagi, yakni ke Pulau Bali. Petunjuk itu pun dilaksanakannya. Diiringi 8000 pengikut, beliau melanjutkan perjalanan sucinya ke Bali.
Tiba di sebuah tempat yang berhutan lebat di lambung Gunung Agung, Rsi Markandya berkemah dan membuka areal pertanian. Namun, para pengikut beliau terkena wabah penyakit hingga sebagian di antaranya meninggal dunia. Hanya sekitar 4000 pengikut saja yang tersisa.
Melihat keadaan itu, Resi Markandya kembali ke Jawa Timur untuk bersamadi dan memohon petunjuk. Tuhan yang menampakkan dirinya sebagai Sang Hyang Pasupati kemudian hadir dan memberi tahu Sang Rsi bahwa kesalahannya adalah tidak melakukan ritual dan mempersembahkan sesaji untuk mohon izin saat hendak merambah hutan. Mendapat keterangan demikian, Resi Markandya kembali menuju Bali dan terus menuju Gunung Agung (Ukir Raja). Saat itu beliau diring oleh para pengikut yang disebut Wong Age.
Setiba di Gunung Agung, Rsi Markandya mengadakan upacara dengan menanam Panca Datu yaitu lima jenis logam (emas, perak, besi, perunggu, timah) yang merupakan simbolis dari kekuatan alam semesta. Di tempat pelaksanaan ritual dan pemendaman panca datu tersebut kemudian didirikan pura yang dinamakan Pura Basukian yang menjadi cikap bakal berdirinya kompleks Pura Besakih.
Setelah itu memendam panca datu dan melakukan ritual lainnya, barulah kemudian Sang Rsi memerintahkan pengikutnya untuk membuka lahan pertanian menurun hingga ke Gunung Lebah di Ubud. Sampai di sebuah lahan yang cukup strategis, beliau mengadakan penataan seperti pembagian lahan untuk perumahan dan pertaian untuk para pengikutnya. Desa itu kemudian dinamakan Desa Puakan.
Selanjutnya, Rsi Markadya juga memerintahkan sebagian pengikutnya membuka lahan hingga ke sebuah tempat yang subur yang dinamakan Desa Sarwa Ada. Di sana beliau juga melakukan penataan dan pembagian lahan bagi para pengikutnya. Dan, setelah semua pengikutnya mendapatkan lahan untuk melanjutkan dan mengembangkan kehidupannya, beliau kemudian membangun sebuah pasraman yang serupa dengan pasramannya di Gunung Raung, Jawa Timur. Entah kenapa, pada saat itu kembali Resi Markandya mendapatkan banyak gangguan dan kesulitan.
Seperti sebelumnya, Rsi Markandya kembali ke Jawa Timur dan mengadakan samadi. Tak ada petunjuk apa pun yang beliau peroleh selain perintah untuk kembali melakukan samadi di pasraman beliau di Bali. Ketika petunjuk itu beliau turuti, Rsi Markandya melihat seberkas sinar cemerlang memancar dari sebuah tempat. Ketika didekatinya, sinar tersebut berasal dari sebatang pohon. Di pokok pohon yang menyala itulah Rsi Markandya mendirikan pura yang sekarang dinamakan Pura Gunung Raung.
Pura dengan pohon yang bersinar tersebut menjadi pusat desa. Karenanya, desa tersebut dinamakan Desa Taro. Taro berasal dari kata ”taru” yang berarti pohon. Sedangkan nama pura dan pasramannya sama dengan nama sebelumnya yakni Gunung Raung.
Sebelumnya, di Desa Taro, hidup sapi putih yang dipercayai oleh masyarakat setempat sebagai keturunan Lembu Nandini (Tunggangan Dewa Siwa). Sapi putih itu dikeramatkan oleh penduduk di Desa Taro. Dang Hyang Markandya adalah seorang resi yang menganut paham Waisnawa, namun dengan membiarkan masyarakat tetap mengeramatkan sapi putih itu, menunjukan bahwan beliau menghormati keberadaan paham Siwaisme yang sudah sempat tumbuh dan berkembang di Taro.
sumber: I Ketut Gobyah (http://www.balipost.co.id) dan beberapa sumber lainnya.
Gamelan Angklung, Si Selendro yang Melankolis
0 Comments | Posted by Dewa in Musik Bali, Musik di Bali
Oleh: Agung Bawantara
Ini adalah jenis alat musik tradisional Bali yang berlaras selendro. Di beberapa tempat gamelan ini dikenal dengan sebutan Angklung Kelentungan. Jenis gamelan ini menghasilkan nada sendu dan melankolis. Gamelan ini tergolong barungan madya atau orkestrasi sedang yang dimainkan oleh 11-25 pemusik. Sebagai pembanding, barungan ageng atau orkestrasi besar dimainkan oleh lebih dari 25 pemusik.
Orkestrasi ini dibentuk oleh instrumen berbilah dan pecon dari krawang (sejenis campuran logam), Kadang-kadang ditambah juga angklung bambu kocok yang berukuran kecil. Gamelan ini dibuat dengan ukuran-ukuran yang relatif kecil sehingga mudah dipanggul dan dimainkan sambil mengiringo sebuah prosesi. Di Bali Selatan, gamelan ini hanya mempergunakan empat nada sedangkan di Bali Utara mempergunakan lima nada.
Berdasarkan konteks penggunaan dan materi tabuhnya, jenis angklung dapat dibedakan menjadi tabuh angklung klasik (tradsional) yang dimainkan untuk mengiringi prosesi upacara (tanpa tari-tarian) dan angklung kebyar yang dimainkan untuk mengiringi pegelaran tari maupun drama. Satu barung (kelompok) Gamelan Angklung bisa berperan keduanya, karena seringkali mereka mempergunakan gamelan yang sama.
Di kalangan masyarakat luas, gamelan ini dikenal sebagai pengiring upacara-upacara kematian (Pitra Yadnya) seperti Ngaben. Bahkan, di sekitar Kota Denpasar dan beberapa tempat lainnya, penguburan jenazah warga Tionghoa pun kerap diiringi dengan Gamelan Angklung. Namun, di beberapa daerah, Gamelan Angklung menggantikan fungsi gamelan Gong Gede untuk mengiringi upacara di pura (Dewa Yadnya) dan upacara-upacara lainnya.
Dalam satu barung, instrumental Gamelan Angklung terdiri dari jegogan, jublag, pemada, kantil, reong, kendang, tawa-tawa, dan kempur. Angklung Kebyar tidak mempergunakan kempur, tetapi gong.
Nama-nama tabuh yang umum dikenal di kalangan pemain angklung antara lain: Asep menyan, Capung manjus, Capung Ngumbang, Dongkang Menek Biu, Gowak Maling Taluh, Sekar Jepun, Berong, Sekar Ulat, Glagah Katunuan, Jaran Sirig, Kupu-kupu tarum, meong Megarong, Pipis Samas, Sekar Sandat, dan Cecek Magelut. Sedangkan tabuh-tabuh angklung kebyar sama dengan yang dipakai dalam Gong Kebyar.
Sumber: Buku “Selayang Pandang Seni Pertunjukan Bali” karya Prof. Dr. I Wayan Dibia dan beberapa sumber lainnya.
Foto : http://farm1.static.flickr.com/31/103002205_1edaead23c.jpg
Lima Pukulan Kentongan SBY untuk Menduniakan PKB
0 Comments | Posted by Dewa in Pesta Kesenian Bali
Oleh: Agung Bawantara
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berulang kali menyatakan bahwa dirinya sengat mengagumi kebudayaan Bali. Yang terakhir, Presiden kembali menyatakan kekagumannya itu saat membuka Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-32 di panggung terbuka Ardha Candra, Art Center semalam. Presiden yang mengenakan pakaian adat Bali berharap PKB bisa menggaungkan Bali ke penjuru dunia.
Menurut Presiden, kebudayaan Bali yang berwarna-warni dan memiliki daya pukau luar biasa, semestinya dimanfaatkan untuk menembus seluruh dunia guna menawarkan gagasan-gagasan cemerlang dari Bumi Nusantara.
“Jadi, Pesta Kesenian Bali ini bukan semata-mata menampilkan kesenian selama sebulan penuh, melainkan ada dialog atau pertemuan antara masyarakat dengan tokoh-tokoh seni dan budaya Bali. Juga dengan peserta dari luar Bali, bahkan dari luar negeri,” wejangnya.
Saat malam pembukaan tersebut, panggung terbuka Ardha Candra penuh sesak oleh pengunjung. Selain ingin menyaksikan acara pembukaan yang dihadiri langsung oleh Presiden, mereka juga ingin menyaksikan gelaran sendratari kolosal Anggada Duta garapan Institut Seni Indoensia (ISI) Denpasar. Bagi masyarakat umum, gelaran acara pembukaan PKB dianggap sebagai gelaran menarik yang layak disaksikan.
Kembali ke soal pengembangan kebudayaan Bali, Presiden berharap tokoh-tokoh Bali memikirkan bagaimana membawa nilai-nilai Bali lebih mendunia. Presiden menyontohkan World Culture Forum yakni pertemuan khusus kebudayaan yang melibatkan tokoh-tokoh dunia.
"Saya berharap tokoh-tokoh Bali bisa memikirkan gagasan ini. Dengan demikian, Bali tetap menjadi perhatian dunia dan punya agenda tersendiri," demikian presiden.
Melalui PKB tahun ini, presiden berharap warna-warni menggelora dari Bali dan menembus dunia."Saya menginginkan warna-warni ini muncul dari Bali dan menembus dunia," harap SBY yang lagi-lagi mendapat tepuk tangan para hadirin.
Setelah berpidato, tepat pukul 20.30 Wita, SBY membuka PKB XXXII dengan memukul kentongan sebanyak lima kali. Bunyi gamelan langsung menyambut pemukulan kentongan tersebut. Ikut mendampingi presiden di panggung Menbudpar Jero Wacik, Gubernur Bali Made Mangku Pastika, dan Ketua DPRD Bali AA Ngurah Oka Ratmadi.***
Foto: Repro Nyoman Wija,Radar Bali
Sawah Indah, Makan dan Rekreasi di Tengah Sawah
0 Comments | Posted by Dewa in Wisata Alam, Wisata Lidah
Oleh : Maria Ekaristi
Sumpek dengan rutinitas sehari-hari? Atau, ingin menikmati suasana makan siang yang jauh dari kebisingan? Datanglah ke Rumah Makan Sawah Indah di Jalan Raya Teges - Goa Gajah, Ubud. Dijamin, begitu memasuki tempat tersebut anda akan merasakan suasana yang berbeda. Rumah makan ini berada di tengah areal persawahan yang sejuk sangat cocok untuk bersantap sembari bersantai.
Menu makanan andalannya adalah menu-menu tradisional yang memanjakan lidah seperti ikan, ayam atau bebek bumbu Bali dengan berbagai olahan. Juga aneka sayuran bumbu Bali yang sedap seperti plecing kangkung dan plecing gonda.


Yang istimewa, Bebek Goreng yang yang terhidang di rumah makan ini begitu gurih dan renyah. Nyaris melampaui hidangan bebek goreng di resto-resto spesialis bebek goreng yang sudah terkenal.
Di luar itu, kelebihan rumah makan yang dikelola oleh Eka Sugiyantha ini adalah ketersediaan layanan outbound dan berbagai wahana permainan di arena lumpur seperti gebug bantal, bola tangan, tarik tambang, menangkap belut, menangkap bebek, bakiak tandem, menanam padi, membajak sawah, dan memancing. Hal ini menjadikan rumah makan Sawah Indah ini sebagai wahana yang asyik untuk liburan keluarga.
Untuk program outbond, ada beberapa layanan yang tersedia. Jika anda memilih Full Program, minimal peserta 20 orang, anda akan diajak untuk menikmatik kegiatan cycling, trekking; permainan di lumpur (gebug bantal, bola tangan, tarik tambang, nangkap belut, nangkap bebek), bakiak tandem, menanam padi dan memancing. Jika mengingkan kegiatan seperti menanam padi atau membajak sawah, ada biaya sedikit tambahan untuk itu.
Untuk paket full program yang dimulai sejak pukul 09.00 hingga pukul 15.00 ini, anda dikenakan biaya Rp. 325 ribu per pax. Harga tersebut sudah termasuk dua kali coffee break dan makan siang.
Jika menginginkan paket dengan jumlah peserta yang lebih kecil, tersedia Paket Family dengan peserta minimal empat orang. Kegiatannya: permainan di lumpur dan memancing. Untuk paket ini, biaya yang harus anda keluarkan adalah Rp. 150 ribu per pax. Harga tersebut sudah termasuk biaya makan siang.
Jika anda mengikuti aktivitas outbond, jangan lupa membawa baju ganti dan perlengkapan mandi.
Fasilitas lain yang terdapat di areal rumah makan "Sawah Indah" adalah:
Camping
Tenda untuk lima dan 10 orang
Check in pukul 11.00, check out pukul 14.00 keesokan harinya
Harga: Rp. 200 ribu per pax termasuk breakfast
games di lumpur; mandi di sungai.
Memancing
sewa pancing Rp. 10 ribu per unit
umpan Rp. 5 ribu per bungkus
gurami Rp. 60 ribu per kg
lele Rp. 37 ribu per kilogram
Dengan fasilitas empat gazebo dan lokasi yang dapat menampung sampai sepuluh tenda serta areal parkir yang dapat menampung hingga 30 mobil, wahana ini sangat cocok dipilih sebagai alternatif liburan keluarga atau lembaga.
Bagaimana mencapai lokasi "Sawah Indah"? Bila anda berangkat dari Denpasar menuju obyek wisata Pura Goa Gajah, tiba di pertigaan Teges, berbeloklah ke kanan. Anda memasuki Jalan Raya Goa Gajah. Beberapa meter sebelum pompa bensin yang terletak di sisi kiri jalan, anda akan melihat papan nama Sawah Indah. Masuklah ke gang itu, selanjutnyaa Anda akan akan dipandu dengan papan penunjuk arah yang dipasang di sepanjang jalan kecil di tengah-tengah persawahan.


Rumah Makan Sawah Indah
Jl. Raya Teges - Goa Gajah, Ubud, Gianyar
0361.7858080



Oleh: Maria Ekaristi & Agung Bawantara
Menyambut event Piala Dunia 2010, kampung-kampung world cup mulai bermunculan di Bali. Di Kelurahan Kedonganan, Kelurahan Jimbaran dan Kelurahan Benoa misalnya, sejak sebulan terakhir warga udah memasang bendera tim kesayangannya di depan atau di halaman rumah mereka. Bendera-bendera tersebut rata-rata berukuran lima meter lebarnya sehingga terlihat jelas dari kejauhan. Bahkan, di Kelurahan Benoa ada dua bendera berukuran jauh lebih besar yakni bendera Inggris dan bendera Portugal. Kedua bendera tersebut berukuran masing-masing 10 x 7 meter dan 15 x 8 meter!
Di Kelurahan Kedonganan dan Kelurahan Jimbaran, dari sejumlah bendera yang terpasang, sebagian besar warga memasang bendera negara-negara yang memang sudah kondang di ajang Piala Dunia, seperti Brazil, Inggris, Prtugal, Argentina, Italia, Jerman, dan Prancis. Di beberapa titik, ada juga terselip di antara itu bendera negara peserta seperti Afrika Selatan dan Korea. Beda halnya dengan Kelurahan Benoa. Di salah satu ruas jalan kawasan tersebut, yakni di Jalan Calonarang, terpasang bendera seluruh negara peserta Piala Dunia 2010.
Menurut informasi yang diperoleh oleh Jalan-jalan Bali, masyarakat ketiga kelurahan tersebut memang tergolong penggila bola. Dalam berbagai ajang sepak bola bergengsi macam Piala Eropa atau Piala Konfederasi, warga setempat selalu mengekspresikan dukungan mereka terhadap tim kesayangannya dengan polah yang unik. Salah satu bentuk ekspresi mereka adalah memasang bendera-bendera berukuran jumbo tersebut. bentuk ekspresi lainnya adalah melakukan konvoi menjelang hari pembukaan sembari mengibar-ngibarkan bendera tim kesayangan mereka.
Tidak hanya di tiga kelurahan itu saja terjadi euforia Piala Dunia. Di Kota Denpasar pun terjadi euforia yang sama. Di Jalan Nusa Penida, Sanglah, misalnya, masyarakat memasang bendera-bendera peserta Piala Dunia pada tali yang dibentangkan silang menyilang di atas ruas jalan tersebut.
Di Kesiman, Denpasar Timur, belasan bendera berukuran jumbo sudah berkibar sejak beberapa pekan lalu. Bendera-bendera tersebut dikibarkan pada tiang bambu yang sebelumnya digunakan untuk mengibarkan bendera partai dalam rangka Pemilihan Umum Langsung Kepala Daerah setempat.
Puri Saron, Hotel Nyaman di Bibir Pantai Seminyak
0 Comments | Posted by Dewa in Hotel, Hotel di Kuta
Oleh: Maria Ekaristi
Ketika bertandang ke hotel ini, suasana yang saya rasakan memang sesuai dengan apa yang dijanjikan dalam brosur dan iklan-iklan. Suasana santai dan nyaman menyambut saya begitu memasuki areal luas dengan pertamanan yang tertata apik. Begitu pun ketika melihat tiga type kamar yang ada, saya langsung disergap oleh suasana tenang dan nyaman.

Hotel ini terdiri dari 100 kamar yakni, 59 kamar Deluxe Room, 36 kamar Bungallow, dan lima kamar Villa. Semuanya sangat comfortable sebab merupakan perpaduan antara suasana tradisional Bali dan fasilitas modern seperti AC, telepon panggilan langsung, televisi berwarna dengan saluran satelit, radio, koneksi internet, kulkas dan banyak lagi.
Hotel Puri Saron Seminyak terletak di bibir pantai Seminyak, Kuta-Bali. Hal ini memungkinkan anda untuk bersantai menikmati suasana matahari terbenam yang menakjubkan dari tepi kolam renang atau dari restoran milik hotel. Akses menuju hotel ini terhitung mudah. Begitu pun akses menuju sarana wisata lain, tak sulit dijangkau dari hotel ini.
Selain kamar dan restoran, Hotel Puri Saron Seminyak juga memiliki ruang pertemuan, layanan duduk bayi, layanan kamar, fasilitas penukaran mata uang, stan penjualan tiket, fasilitas faximili, kolam renang, laundry, dan bar.
Restoran dan Bar milik hotel ini juga istimewa. Satu di antaranya terletak di tepi barat areal hotel memungkinkan pengunjung dapat menyantap hidangan lezat sambil menikmati suasana pantai. Nama restoran itu adalah “Camplung Sari Beach Pizzaria”. Sesuai dengan namanya, ada satu menu yang sangat dibanggakan oleh restoran ini. Namanya: “Gusde Meatlovers Pizza”, yaitu hidangan pizza dengan ukuran dan rasa yang sangat khas. Lidah saya mengatakan bahwa pizza ini adalah salah satu pizza terlezat di Bali.
Satu restoran lagi bernama “Mawar Saron Restaurant”. Di sini anda dapat menikmati terutama menu-menu Mediterania yang lezat dan berbagai macam anggur juga tersedia di antara puluhan jenis minuman lainnya. Waktu Breakfast mulai pukul 07.00 sampai pukul 10.00; Makan siang dari pukul 12.00 hingga 15.00; dan makan malam dari pukul 18.00 hingga pukul 23.00.
Jika Anda menginap di hotel ini, sarapan langsung diantarkan ke kamar dalam waktu yang Anda tentukan sendiri. Pilihan sarapannya ada beberapa macam paket: English Breakfast (kue, roti, mentega, telur goreng, bacon, sosis, kacang panggang, jamur dan tomat, yoghurt, selai, madu); Savoury Breakfasat (kue, roti, mentega, berbagai keju dan daging babi, ham dan telur, yoghurt, selai, madu); Sweet Breakfast (kue, roti, mentega, strudel apel, yoghurt, selai, madu); dan Healthy Breakfast (kue, roti, mentega, keju dan berbagai ham, susu, yoghurt, müsli, seleksi buah segar, selai, madu.
Hotel ini memiliki empat buah Meeting Room: Drupadi Ballroom, Kunti Room, Shinta Room, dan Mawar Saron Room. Semua dilengkapi dengan fasilitas: Meeting room's equipments, LCD Projector, Screen, sound system, wireless mike, mini garden, full AC dan Podium.
Kolam Renang milik hotel ini juga istimewa. Selain berada di lokasi yang teduh sehingga memungkinkan anda berenang dengan nyaman setiap saat, juga memungkinkan anda menikmati suasana pantai dari situ.
Ada lagi. Hotel ini memiliki Residence Lounge dengan suasana unrepeatable yakni sebuah ruang kaca yang mengajak anda ke era Dinasi Ming. Di sana terdapat lampu dim yang dapat anda atur sendiri intensitas cahayanya, musik ambient, sofa dan kursi-kursi yang nyaman untuk sandaran Anda meminum segelas anggur lezat. Berada di sini, Anda akan kehilangan jejak waktu!
Harga Kamar:
Deluxe Room (US$ 135 ++)
Bungalow (US$ 155 ++)
Facilitas:
Villa
1 bedroom: US$ 400 ++
2 bedroom: US$ 600++
Catatan:
semua kamar dilengkapi dengan Facilitas: Air-Conditioning, Bathtub & Shower with hot & cold water, Radio/musik, TV Satelit, mini fridge, Telepon, Private Balcony.
- Harga belum termasuk 10 % service charge dan 11% pajak pemerintah
- Harga sudah termasuk breakfast
- Harga ekstra high season : US$ 25 dari 1 Juli – 15 September; US$ 20 dari Desember – 6 January.
- Pembatalan diperbolehkan maksimal tujuh hari sebelum check in untuk waktu low season dan 30 hari sebelum check in pada high season.
Alamat:
Jl. Camplung Tanduk, Seminyak
Kuta-Bali
Kontak & Reservasi:
Telpun 62-361-731007 Fax: 62-361-730492
Email: kuta@purisaronhotel.com