Blog Archive
Categories
- Acara Budaya (5)
- Air terjun Dusun Kuning (1)
- Air Terjun Singsing (1)
- Alas Kedaton (1)
- Amed (2)
- Arak Bali (1)
- Arsitektur Bali (1)
- ATV Driving (1)
- Bali Art Centre (2)
- Bali Bird Park dan Reptile Park (1)
- Bali Eye Balloon (1)
- Bali Kuno (1)
- Bali Safari and Marine Park (BSMP) (2)
- Bali Timur (1)
- Banana Boat (1)
- Barong (1)
- Batik (1)
- Batik Bali (1)
- Batu Abah (1)
- Batu Beling (1)
- Batu Lumbung (1)
- Batubulan (1)
- Bebek Bengil (1)
- Bedugul (7)
- Belanja (4)
- Belanja Murah di Bali (2)
- Belanja Oleh-oleh (4)
- Berita (3)
- Bersepeda (1)
- Bersihkan Hati (1)
- Betutu (1)
- Bikin Tato (1)
- Brahmavihara-Arama (1)
- Bunga Citra Lestari (1)
- Bunut Bolong (1)
- Bunute (1)
- Candi Dasa (1)
- Celuk (1)
- Ceningan (1)
- cuaca bali (2)
- Cupak Grantang (1)
- Danau Batur (1)
- Danau Beratan (6)
- Danau Buyan dan Tamblingan (3)
- Desa Kamasan (2)
- Desa Taro (2)
- Desa Wisata (2)
- Directori Spa (1)
- Direktori Warung Bali (1)
- Diving (4)
- Drama Gong (2)
- Dugem (1)
- duka (1)
- Fauna Bali (4)
- Fesyen (1)
- Flora Bali (1)
- Flu Babi (3)
- Flying Fish (1)
- Garuda Wisnu Kencana (GWK) (1)
- Gempa (2)
- Gunung Agung (4)
- Gunung Batur (2)
- GWK (1)
- Hipnotis (4)
- Hotel (13)
- Hotel di Canggu (1)
- Hotel di Denpasar (1)
- Hotel di Kuta (2)
- Hotel di Sanur (1)
- Hotel Murah di Bali (8)
- hotel murah di Kuta (1)
- Hotel Murah di Legian (3)
- Hotel Murah di Petitenget (1)
- Hotel Murah di Tuban (1)
- HUT Kemerdekaan (1)
- Imlek (1)
- Industri Kreatif Bali (3)
- Info (1)
- Inspirasi Bali (1)
- Jadwal Acara Hiburan (2)
- Jadwal Pementasan Tari Bali (5)
- Jati Luwih (1)
- Jet Ski (1)
- Joged (1)
- Joged Bumbung (3)
- Jogging (1)
- Jungut Batu (1)
- Kab. Badung (21)
- Kab. Bangli (7)
- Kab. Buleleng (10)
- Kab. Gianyar (16)
- Kab. Karangasem (18)
- Kab. Klungkung (10)
- Kab. Tabanan (10)
- Kabupaten Jembrana (6)
- Kalendar Festival Tahunan (3)
- Kapal Selam (1)
- Kawasan Batur (5)
- Kawasan Nusa Penida (2)
- Kawasan Tukad Unda (1)
- Kayaking (1)
- Kebun Raya Ekakarya (1)
- Kerajinan Kayu (1)
- kerajinan keris (1)
- Kerajinan Perak (1)
- keris bali (1)
- Kerta Gosa dan Taman Gili (1)
- Kiadan (1)
- Kongco Dwipayana (1)
- Kopi Bali (1)
- Korupsi (1)
- Kota Denpasar (24)
- Kunjungan Wisata (5)
- Kuta Carnival (1)
- Lawar (2)
- Layang-layang (2)
- Le Mayeur (1)
- Lebaran di Bali (3)
- Legian (1)
- Lembongan (1)
- Lingkungan (1)
- Lovina (3)
- Luna Maya (1)
- Makanan Jepang (1)
- Makanan Khas Bali (6)
- Meami-amian (1)
- Meditasi (1)
- Melasti (1)
- Monumen Bajra Sandhi (2)
- Monumen Maya (1)
- Monumen Ngurah Rai (1)
- Monumen Puputan Badung (1)
- Monumen Puputan Klungkung (2)
- Museum (2)
- Museum Bali (5)
- Musik Bali (4)
- Musik di Bali (5)
- Nasi Jinggo (1)
- Nasi Séla (1)
- Ngaben (1)
- Ngopi di Bali (1)
- Nusa Penida (1)
- Nyepi (6)
- Ogoh-ogoh (1)
- Olahraga Air (13)
- Omed-omedan (1)
- Padang Bai (1)
- Paint Ball (1)
- Paket Wisata (2)
- Pameran (3)
- Panca Bali Krama (2)
- Pantai Amed (2)
- Pantai Balangan (1)
- Pantai Dreamland (1)
- Pantai Jimbaran (1)
- Pantai Kedonganan (1)
- Pantai Kuta (12)
- Pantai Legian (3)
- Pantai Lepang (1)
- Pantai Lovina (3)
- Pantai Medewi (1)
- Pantai Mertasari-Sanur (1)
- Pantai Nusa Dua (2)
- Pantai Padang-padang (1)
- Pantai Sanur (8)
- Pantai Seminyak (1)
- Pantai Suluban (2)
- Pantai Tanjung Benoa (6)
- Pantai Tulamben (4)
- Parade Budaya (1)
- Parasailing (1)
- Pasar Seni Sukawati dan Guwang (1)
- Pecha Kucha (1)
- Pegayaman (1)
- Pelabuhan (1)
- Pembobolan ATM (1)
- Pembuatan Garam (1)
- Pemuteran (1)
- penginapan murah (1)
- Penglipuran (1)
- Penjor (1)
- Pentas Hiburan (5)
- Pentas Seni (1)
- Penyewaan Mobil (2)
- Perairan Pulau Menjangan (1)
- Perang Pandan (1)
- Pertunjukan Tari (4)
- Pesta Kesenian Bali (14)
- Petualangan (20)
- Pia Legong (1)
- Piala Dunia (1)
- Pojok Ngopi (1)
- Pulau Menjangan (1)
- Pulau Penyu (2)
- Puncak Malibu (1)
- Puncak Mangu (1)
- Puncak Manta (1)
- Pura Beji (1)
- Pura Besakih (11)
- Pura Bukit Sari di Sangeh (1)
- Pura Candi Gunung Kawi (1)
- Pura Goa Gajah (1)
- Pura Goa Lawah (1)
- Pura Gunung Raung (1)
- Pura Lempuyang (1)
- Pura Luhur Uluwatu (1)
- Pura Mangening (1)
- Pura Meduwe Karang (1)
- Pura Penataran Sasih (1)
- Pura Ponjok Batu (1)
- Pura Purancak (1)
- Pura Pusering Jagat (1)
- Pura Rambut Siwi (1)
- Pura Samuan Tiga (1)
- Pura Taman Ayun (1)
- Pura Tirta Empul Tampaksiring (1)
- Puri Agung Karangasem (1)
- Puting Beliung (1)
- Putung (1)
- Rabies (2)
- Rafing (1)
- Rafting (2)
- Ramadhan (1)
- Rujak kuah pindang (1)
- Safari Gajah (1)
- Salak (1)
- Salsa (2)
- Sambal Matah (1)
- Sampah (1)
- Sanghyang (1)
- Sanur (4)
- Sate Lilit (1)
- Sea Walker (1)
- Seni Suara (1)
- Seputar Bali (1)
- Siwa Ratri (1)
- Snorkeling (2)
- Spa (1)
- Spiritual Event (1)
- Sri Tanjung (1)
- Srombotan (1)
- Subak (2)
- Sungai Ayung (1)
- Surfing (4)
- Taman Kupu-kupu (1)
- Taman Margarana (1)
- Taman Nasional Bali Barat (1)
- Taman Rosani (1)
- Taman Tirta Gangga (1)
- Taman Ujung (1)
- Tamblingan (1)
- Tanah Lot (1)
- Tango (1)
- Tanjung Benoa (10)
- Tari Bali (9)
- Telaga Waja (1)
- Tempat Makan Halal (10)
- Tenganan (2)
- Tip Berwisata di Kawasan Batur (1)
- Topeng Sidakarya (1)
- Toyabungkah (1)
- Toyapakeh (1)
- tragedi (1)
- tranportasi (1)
- Travel (2)
- Treckking (1)
- Trekking (1)
- Trik Liburan di Bali (3)
- Tumpek Landep (1)
- Tunadaksa (1)
- TV Lokal Bali (1)
- Uang Kepeng (1)
- Ubud (1)
- Unikum Bali (2)
- Upacara (9)
- UWRF (1)
- Valentine Day di Bali (3)
- Warung Be Sanur (1)
- Warung Italia (1)
- Waterbom (1)
- Wisata Alam (2)
- Wisata Hujan (1)
- Wisata Lidah (38)
- Wisata Lidah di Bali (22)
- Wisata Masjid (1)
- Wisata-Sosial (1)
- World’s Best Island (1)
Lima Pukulan Kentongan SBY untuk Menduniakan PKB
0 Comments | Posted by Dewa in Pesta Kesenian Bali
Oleh: Agung Bawantara
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berulang kali menyatakan bahwa dirinya sengat mengagumi kebudayaan Bali. Yang terakhir, Presiden kembali menyatakan kekagumannya itu saat membuka Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-32 di panggung terbuka Ardha Candra, Art Center semalam. Presiden yang mengenakan pakaian adat Bali berharap PKB bisa menggaungkan Bali ke penjuru dunia.
Menurut Presiden, kebudayaan Bali yang berwarna-warni dan memiliki daya pukau luar biasa, semestinya dimanfaatkan untuk menembus seluruh dunia guna menawarkan gagasan-gagasan cemerlang dari Bumi Nusantara.
“Jadi, Pesta Kesenian Bali ini bukan semata-mata menampilkan kesenian selama sebulan penuh, melainkan ada dialog atau pertemuan antara masyarakat dengan tokoh-tokoh seni dan budaya Bali. Juga dengan peserta dari luar Bali, bahkan dari luar negeri,” wejangnya.
Saat malam pembukaan tersebut, panggung terbuka Ardha Candra penuh sesak oleh pengunjung. Selain ingin menyaksikan acara pembukaan yang dihadiri langsung oleh Presiden, mereka juga ingin menyaksikan gelaran sendratari kolosal Anggada Duta garapan Institut Seni Indoensia (ISI) Denpasar. Bagi masyarakat umum, gelaran acara pembukaan PKB dianggap sebagai gelaran menarik yang layak disaksikan.
Kembali ke soal pengembangan kebudayaan Bali, Presiden berharap tokoh-tokoh Bali memikirkan bagaimana membawa nilai-nilai Bali lebih mendunia. Presiden menyontohkan World Culture Forum yakni pertemuan khusus kebudayaan yang melibatkan tokoh-tokoh dunia.
"Saya berharap tokoh-tokoh Bali bisa memikirkan gagasan ini. Dengan demikian, Bali tetap menjadi perhatian dunia dan punya agenda tersendiri," demikian presiden.
Melalui PKB tahun ini, presiden berharap warna-warni menggelora dari Bali dan menembus dunia."Saya menginginkan warna-warni ini muncul dari Bali dan menembus dunia," harap SBY yang lagi-lagi mendapat tepuk tangan para hadirin.
Setelah berpidato, tepat pukul 20.30 Wita, SBY membuka PKB XXXII dengan memukul kentongan sebanyak lima kali. Bunyi gamelan langsung menyambut pemukulan kentongan tersebut. Ikut mendampingi presiden di panggung Menbudpar Jero Wacik, Gubernur Bali Made Mangku Pastika, dan Ketua DPRD Bali AA Ngurah Oka Ratmadi.***
Foto: Repro Nyoman Wija,Radar Bali
Sawah Indah, Makan dan Rekreasi di Tengah Sawah
0 Comments | Posted by Dewa in Wisata Alam, Wisata Lidah
Oleh : Maria Ekaristi
Sumpek dengan rutinitas sehari-hari? Atau, ingin menikmati suasana makan siang yang jauh dari kebisingan? Datanglah ke Rumah Makan Sawah Indah di Jalan Raya Teges - Goa Gajah, Ubud. Dijamin, begitu memasuki tempat tersebut anda akan merasakan suasana yang berbeda. Rumah makan ini berada di tengah areal persawahan yang sejuk sangat cocok untuk bersantap sembari bersantai.
Menu makanan andalannya adalah menu-menu tradisional yang memanjakan lidah seperti ikan, ayam atau bebek bumbu Bali dengan berbagai olahan. Juga aneka sayuran bumbu Bali yang sedap seperti plecing kangkung dan plecing gonda.


Yang istimewa, Bebek Goreng yang yang terhidang di rumah makan ini begitu gurih dan renyah. Nyaris melampaui hidangan bebek goreng di resto-resto spesialis bebek goreng yang sudah terkenal.
Di luar itu, kelebihan rumah makan yang dikelola oleh Eka Sugiyantha ini adalah ketersediaan layanan outbound dan berbagai wahana permainan di arena lumpur seperti gebug bantal, bola tangan, tarik tambang, menangkap belut, menangkap bebek, bakiak tandem, menanam padi, membajak sawah, dan memancing. Hal ini menjadikan rumah makan Sawah Indah ini sebagai wahana yang asyik untuk liburan keluarga.
Untuk program outbond, ada beberapa layanan yang tersedia. Jika anda memilih Full Program, minimal peserta 20 orang, anda akan diajak untuk menikmatik kegiatan cycling, trekking; permainan di lumpur (gebug bantal, bola tangan, tarik tambang, nangkap belut, nangkap bebek), bakiak tandem, menanam padi dan memancing. Jika mengingkan kegiatan seperti menanam padi atau membajak sawah, ada biaya sedikit tambahan untuk itu.
Untuk paket full program yang dimulai sejak pukul 09.00 hingga pukul 15.00 ini, anda dikenakan biaya Rp. 325 ribu per pax. Harga tersebut sudah termasuk dua kali coffee break dan makan siang.
Jika menginginkan paket dengan jumlah peserta yang lebih kecil, tersedia Paket Family dengan peserta minimal empat orang. Kegiatannya: permainan di lumpur dan memancing. Untuk paket ini, biaya yang harus anda keluarkan adalah Rp. 150 ribu per pax. Harga tersebut sudah termasuk biaya makan siang.
Jika anda mengikuti aktivitas outbond, jangan lupa membawa baju ganti dan perlengkapan mandi.
Fasilitas lain yang terdapat di areal rumah makan "Sawah Indah" adalah:
Camping
Tenda untuk lima dan 10 orang
Check in pukul 11.00, check out pukul 14.00 keesokan harinya
Harga: Rp. 200 ribu per pax termasuk breakfast
games di lumpur; mandi di sungai.
Memancing
sewa pancing Rp. 10 ribu per unit
umpan Rp. 5 ribu per bungkus
gurami Rp. 60 ribu per kg
lele Rp. 37 ribu per kilogram
Dengan fasilitas empat gazebo dan lokasi yang dapat menampung sampai sepuluh tenda serta areal parkir yang dapat menampung hingga 30 mobil, wahana ini sangat cocok dipilih sebagai alternatif liburan keluarga atau lembaga.
Bagaimana mencapai lokasi "Sawah Indah"? Bila anda berangkat dari Denpasar menuju obyek wisata Pura Goa Gajah, tiba di pertigaan Teges, berbeloklah ke kanan. Anda memasuki Jalan Raya Goa Gajah. Beberapa meter sebelum pompa bensin yang terletak di sisi kiri jalan, anda akan melihat papan nama Sawah Indah. Masuklah ke gang itu, selanjutnyaa Anda akan akan dipandu dengan papan penunjuk arah yang dipasang di sepanjang jalan kecil di tengah-tengah persawahan.


Rumah Makan Sawah Indah
Jl. Raya Teges - Goa Gajah, Ubud, Gianyar
0361.7858080



Oleh: Maria Ekaristi & Agung Bawantara
Menyambut event Piala Dunia 2010, kampung-kampung world cup mulai bermunculan di Bali. Di Kelurahan Kedonganan, Kelurahan Jimbaran dan Kelurahan Benoa misalnya, sejak sebulan terakhir warga udah memasang bendera tim kesayangannya di depan atau di halaman rumah mereka. Bendera-bendera tersebut rata-rata berukuran lima meter lebarnya sehingga terlihat jelas dari kejauhan. Bahkan, di Kelurahan Benoa ada dua bendera berukuran jauh lebih besar yakni bendera Inggris dan bendera Portugal. Kedua bendera tersebut berukuran masing-masing 10 x 7 meter dan 15 x 8 meter!
Di Kelurahan Kedonganan dan Kelurahan Jimbaran, dari sejumlah bendera yang terpasang, sebagian besar warga memasang bendera negara-negara yang memang sudah kondang di ajang Piala Dunia, seperti Brazil, Inggris, Prtugal, Argentina, Italia, Jerman, dan Prancis. Di beberapa titik, ada juga terselip di antara itu bendera negara peserta seperti Afrika Selatan dan Korea. Beda halnya dengan Kelurahan Benoa. Di salah satu ruas jalan kawasan tersebut, yakni di Jalan Calonarang, terpasang bendera seluruh negara peserta Piala Dunia 2010.
Menurut informasi yang diperoleh oleh Jalan-jalan Bali, masyarakat ketiga kelurahan tersebut memang tergolong penggila bola. Dalam berbagai ajang sepak bola bergengsi macam Piala Eropa atau Piala Konfederasi, warga setempat selalu mengekspresikan dukungan mereka terhadap tim kesayangannya dengan polah yang unik. Salah satu bentuk ekspresi mereka adalah memasang bendera-bendera berukuran jumbo tersebut. bentuk ekspresi lainnya adalah melakukan konvoi menjelang hari pembukaan sembari mengibar-ngibarkan bendera tim kesayangan mereka.
Tidak hanya di tiga kelurahan itu saja terjadi euforia Piala Dunia. Di Kota Denpasar pun terjadi euforia yang sama. Di Jalan Nusa Penida, Sanglah, misalnya, masyarakat memasang bendera-bendera peserta Piala Dunia pada tali yang dibentangkan silang menyilang di atas ruas jalan tersebut.
Di Kesiman, Denpasar Timur, belasan bendera berukuran jumbo sudah berkibar sejak beberapa pekan lalu. Bendera-bendera tersebut dikibarkan pada tiang bambu yang sebelumnya digunakan untuk mengibarkan bendera partai dalam rangka Pemilihan Umum Langsung Kepala Daerah setempat.
Puri Saron, Hotel Nyaman di Bibir Pantai Seminyak
0 Comments | Posted by Dewa in Hotel, Hotel di Kuta
Oleh: Maria Ekaristi
Ketika bertandang ke hotel ini, suasana yang saya rasakan memang sesuai dengan apa yang dijanjikan dalam brosur dan iklan-iklan. Suasana santai dan nyaman menyambut saya begitu memasuki areal luas dengan pertamanan yang tertata apik. Begitu pun ketika melihat tiga type kamar yang ada, saya langsung disergap oleh suasana tenang dan nyaman.

Hotel ini terdiri dari 100 kamar yakni, 59 kamar Deluxe Room, 36 kamar Bungallow, dan lima kamar Villa. Semuanya sangat comfortable sebab merupakan perpaduan antara suasana tradisional Bali dan fasilitas modern seperti AC, telepon panggilan langsung, televisi berwarna dengan saluran satelit, radio, koneksi internet, kulkas dan banyak lagi.
Hotel Puri Saron Seminyak terletak di bibir pantai Seminyak, Kuta-Bali. Hal ini memungkinkan anda untuk bersantai menikmati suasana matahari terbenam yang menakjubkan dari tepi kolam renang atau dari restoran milik hotel. Akses menuju hotel ini terhitung mudah. Begitu pun akses menuju sarana wisata lain, tak sulit dijangkau dari hotel ini.
Selain kamar dan restoran, Hotel Puri Saron Seminyak juga memiliki ruang pertemuan, layanan duduk bayi, layanan kamar, fasilitas penukaran mata uang, stan penjualan tiket, fasilitas faximili, kolam renang, laundry, dan bar.
Restoran dan Bar milik hotel ini juga istimewa. Satu di antaranya terletak di tepi barat areal hotel memungkinkan pengunjung dapat menyantap hidangan lezat sambil menikmati suasana pantai. Nama restoran itu adalah “Camplung Sari Beach Pizzaria”. Sesuai dengan namanya, ada satu menu yang sangat dibanggakan oleh restoran ini. Namanya: “Gusde Meatlovers Pizza”, yaitu hidangan pizza dengan ukuran dan rasa yang sangat khas. Lidah saya mengatakan bahwa pizza ini adalah salah satu pizza terlezat di Bali.
Satu restoran lagi bernama “Mawar Saron Restaurant”. Di sini anda dapat menikmati terutama menu-menu Mediterania yang lezat dan berbagai macam anggur juga tersedia di antara puluhan jenis minuman lainnya. Waktu Breakfast mulai pukul 07.00 sampai pukul 10.00; Makan siang dari pukul 12.00 hingga 15.00; dan makan malam dari pukul 18.00 hingga pukul 23.00.
Jika Anda menginap di hotel ini, sarapan langsung diantarkan ke kamar dalam waktu yang Anda tentukan sendiri. Pilihan sarapannya ada beberapa macam paket: English Breakfast (kue, roti, mentega, telur goreng, bacon, sosis, kacang panggang, jamur dan tomat, yoghurt, selai, madu); Savoury Breakfasat (kue, roti, mentega, berbagai keju dan daging babi, ham dan telur, yoghurt, selai, madu); Sweet Breakfast (kue, roti, mentega, strudel apel, yoghurt, selai, madu); dan Healthy Breakfast (kue, roti, mentega, keju dan berbagai ham, susu, yoghurt, müsli, seleksi buah segar, selai, madu.
Hotel ini memiliki empat buah Meeting Room: Drupadi Ballroom, Kunti Room, Shinta Room, dan Mawar Saron Room. Semua dilengkapi dengan fasilitas: Meeting room's equipments, LCD Projector, Screen, sound system, wireless mike, mini garden, full AC dan Podium.
Kolam Renang milik hotel ini juga istimewa. Selain berada di lokasi yang teduh sehingga memungkinkan anda berenang dengan nyaman setiap saat, juga memungkinkan anda menikmati suasana pantai dari situ.
Ada lagi. Hotel ini memiliki Residence Lounge dengan suasana unrepeatable yakni sebuah ruang kaca yang mengajak anda ke era Dinasi Ming. Di sana terdapat lampu dim yang dapat anda atur sendiri intensitas cahayanya, musik ambient, sofa dan kursi-kursi yang nyaman untuk sandaran Anda meminum segelas anggur lezat. Berada di sini, Anda akan kehilangan jejak waktu!
Harga Kamar:
Deluxe Room (US$ 135 ++)
Bungalow (US$ 155 ++)
Facilitas:
Villa
1 bedroom: US$ 400 ++
2 bedroom: US$ 600++
Catatan:
semua kamar dilengkapi dengan Facilitas: Air-Conditioning, Bathtub & Shower with hot & cold water, Radio/musik, TV Satelit, mini fridge, Telepon, Private Balcony.
- Harga belum termasuk 10 % service charge dan 11% pajak pemerintah
- Harga sudah termasuk breakfast
- Harga ekstra high season : US$ 25 dari 1 Juli – 15 September; US$ 20 dari Desember – 6 January.
- Pembatalan diperbolehkan maksimal tujuh hari sebelum check in untuk waktu low season dan 30 hari sebelum check in pada high season.
Alamat:
Jl. Camplung Tanduk, Seminyak
Kuta-Bali
Kontak & Reservasi:
Telpun 62-361-731007 Fax: 62-361-730492
Email: kuta@purisaronhotel.com
Topeng Sidakarya, Tarian untuk Kesempurnaan Ritual
0 Comments | Posted by Dewa in Tari Bali, Topeng Sidakarya


Oleh : Agung Bawantara
Topeng Sidakarya adalah bagian dari pementasan tari topeng yang mengiringi sebuah upacara besar di Bali. Topeng Sidakarya dianggap sebagai pelengkap upacara-upacara tersebut. Topeng ini tampil sebagai pamungkas tari persembahan (wewalen) sebelum acara pemujaan bersama yang dipimpin oleh Sulinggih dilakukan.
Pementasan Topeng Sidakarya ini bermula dari sebuah peristiwa menarik yang terjadi saat masyarakat Bali menggelar upacara besar di Pura Besakih pada zaman kekuasan Raja Dalem Waturenggong sekitar abad XV. Saat itu, datang seseorang dari Keling, mencari penanggungjawab upacara (Manggala Karya) tersebut yang tak bukan adalah sahabatnya.
Karena rupa dan penampilannya yang buruk, saat menanyakan keberadaan sang Sahabat, tamu Keling tersebut diusir oleh oarng-orang Besakih agar tak “mengotori” proses upacara. Tamu Keling itu murka dan melontarkan kutukan agar upacara tidak berjalan sukses.
Upacara besar itu pun gagal. Sang Manggala Karya menyesali tindakan orang-orang sekitarnya yang bertindak gegebah. Ia mencari sang tamu dan memintanya menyabut kutukan. Sebagai ungkapan penyesalan, Sang Manggala Karya memberikan sahabat Kelingnya itu tempat tinggal di desa Sidakarya (Denpasar Selatan). Dia kemudian dikenal dengan julukan Dalem Sidakarya.
Sejak saat itu, untuk kesuksesan penyelenggaraan ritual, pada setiap upacara besar di Bali, Dalem Sidakarya selalu dihadirkan dalam pementasan tari topeng. Atau, kehadirannya digantikan dengan tirta (air suci) yang diambil dari Pura Dalem Sidakarya yang terletak di Denpasar Selatan.
Catatan: Tulisan ini disarikan dari berbagai sumber
Foto-foto: Widnyana Sudibia
Meamian-amianan, Saat Para Dewa Beranjangsana
0 Comments | Posted by Dewa in Kab. Karangasem, Meami-amian, Upacara
Oleh: Heru Amri
Kabupaten Karangasem ternyata punya segudang tradisi unik yang masih lestari hingga saat sekarang. Selain Geret Pandan di Tenganan, Ter Teran di Jasi, masih ada tradisi unik lainnya yang cukup menarik untuk disaksikan. Di Desa Adat Asak, Kecamatan Karangasem, ada tradisi Meamian-amianan yang digelar dua tahun sekali pada Purnama Kedasa (ke-sepuluh).
Tahun ini, tradisi itu kembali digelar selama dua hari berturut-turut yakni tanggal 30- 31 maret 2010 lalu. Para warga terutama kaum lelaki berkumpul di Pura Desa Adat Asak sekitar pukul 16.00 WITA untuk bersiap mengarak jempana yaitu semacam joli yang digunakan untuk mengusung pretima (benda suci) milik desa.
Jempana tersebut kemudian digotong ke Beji Toya Ijeng yang berjarak sekitar satu kilometer dari Pura Desa. Beji adalah sumber mata air yang disucikan oleh masyarakat setempat. Di tempat itulah seluruh jempana disucikan.
Yang menarik dari prosesi ini adalah adanya aksi saling dorong-mendodong antara pengusung jempana satu dengan pengusung jempana lainnya. Hal ini berlangsung sekembalinya jempana-jempana tersebut dari beji sebelum distanakan di Bale Agung. Masyarakat setempat percaya bahwa ada kekuatan niskala (gaib) yang menggerakkan para pengusungnya untuk melakukan aksi dorong mendorong tersebut. Sumber kekuatan niskala itu terletak pada jempana yang mereka usung masing-masing. Tak jarang, kekuatan jempana-jempana tersebut menggerakkan pengusungnya untuk berlari kencang hingga berkilo-kilo meter jauhnya.
Tak diketahui secara pasti sejak kapan tradisi ini mulai berlangsung. Tokoh masyarakat Desa Adat Asak, I Nyoman Winata, pun menggelengkan kepalanya ketika ditanyai soal ini.
“Ini tradisi turun temurun yang telah dilakukan oleh leluhur kami,” ucapnya datar sembari menerangkan bahwa Meamian-amianan merupakan padanan kata dari beranjang sana dan bersuka cita. Karena itu masyarakat setempat memaknai upacara meamian-amianan ini sebagai saat beranjangsana dan bersukacitanya para dewa.
Sebelum meamian-amianan dilaksanakan, ada beberapa prosesi yang mengawali yakni melasti (25/3), tuhunan teruna atau pengukuhan pemuda secara adat (28/3), Meyaban dan Nyolahang Ida Betara (29/3) malam.
Foto: HK Amri