/

Bali Tingkatkan Bio Security untuk Tangkal Flu Babi

Sebagai daerah terbuka dari kunjungan wisatawan, Bali mengantisipasi wabah merebaknya flu babi di dunia. Antisipasi dimulai dari pintu gerbang masuk Bali, yaitu Bandara Ngurah Rai. Saat ini, seperti yang diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Nyoman Suteja kepada wartawan Selasa (28/4/2009), Bali telah melakukan siaga I untuk kasus ini.

“(Karena itu) antisipasinya dimulai dari pintu masuk pertama (bandara)," ucap Suteja.
Menurut Suteja, melihat penyebaran flu babi yang dapat terjadi antar-manusia, maka penggunaan Thermo Scanner yang telah berfungsi sejak flu burung, flu Singapura, semakin diintensifkan.

Sementara itu, untuk mengantispasi masuknya virus flu babi, puluhan peternak babi di Kabupaten Badung mendapat pembagian cairan disinfektan dan masker. Pembagian cairan disinfektan dan masker tersebut dilakukan oleh petugas Dinas Peternakan dan Kesehatan dengan cara mendatangi sentra peternakan di tiga wilayah, yakni Kecamatan Jagapati, Kecamatan Mengwi, dan Kecamatan Petang.

Menurut catatan, populasi babi di Badung, diperkirakan mencapai 300 ribu ekor, sekitar 32,4 persen dari keseluruhan populasi babi di pulau Bali. Dan, sejauh ini Kepala Dinas Peternakan Bali Ida Bagus Alit telah mengeluarkan surat kepada seluruh dinas di kota/kabupaten untuk melakukan pembinaan kepada peternak agar meningkatkan bio security dan surveillance terkait flu babi.

Sejauh ini, wabah flu babi yang terjadi di beberapa negara Amerika Latin seperti Meksiko dan Kanada, belum berpengaruh terhadap kujungan wisatawan ke Bali. Menurut Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Drs IB Subhiksu, sampat saat ini belum ada laporan wisatawan yang membatalkan atau menunda kunjungannya ke Bali karena kasus tersebut.

Karena rata-rata kunjungan wisatawan Meksiko dan Kanada ke Bali cukup besar, sementara kedua negara tersebut merupakan kawasan di mana flu babi telah mewabah dan menewaskan puluhan orang, maka Dinas Pariwisata Provinsi Bali melakukan koordinasi dengan bandara Ngurah Raid dan Dinas Peternakan untuk mengantisipasi masuknya wisatawan asing yang terjangkit flu babi ke Bali.

Menghindari Flu Babi
Cara penularan flu babi adalah melalui udara. Bisa juga lewat kontak langsung dengan penderita. Masa inkubasi kuman penyakit ini tiga sampai empat hari. Pencegahan terbaik agar tidak terpapar flu babi adalah:
- berperilaku hidup sehat,
- tutup hidung ketika batuk atau bersin
- cuci tangan dengan sabun seusai beraktifitas
- segera kontrol bila mengalami gejala klinis flu
(abe/jjb)

RSS Feed

0 Comments for Bali Tingkatkan Bio Security untuk Tangkal Flu Babi

Leave a comment!