Archive for May 2009

/

Pecinta Arak Bali: "Stop (Sementara) Mimik Arak!"

Menyusul tewasnya belasan orang setelah meminum arak di beberapa daerah di Bali, para pemuda yang menamakan dirinya sebagai “Pecinta Arak Bali” menghentikan untuk sementara waktu kegemaran mereka meminum cairan yang mengandung alkohol berkadar tinggi tersebut. Mereka juga mengimbau pecinta alkohol dari mana pun yang tengah melancong di Bali saat ini agar jangan mengonsumsi Arak sampai benar-benar ada kepastian bahwa minuman tersebut memang Arak, bukan minuman hasil oplosan bahan kimia seperti beredar saat ini.

Menanggapai tewasnya beberapa orang akibat Arak oplosan ini, Putu Indrawan, satu dari anggota "Pecinta Arak Bali" menyatakan keprihatinan yang mendalam.

“Keprihatinan pertama, terhadap kematian orang-orang (yang meminum arak) itu. Keprihatinan kedua, terhadap buruknya citra arak akibat kasus ini. Keprihatinan ketiga, terhadap terpuruknya nasib produsen arak tradisional yang terkena imbas oleh kejadian ini,” ucapnya.

Di sisi lain, Indrawan juga mengimbau agar pihak yang berkompeten secara arif menangani hal ini. Menurutnya, Arak memang bisa dilihat dari berbagai sudut pandang. Satu di antaranya adalah bahwa Arak adalah produk budaya Bali yang keberadaannya diperlukan dalam ritual-ritual keagamaan.

"Di luar itu, dalam pergaulan internasional, Arak sebagai minuman tradisional khas Bali punya hak untuk bersanding setara dengan minuman spirit seperti Whisky, Brandy, Tequilla, Sake, Vodka, atau Rum,” ucapnya.

Jadi, imbuh Indrawan, para pengendali kebijakan publik jangan asal main berangus, melainkan menata dan mengontrol produsen-produsen arak dengan ketat sehingga baik masyarakat maupun pemerintah bisa memperoleh pendapatan darinya.

Seperti telah diberitakan oleh berbagai media, korban keracunan arak oplosan di Bali telah mencapai 35 orang. Dari jumlah itu 16 orang dinyatakan tewas akibat intoksikasi methanol.

Menurut Kepala Instalasi Rawat Darurat RSUP Sanglah, dr Kuning Atmadjaya, para pemuda yang mabuk itu mengalami keracunan tingkat tinggi. Racun tersebut menyerang fungsi otak sehingga peluang hidup mereka amat kecil. Untuk menyelematkan nyawa mereka, beberapa korban terpaksa harus menjalani cuci darah. Namun, menurut Atmadjaya, hal itu pun tak menjamin mereka akan pulih sepenuhnya.

“Korban selamat kemungkinan mengalami kebutaan, gagal ginjal, dan sakit lever,” jelasnya.

Polisi yang menelisik sebab-musabab tewasnya belasan pemuda tersebut menemukan bahwa arak yang mereka konsumsi tersebut tercampur dengan bahan kimia beracun yakni etanol dan methanol. Senyawa kimia itu dikenal masyarakat sebagai spiritus.

“Dari hasil uji labfor, kandungan methanol dalam arak yang diminum para korban yang tewas mencapai 88 persen, sementara ethanolnya 8 persen,” ungkap Kabid Humas Polda Bali, Kombespol I Gede Sugianyar kepada wartawan Kamis (28/5/2009) lalu.

Rupanya, para pemuda telah menenggak cairan arak palsu yakni arak yang telah dioplos dengan bahan lain oleh penyalur atau produsen yang ingin menambah keuntungan dengan cara mudah. Sejauh ini, pihak kepolisian telah menyegel UD Tri Hita Karya, pabrik arak yang diduga menjadi produsen minuman maut tersebut. Pada saat penggrebekan bebeapa hari yang lalu, polisi menemukan cairan methanol dalam salah satu tangki penampungan pabrik minuman keras yang memproduksi arak bermerek “LumbungPadi” tersebut.(abe/jjb)

Hide

/

Juni-Juli, Kunjungan ke Bali Diperkirakan Padat

Kunjungan wisatawan domestik ke Bali diperkirakan akan meningkat dan mencapai puncaknya pada Juni-Juli bertepatan dengan musim liburan sekolah. Apalagi pada saat bersamaan akan digelar Pesta Kesenian Bali selama sebulan sejak 13 Juni hingga 11 Juli 2009.
Berkaitan dengan itu, hotel-hotel di Bali terutama yang berada di kawasan Kuta, Legian, Seminyak dan Tuban akan kebanjiran tamu. Bahkan sebagian di antaranya sudah penuh pesanan untuk kurun waktu tersebut.

Selain wisatawan domestik, kunjungan wisatawan macanegara (wisman) pun diperkirakan bakal meningkat. Tiga bulan pertama tahun ini saja (Januari-Maret) kedatangan wisman ke Bali mencapai 490.454 orang. Menurut data Biro Pusat Statistik Bali, dari jumlah tersebut, wisatawan Cinalah yang tertinggi tingkat lonjakannya, yakni sekitar 88,16 persen.

Namun, secara keseluruhan menurut data tahun 2008, sepuluh negara yang paling banyak masyarakatnya berlibur ke Pulau Dewata, berturut-turut adalah Jepang (359.827 orang), Australia (313.313), Korea Selatan (134.909 orang), China (131.319 orang), Taiwan (130.449), Malaysia (129.727 orang), Inggris (82.827 orang), Jerman (82.686 orang), Perancis (77.379 orang ), Amerika Serikat (68.619 orang).

Bagi kamu yang berencana berlibur ke Bali, bergegaslah untuk mencari nformasi tentang hotel atau sarana akomodasi lainnya untuk menginap nantinya. Sekadar mengingatkan, mulai awal Mei 2009 hotel-hotel di Sanur telah mendapatkan pesanan kamar dari wisman untuk menginap pada liburan Agustus 2009. Bahkan, ada beberapa hotel di Sanur yang pada bulan Agustus 2009 kapasitas hotelnya sudah over booking.

Tips Memilih Hotel di Bali

  • Jika kamu memilih hotel atau sarana akomodasi via internet, pilihlah yang memiliki latar belakang usaha yang jelas. Baca secara teliti profil yang tertulis di halaman about us web site mereka. Prioritaskan perhatian pada penyedia jasa dalam bentuk perusahaan ketimbang perorangan.
  • Jika memesan hotel melalui penyedia jasa layanan akomodasi, pastikan penyedia jasa tersebut memiliki kontak yang jelas. Ketahui alamat lengkap, nomor telepon dan fax, serta emergency number yang dapat dihubungi kapan saja. Hindari penyedia jasa yang hanya mencantumkan nomor HP atau alamat email saja. Kedua jenis kontak tersebut dapat diganti kapan saja dengan mudah.
  • Hotel-hotel di Bali sebagian besar menerapkan harga khusus di bulan Juni-Juli dan Desember (high season surcharge). Malah ada juga yang memberlakukannya pada Agustus. Agar tak kecele, cek dulu harga hotel apakah harga yang mereka berikan sudah termasuk harga khusus tersebut.
  • Cek dengan teliti harga yang diberikan hotel kepadamu, apakah sudah termasuk breakfast dan pajak atau belum. Tanyakan pula kebijakan mereka dalam menentukan seorang tamu tergolong dewasa atau anak-anak. Ada hotel yang mengenakan tarif dewasa kepada anak berumur 12 tahun, ada juga yang di bawah atau di atas usia itu.
  • Jika kamu menginap bersama rombongan yang jumlahnya ganjil, tanyalah pihak hotel apakah mereka membolehkan tidur sekamar bertiga tanpa extra bed. Soalnya, ada yang mengharuskan extra bed bahkan harus menggunakan satu kamar lain.
  • Pada saat waktu kunjungan padat, jangan memaksakan diri untuk menginap di kawasan Kuta atau Legian/Seminyak. Kamu bisa memilih hotel di kawasan lain seperti Sanur atau Jimbaran. Pilihanmu akan lebih banyak, dan harganya pun akan lebih “ramah”.
  • Cari informasi di internet tentang hotel atau paket wisata di Bali, catat nama hotel dan lokasinya, lalu kontak (0361) 108 untuk menanyakan nomor telepon hotel tersebut. Setelah dapat, booking langsung ke hotelnya.
  • Gunakan jasa travel agent yang bonafid dan terpercaya.
  • Pilih hotel yang menyediakan servis gratis antar jemput ke airport atau shuttle bus ke Kuta (jika kamu menginap di luar kawasan ini).

Hide

/

Hindari Pemerasan oleh Oknum Guide Lokal Besakih

Wisatawan yang berkunjung ke pura Besakih kerap mendapat perlakuan tak menyenangkan dari pemandu wisata lokal di kawasan tersebut. Selasa (26/5/2009) lalu, Pemerintah Kecamatan Rendang memberi teguran keras kepada lima orang pemandu wisata yang tergabung dalam kelompok guide khusus di Besakih karena ulahnya yang tak terpuji saat memandu wisatawan. Dengan caranya masing-masing, ke-lima pemandu tersebut melakukan pemerasan terhadap wisatawan asing.

“Jika tetap membadel, sanksi berikutnya adalah pencabutan lisensi sebagai pemandu wisata di sana ,” ucap Sekretaris Kecamatan Rendang, I Made Kusuma Negara.

Selama ini, para pelancong yang berkunjung di pura Besakih diharuskan membeli tiket seharga Rp. 8 ribu di loket yang letaknya di dekat pintu gerbang. Di depan loket tersebut berjaga beberapa petugas yang mengingatkan para pelancong yang memakai celana pendek di atas lutut untuk memakai kain sarung. Jika tidak membawa kain, oleh mereka disarankan untuk membeli atau mengenakan kain sarung milik petugas di sana. Sarung tersebut satu paket dengan pemandu wisata yang akan mengantarkan pelancong itu berkeliling melihat-lihat keunikan pura terbesar di Bali tersebut. Dari loket tadi, para pelancong masih harus berjalan menanjak sekitar satu kilometer untuk mencapai Pura Besakih. Bagi yang tidak kuat, dapat memanfaatkan fasilitas ojek.

Nah, jarak yang jauh dan ketidaktahuan pelancong inilah yang kerap menjadi ruang bagi para pemandu wisata yang nakal untuk melakukan pemerasan. Misalnya, meminta tambahan fee setelah mengajak tamu tersebut berkeliling.

Kusuma Negara mengimbau agar wisatawan yang merasa dirugikan oleh pemandu wisata local di sana untuk segera melaporkan kepada petugas kepolisian yang bertugas di sana. Saat melaporkan, minta identitas petugas yang menerima laporan tersebut. Dengan demikian, paparnya, keluhan tersebut dapat ditindaklanjuti dengan cepat dan akurat.

“Selama ini sejumlah tamu yang komplin sering menyampaikan setelah lewat beberapa hari, sehingga begitu hendak dikonfrontasikan tamu tersebut sudah siap kembali ke negaranya,” tandas Kusuma Negara.

Saat ini guide khusus Besakih berjumlah 285 orang setiap harinya. Mereka terbagi dalam empat shift yang masing-masing terdiri 50 orang. Menurut aturan resmi, sebagai petugas yang wajib melayani wisatawan, para pemandu tersebut memperoleh fee sebesar Rp 2.400 dari tiket masuk Rp 10 ribu untuk wisatawan asing dan Rp 8 ribu untuk wisatawan domestik. Namun, kenyataan di lapangan para pemandu tersebut meminta fee sebesar Rp. 30 ribu kepada wisatawan.

Kunjungan wisatawan ke kawasan Pura Besakih saat ini menjukkan peningkatan dari 19.379 orang pada hingga April 2008 menjadi 64.624 orang pada April 2009.

Tip Berwisata ke Besakih:

  • Bawa kain sarung sendiri, kenakan saat hendak masuk ke kawasan pura.
  • Siapkan pengetahuanmu tentang pura Besakih sebelum melancong ke sana.
  • Jika hendak menggunakan jasa pemandu wisata, tanyakan terlebih dahulu apakah mereka akan mengenakan biaya tambahan.
  • Saat melakukan tawar menawar itu, buat foto untuk mengetahui dengan siapa kamu bernegosiasi.
  • Bila hendak menggunakan ojek, lakukan tawar menawar. Tarif ojek saat ini berkisar antara Rp. 15 ribu hingga Rp. 25 ribu.
  • Jika ada hal yang membuatmu kecewa, segera laporkan di pos polisi terdekat. Tunjukkan foto yang kamu buat sebelumnya untuk memudahkan pengidentifikasian.

Hide

/

Balawista, Baywatch versi Indonesia

Kenyamanan sarana wisata di pantai Kuta atau pantai lainnya di Bali, tidak lengkap tanpa kehadiran anggota Badan Penyelamat Wisata Air (Balawista). Para penyelamat pantai yang selalu bersiaga di enam pos di sepanjang kawasan pantai Kuta dari Tuban hingga Seminyak.
Setiap detik mereka berjaga-jaga untuk mencegah dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya kecelakaan menimpa wisatawan yang tengah mandi atau melakukan aktivitas lain di tengah deburan ombak pantai Kuta.

Menjadi seorang anggota Balawista memerlukan mereka rasa kepedulian yang kuat terhadap nasib orang lain. Juga semangat pengabdian, ketulusan dan kerelaan berkorban yang tinggi. “Tanpa itu, anda tak akan tahan menjalani profesi ini,” ucap Suparka, Komandan Balawista Kabupaten Badung.

Pernah, sekitar tahun 1980-an, tiga wisatawan asing terseret gelombang. Seketika para Balawista melesat dan terjun ke laut untuk memberi pertolongan. Namun apa yang terjadi? Ombak yang kala itu ganas akibat pengaruh cuaca, justru mengancam jiwa para Balawista. Mereka pun diombang-ambing dan diempaskan oleh deburan ombak yang dahsyat. Di saat-saat demikian, kata Suparka, hanya satu hal yang mereka pikirkan yaitu bagaimana menyelamatkan nyawa orang-orang yang terseret arus itu.

“Soal diri kami, itu urusan belakangan,” ucapnya.

Di luar itu, ada lagi syarat yang harus dipenuhi yakni kemampuan fisik yang prima. Untuk dapat diterima sebagai anggota Balawista calon anggota harus menjalani pelatihan terlebih dahulu. Setelah itu, mereka harus lulus beberapa ujian yang ditandai dengan Sertifikat Bronze. Sertifikat tersebut diberikan kepada mereka yang berhasil melampaui tes kemampuan berenang di kolam renang menempuh jarak 400 meter dalam waktu kurang dari sembilan menit. Juga kemampuan berlari di pantai sejauh 200 meter, berenang di laut sejauh 200 meter, kemudian berlari lagi di pantai 200 meter. Semua itu harus ditempuh dengan catatan waktu maksimal delapan menit. Setelah terpilih, masing-masing anggota diberi pelajaran selama sepuluh hari meliputi pelajaran tentang ombak dan arus, alat penyelamatan, P3K, dan lain-lain.

Dalam pelaksanaan tugas, anggota Balawista berkualifikasi Bronze, dibantu oleh anggota Balawista yang digolongkan dalam resasitasi group dan life saving group.
Anggota Resasitasi Group lebih banyak bertugas sebagai pengelola administrasi dan penyelamatan di darat, sedangkan anggota life saving group memiliki kemampuan resasitasi group ditambah cukup keterampilan renang. Anggota kelompok ini memiliki kemampuan sedikit di bawah Bronze group.

Saat ini jumlah anggota balawsita Badung ada 128 orang yang tersebar di 16 pos di pantai-pantai Tuban-Seminyak (6 pos), Jimbaran (1 pos), Nusa Dua (3 pos), Uluwatu (1 pos), Labuhan Sait (1 pos), Dreamland (1 pos), Berawa (1 pos), Batu Belig (1 pos), Seseh (1 pos) dan pos pengendali di Kuta. Untuk semua itu, fasilitas penyelamatan yang tersedia antara lain radio, jet ski, boat karet (4 unit), boat fiber glass (2 unit).

Guna meningkatkan kemampuan lapangan anggota Balawista mendapat pelatihan secara regular. Mereka juga secara bergiliran dikirim ke luar negeri untuk menimba ilmu penyelamatan.

Pesan wisatawan:
Jangan berenang di antara dua bendera yang dipasang oleh anggota Balawista. Biasanya, anggota Balawista akan mengingatkan bila kamu melanggar larangan ini.

Hide

/

'Dapur Alam', 12 Dapur di Bawah Pohon Rindang

Ini adalah food court yang cukup lengkap di kawasan Kuta. Letaknya di pinggir sungai, sekitar 200 meter dari gerbang Istana Kuta Galeria. Terdiri 12 gerai, food court ini menyediakan tak kurang dari 120 jenis menu lezat dengan harga yang tidak mahal. Nama food court tersebut adalah ‘Dapur Alam’.

Gerai-gerai makanan yang ada di food court ini yakni ‘Dapur Manado’, ‘Dapur Jawa Timur’, ‘Dapur Jawa Tengah’, ‘Dapur Betawi’, ‘Dapur Madura’, ‘Dapur Bali’, dan ‘Dapur Makasar’. Tentu saja setiap gerai tersebut menyediakan menu-menu makanan khas daerah masing-masing. Di samping gerai-gerai makanan Nusantara, di food court ini terdapat pula gerai ‘Dapur Italia’, ‘Dapur Arab’, ‘Dapur Cina’, dan ‘Dapur India’.
Sesuai dengan namanya, penataan food court ini mendekatkan pengunjungnya kepada suasana alam yang hijau, asri, sejuk, teduh, dan tertata apik. Bangunan- bangunan di lingkungan ‘Dapur Alam’ menggunakan konsep joglo (bangunan khas Jawa Tengah) yang terbuat dari bahan kayu dengan sentuhan ukiran sederhana yang berselera. Di halaman, terdapat beragai jenis saran permainan seperti seperti ayunan, kursi putar, dan panjat tali. Saran tersebut sengaja disediakan untuk membuat anak-anak yang turut serta merasa betah berada di lingkungan food court ini.
Pemilik ‘Dapur Alam’, Yusuf Tayeb, menjamin semua makanan yang tersedia di gerai-gerai yang buka mulai pukul 10.00 Wita hingga pukul 23.00 Wita tersebut, halal.

Mau makan sambil berinternet? Bisa! Sebab di lingkungan 'Dapur Alam' tersedia layanan free WiFi yang memungkinkan kamu berinternet sepuasmu. Lokasi ‘Dapur Alam’ adalah di Jalan Patih Jelantik Nomor 81, Kuta, Telepon (0361)757506.

Hide

/

Seru, Magic Wave Surfing Championship di Pantai Kuta

Seri pertama Magic Wave Surfing Championship (MSC) yang berlangsung di pantai Kuta pada hari Minggu (24/5/2009) lalu berlangsung seru.Tak kurang dari 95 peserta unjuk kebolehan dalam kompetisi yang memperebutkan dengan piala Lurah Kuta ini. Para junior surfer tersebut meliuk-liuk di antara deburan ombak pantai Kuta dengan kemahiran yang tinggi. Hal ini menimbulkan decak kagum dari para pengemar surfing yang menonton sembari berjemur di hamparan pasir di bibir pantai Kuta.

MSC adalah kompetisi bulanan yang diselenggarakan oleh "Magic Wave", sebuah majalah bulanan khusus tentang surfing. Majalah ini sangat giat menyelenggarakan kompetisi-kompetisi seperti ini untuk menemukan bakat-bakat baru dalam olahraga surfing.

MSC seri pertama tahun ini bertema “Kuta Beach Global Dominance Surf Series” untuk anak-anak usia 14 tahun, 10 tahun dan pushing division.
Selain peserta lokal, kompetisi yang memperebutkan piala Lurah Kuta ini juga menarik minat peserta ekspatriat yang berasal dari Italia, Belanda, Australia dan Perancis. (abe/jjb)


Hide

/

Puri Dalem Hotel: Tempat Nyaman, Harga 'Aman'

Puri Dalem Hotel adalah sebuah resor-hotel yang berdiri di pusat keramaian kawasan wisata Sanur. Letaknya hanya sekitar 100 meter dari Pantai Sanur, pantai yang terkenal dengan keindahan pemandangan matahari terbitnya. Posisinya sangat strategis membuat hotel dengan tarif kamar mulai dari Rp.350 ribu ini mudah untuk mengakses Bandara atau ke obyek wisata mana pun di Bali. Hal ini disebabkan karena letaknya yang hanya 20 meter dari jalan by pass Ngurah Rai.

Selain unggul dalam hal lokasi, Puri Dalem Hotel juga mantap dalam konsep. Hotel ini merupakan satu di antara resor-hotel yang menawarkan bungalow yang berdekorasi dan arsitektur tradisional Bali dan dilengkapi dengan furniture berselera. Bangunan-bangunan itu terletak di antara rimbunan tananam hias yang subur dan tertata rapi, sehingga suasananya terasa teduh dan sejuk. Dengan berjalan kaki keluar resor, kamu dapa menemukan restauran yang tertata apik dengan suasana yang santai.

Setiap kamar memiliki private balcony. Dan, facilitas yang tersedia pada setiap kamar tersebut adalah AC, bath tub dengan shower, hot and cold water, hair dryer, TV, telepon IDD, mini refridge, alat-alat pembuatan kopi, sajian teh dan kopi, free WIFI internet connection.

Di hotel ini terdapat berbagai fasilitas yang menyamankan liburan kamu seperti kolam renang, restauran dan bar, laundry, room service selama 18 jam, safety deposit box, 24 jam doctor on call, free WIFI internet connection, pijat traditional, toko obat, layanan pos, money exchange, penjemputan gratis ke Bandara bagi yang tinggal selama sepekan atau lebih, pengaturan jadwal wisata, kendaraan antar-jemput ke pantai, dan area parkir gratis.

Kalau tertarik menginap di hotel ini, datang saja langsung ke jalan Hang Tuah No.23, Sanur-Denpasar, Telp. (0361)288421. Atau hubungi via e-mail: puridlm@indosat.net.id. Karena hotel ini kerap penuh, ada baiknya kamu memesan kamar melalui fasilitas reservasi di situs mereka: http://www.puridalemhotelbali.com. Selain memudahkan, harganya juga jauh lebih murah dibanding harga publish.

Standar
Rp. 350 ribu








Superior
Rp. 400 ribu








Deluxe
Rp. 450 ribu







Harga-harga di atas sudah termasuk continental/Indonesian breakfast, pajak 21 persen, service charge, dan welcome drink saat kedatangan.

Hide

/

Cegah Rabies, Selain Vaksin, Juga dengan Kontes

“Agar tak tertular rabies, cara paling ampuh adalah menghindari gigitan anjing. Cara lainnya, menghindari gigitan teman atau tetangga atau pacar yang mengidap rabies.” Itu adalah seloroh beberapa orang saat menanggapi mencuatnya kasus rabies di beberapa desa di Bali bagian selatan. Pemerintah daerah sendiri langsung melakukan langkah sigap dengan mengeliminir anjing-anjing liar dan melakukan vaksinasi gratis terhadap anjing-anjing peliharaan. Mereka juga melakukan sosialiasi penanganan dan pencegahan melalui poster, spanduk atau baligo yang ditempatkan di tempat-tempat strategis. Bahkan di tempat-tempat wisata.

Untuk penangangan kasus gigitan anjing, pemerintah daerah Bali melalui RSUP Sanglah Denpasar, telah mengeluarkan tak kurang dari Rp 800 juta. Dana tersebut digunakan untuk pemberian vaksin anti-rabies (VAR) secara cuma-cuma kepada masyarakat yang terkena gigitan anjing.

“Itu belum termasuk biaya perawatan luka yang juga digratiskan. Bahkan jika luka gigitan anjingnya harus dilakukan tindakan operasi, juga digratiskan,” papar dr. Ken Wirasandhi, Sekretaris Tim Penanganan Rabies RS Sanglah, kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Menurut Ken, sejak akhir November hingga Mei 2009 ini total kasus gigitan anjing baru yang datang ke RS Sanglah mencapai 2.706 orang. Sementara itu ada sekitar 1.082 kasus gigitan lama atau pasien yang datang untuk vaksinasi lanjutan. Selama kurang lebih enam bulan sejak kasus rabies menyuat di Bali, 6.403 VAR dikeluarkan RS Sanglah. Rinciannya, 1.174 VAR dari RS Sanglah dan 5.229 VAR dari Dinas Kesehatan. Satu dosis VAR nilainya Rp 125 ribu.

Untuk menghemat pemakaian VAR, menurut Ken, pihak RS Sanglah lebih selektif dalam memberikan vaksin kepada pasien. Jika pasien berasal dari daerah yang diindikasikan tidak tertular rabies serta digigit oleh anjing peliharaan atau karena anjingnya diganggu, pihak RS Sanglah akan memberikan penjelasan bahwa pasien tidak memerlukan vaksinasi.

Sementara itu, untuk menyebarluaskan gerakan merawat anjing peliharaan secara benar, Rotaract Club Nusa Dua –didukung oleh Rotary Club— terus melakukan sosialisasi. Satu kegiatan di antaranya adalah menyelenggarakan Rotaract Dog Fashion Show. Acara awal telah dilangsungkan pada Minggu, 10 Mei 2009 di area belakang Food Court Istana Kuta Galeria. Acara serupa berikutnya akan dilakukan dengan menyesuuaikan situasi dan kondisi di masyarakat.

Pada Rotaract Dog Fashion Show pekan lalu, belasan ekor anjing besar maupun kecil ikut dalam kontes. Dariseluruh anjing yang turut bergaya di catwalk khusus tersebut, terpilih enam anjing pemenang. Para pemenang tersebut mendapatkan hadiah berupa trophy, sertifikat dan complimentary voucher lunch/dinner dari sejumlah hotel berbintang, antara lain Nikko Bali Hotel, Amanusa Resort, Peninsula Beach Resort, Waka Di Ume. (abe/jjb)

Hide

/

Denpasar Bangun Monumen Maya

Ada Sembilan penari cantik dengan busana yang glamour masing-masing dengan corak dan warna yang berbeda. Kesembilan penari tersebut melambangkan kebhinekaan yang menjadi indah dalam sebuah harmoni. Dari sudut lain, ke-sembilan penari tersebut bermakna sembilan penjuru dari mana dan hendak ke mana kita melangkah sepanjang hayat. Itulah tari Praba Sastra garapan siswa-siswa SMAN 4 Denpasar yang membuka gelaran akbar memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-101 di Pusat Kesenian Werdhi Budaya, Denpasar, Kamis (20/5/2009). Acara tersebut diselenggarakan oleh ikatan OSIS SMA/SMK se Kota Denpasar, dikoordinir oleh OSIS SMAN 4 Denpasar.

Di hadapan 6000 SMA/SMK seantero Denpasar, selain tari Praba Sastra tadi, juga digelar kolaborasi Barong, Wayang, Joged dan Band yang juga digagas oleh siswa-siswa SMA tersebut. Kolaborasi ini didasari oleh semangat persatuan dan tekad untuk bersama-sama menumbuhkan kreativitas untuk menghadapi tantangan zaman yang semakin sulit. Hal itu mereka teguhkan dalam sebuah deklarasi pemuda yang diwakili oleh para Ketua OSIS, yang mereka namakan dekrarasi “Guna Sarira Murti”, yakni kebangkitan jati diri dalam menghadapi era globalisasi.

Dalam sambutannya, IB Rai Mantra, Walikota Denpasar, memberi apresiasi setinggi-tingginya terhadap kreativitas anak-anak SMA/SMK tersebut dalam menghimpun dan mengorganisir diri lalu menyelenggarakan pagelaran bersama dengan sangat rapi dan tertata.

“Saya melihat pancaran semangat yang menggelora, kecerdasan luar biasa, dan keikhlasan yang dalam dari acara yang terselenggara malam ini,” ucapnya dengan sorot mata berbinar.

Rai Mantra mengatakan bahwa semangat yang selalu baru, kecerdasan berpikir dan keikhlasan bertindak adalah pilar utama dari kreativitas. Itulah olah para tetua Bali dinamakan dengan taksu.

Malam itu, Walikota yang sangat konsens terhadap pembangunan ekonomi kreatif ini mengajak para siswa SMA/SMK itu untuk membangun Monumen Maya, yaitu monumen di dalam diri yang terbuat dari kekuatan daya pikir, keikhlasan tindak, dan semangat yang selalu baru!

“Semakin menyebar kreativitas di masyarakat kita, semakin banyak monumen-monumen maya tersebut bermunculan. Semakin tinggi kreativitas pada diri masyarakat kita maka, semakin menjulang tinggi pula monumen-monumen maya itu,” tandasnya.

Selain pagelaran, di arena tersebut diselenggarakan pula pasar rakyat yang menggelar aneka kuliner khas Bali.

Hide

/

Barong-Barong Bali

Barong adalah satu di antara begitu banyak ragam seni pertunjukan Bali. Barong merupakan sebuah tarian tradisional Bali yang ditandai dengan topeng dan kostum badan yang dapat dikenakan oleh satu atau dua orang untuk menarikannya. Di Bali ada beberapa jenis barong yakni Barong Ket, Barong Bangkal, Barong Landung, Barong Macan, Barong Gajah, Barong Asu, Barong Brutuk, Barong Lembu, Barong Kedingkling, Barong Kambing, dan Barong Gagombrangan.

Barong Ket atau Barong Keket adalah tari Barong yang paling banyak terdapat di Bali dan paling sering dipentaskan. Barung ini juga memiliki pebendaharaan gerak tari yang paling lengkap. Dari wujudnya, Barong Ket merupakan perpaduan bentuk antara singa, macan,sapi dan naga. Badan Barong Ket dihiasi dengan kulit berukiran rumit dan ratusan kaca cermin berukuran kecil. Kaca-kaca cermin itu bagai permata dan tampak berkilauan ketika tertimpa cahaya. Bulu Barong Ket terbuat dari kombinasi perasok (serat daun tanaman sejenis pandan) dan ijuk. Ada pula yang mengganti ijuk dengan bulu burung gagak.

Barong Ket ditarikan oleh dua orang penari yang disebut Juru Saluk atau Juru Bapang. Juru Bapang pertama menarikan bagian kepala, Juru Bapang yang lainnya di bagian ekor. Biasanya Barong Ket ditarikan berpasangan dengan Rangda, yaitu sosok seram yang melambangkan adharma (keburukan). Barong Ket sendiri dalam tarian tersebut melambangkan dharma (kebajikan). Pasangan Barong Ket dan Rangda melambangkan pertempuran abadi andara dua hal yang berlawanan (rwa bhineda) di semesta raya ini. Tari Barong Ket diiringi dengan gamelan Semar Pagulingan.

Barong Bangkal adalah barong yang menyerupai babi dewasa. Di Bali, babi dewasa jantan dinamakan bangkal, sedangkan yang betina dinamakan bangkung. Itu sebabnya barong jenis ini disebut juga dengan Barong Bangkung. Biasanya Barong Bangkal dipentaskan dengan cara ngelelawang atau menari dari pintu ke pintu berkeliling desa pada saat perayaan hari raya Galungan-Kuningan. Barong ini ditarikan oleh dua orang penari dengan iringan gamelan batel/tetamburan.

Barong Landung adalah barong yang sosoknya menjulang tinggi. Sosoknya menyerupai manusia dengan tinggi dua kali tingga badan orang dewasa. Sosok laki-lakidinamakan Jero Gede, sedangkan pasangannya disebut Jero Luh. Konon, barong jenis dibuat untuk mengelabui mahluk-mahluk halus yang menebar bencana.

Masyarakat Bali percaya bahwa mahluk-mahluk halus tersebut adalah kaki tangan Ratu Gede Mecaling, penguasa alam gaib di Lautan Selatan Bali yang berstana di Pura Dalem Ped, Nusa Penida. Saat itu, seorang pendeta sakti menyarankan masyarakat untuk membuat patung yang mirip Ratu Gede Mecaling, yang sosoknya tinggi besar, hitam dan bertaring, lalu mengaraknya keliling desa. Rupanya, tipuan ini manjur. Para mahluk halus ketakutan melihat bentuk tiruan bos mereka, lalu menyingkir. Hingga kini, di banyak desa, secara berkala masyarakat mengarak Barong Landung untuk menangkal bencana.

Barong Landung ditarikan oleh seorang. Ada sebuah lubang di bagian perut barong sebagai celah pandangan sang penari. Di beberapa tempat di Bali ada juga Barong Landung yang tak hanya sepasang. Barong-barong tersebut diberi peran seperti Mantri (raja), Galuh (permaisuri), Limbur (dayang) dan sebagainya. Musik pengiring tarian Barong Landung adalah gamelan Batel.

Melihat Barong Landung, kamu mungkin teringat dengan Ondel-ondel. Ya, barong ini sangat mirip dengan tarian khas Betawi itu.

Seperti namanya, barong ini menyerupai seekor macan. Jenis barong ini cukup terkenal di kalangan masyarakat Bali. Pementasan barong ini sama dengan barong bangkal, yakni ngelawang berkeliling desa. Adakalanya pementasan barong ini dilengkapi dengan dramatari semacam Arja (opera tradisional Bali). Barong macan ditarikan oleh dua penari dengan iringan musik gamelan batel.

Barong Kedingkling disebut juga Barong Blasblasan. Ada juga yang menyebutnya barong Nong nong Kling. Secara bentuk, barong jenis ini berbeda jauh dengan barong jenis lainnya. Barung ini lebih menyerupai kostum topeng yang masing-masing karakter ditarikan oleh seorang penari. Tokoh-tokoh dalam barong Kedingkling persis dengan tokoh-tokoh dalam Wayang Wong. Saat menari, cerita yang dibawakannya pun adalah lakon cuplikan dari cerita Ramayana terutama pada adegan perangnya.

Pementasan barong kedingkling ini biasanya dilakukan dengan ngelawang dar rumah- ke rumah berkeliling desa pada perayaan hari Raya Galungan dan Kuningan. Pertunjukan Barong Kedingkling diiringi dengan gamelan batel atau babonangan (gamelan batel yang dilengkapi dengan reyong). Barong Kedingkling banyak terdapat di daerah Gianyar, Bangli dan Klungkung.

Barong Gajah tentu saja menyerupai gajah. Barong ini ditarikan oleh dua orang. Karena barong ini termasuk jenis yang langka dan dikeramatkan, masyarakat Bali pun jarang menjumpai barong jenis ini. Sekali waktu, pada saat-saat khusus, barong ini dipentaskannya secara ngelewang dari pintu ke pintu berkeliling desa dengan iringan gamelan batel atau tetamburan. Barong Gajah terdapat di daerah Gianyar, Tabanan, Badung dan Bangli.

Barong Asu menyerupai anjing. Sama seperti Barong Gajah, Barong Asu juga termasuk jenis barong yang langka. Barong ini hanya terdapat di beberapa desa di daerah Tabanan dan Badung. Biasanya dipentaskan dengan berkeliling desa (ngelelawang) pada hari-hari tertentu dengan iringan gamelan batel atau tetamburan atau Balaganjur.

Kamu termasuk orang yang beruntung jika sempat menyaksikan pementasan barong ini. Barong Brutuk termasuk jenis tarian langka yang ditarikan hanya pada saat-saat khsusus. Barong ini memiliki bentuk yang lebih primitive dibandingkan dengan jenis barong Bali yang lain. Topeng barong ini terbuat dari batok kelapa dan kostumnya terbuat dari keraras atau daun pisang yang sudah kering. Barong ini melambangkan makhluk-makhluk suci (para pengiring Ida Ratu Pancering Jagat) yang berstana di Pura Pancering Jagat, Trunyan. Penarinya adalah remaja yang telah disucikan, yang masing-masing
membawa cambuk yang dimainkan sambil berlari-lari mengelilingi pura.

Barong yang ditarikan dengan iringan gamelan Balaganjur atau Babonangan ini hanya terdapat di daerah Trunyan-Kintamani, Bangli. (abe/jjb/dari berbagai sumber)


Hide

/

Habis Jalan-jalan, Spa-spa lah

Satu dari sekian banyak alasan utama orang berwisata adalah melakukan penyegaran lahir-bathin setelah saban hari menjalani rutinitas pekerjaan. Dan, satu dari sekian banyak cara untuk mendapatkan kesegaran adalah dengan melakukan rilaksasi dan refreshing dengan terapi Spa(Solus per aqua ata terapi air). Dengan Spa, selama 30 hingga 60 menit kamu dimanjakan dengan aroma bunga lavender, sandalwood, atau lemon grass yang dengan kesegarannya masing-masing memberimu rangsangan untuk rileks.

Spa-spa di Bali memberimu perawatan komplit mulai dari pijat, traditional body treatment, dan face treatment. Pijat(massage) terdiri atas pijat tradisional untuk menghilangkan lelah dan meperlancar peredaran darah, pijat aroma terapi untuk membuat tubuh terasa nyaman dan santai dengan berbagai pilihan aroma pilihanmu, serta pijatan daerah leher dan panggung untuk menghilangkan letih dan ketegangan di sekitar leher.

Selain pijat, juga dilakukan perawatan tubuh dengan lulur dan enzim buah-buahan. Biasanya, lulur terbuat dari beras sebagai scrub untuk mengangkat sel kulit mati, kunyit sebagai antiseptic dan pencerah warna kulit, serta sari pati kayu cendana sebagai pengharum kulit. Selanjutnya kulitmu diberi pelembut yang biasanya terbuat dari campuran antara mentimun, alpukat, bengkoang dengan yoghurt.

Setelah itu, dilanjutkan dengan perawatan wajah dengan anti aging facial dan revitalizing facial. Perawatan pertama berguna untuk menjaga keremajaan kulitmu bertahan lebih lama, perawatan kedua dimaksudkan untuk membuat kulitmu tampak lebih lembut, segar, dan berseri.

Biaya spa di Bali berkisar antara Rp150 ribu hingga Rp 750 ribu tergantung kelas dan layanannya.

Lowongan Kerja di Spa
Kalau yang berikut ini bukan info soal layanan Spa, tapi lowongan kerja di sebuan villa and spa monafide di Bali yang membutuhkan tiga tenaga Butler, laki-laki maupun perempuan, yang menguasai bahasa Inggris dan Jepang. Berpengalaman satu tahun pada posisi yang sama. Jika berminat, silahkan kirimkan CV kamu ke PO.BOX.8201/DPRSA 80114A atau via e-mail: hrd.kuta@gmail.com

Kalau mau bersurat atau datang langsung, alamat villa dan spa tersebut terletak di jalan raya legian, telp.(0361) 9959211 selambat-lambatnya tanggal 23 Mei 2009.

Selain Butler, perusahaan yang sama juga membutuhkan sepuluh orang spa herapist(perempuan) dengan syarat berpengalaman satu tahun di bidang yang sama, menguasai bahasa Inggris dengan baik.

Direktori Spa di Bali

Anika Spa and Hair Beauty Salon
Jl.Beo No.5, Komplek Burung, Tuban,
Denpasar, Bali 80361, Indonesia.
(0361) 766133

Dewi Fortuna Spa
Jl. By Pass Ngurah Rai No. 38, Nusa Dua-Bali
(0361) 771322

Jari-Jari Spa
Jl. Kediri No. 82b, Tuban, Kuta-Bali
(0361) 7474696

Maha Spa
Jl. Kediri No. 82b, Tuban, Kuta-Bali
(0361) 7474696

K-Land Spa
Jl Uluwatu 99 X Kelan Abian Kuta -Bali
(0361) 7497276,7864835

Semara Spa
Jl. Blambangan No. 4, Kuta-Bali
(0361) 754561, 750023

The Body Spa
Jl. By Pass Ngurah Rai Pertokoan Tuban Plaza Blok 7
(0361) 764737,7883638

Arena Spa & Aromatherapy
Jln. Pemuda 1, Denpasar
(0361) 232380.

Aston Bali Spa
Jln. Pratama 68X Tanjung Benoa
Nusa Dua
(0361) 773577

Bali Dewata Spa
Jln. Legian 133, Kuta
(0361) 752397.

Bali Spirit Hotel & Spa
Jln. Br. Nyuh Kuning, Ubud
(0361) 974013.

Bunga Spa & Salon
Jln. Petitenget, Kuta
(0361) 733276.

DH Spa
Jln. By Pass Ngurah Rai 243 Mumbul, Nusa Dua
(0361) 774943.

Intan Bali Spa
Jln. Petitenget Batubelig, Kuta
(0361) 730777.

Mandara Spa
Jln. Raya Kuta 707 lt 2, Kuta
(0361) 755572.

Martha Tilaar Salon & Spa
Jln. By Pass Ngurah Rai, Nusa Dua
(0361) 777661.

Melia Bali Spa
Nusa Dua
(0361) 771510.

Moncol Pool & Spa
Jln. By Pass Ngurah Rai Sanur
(0361) 281082.

Natalie Spa
Jln. By Pass Ngurah Rai No. 888ABC Nusa Dua
(0361)777278. Fax: +62-361-777280.

Pacific Kuta Spa
Jln. Khayangan Suci 8, Kuta
(0361) 753187.

Pita Maha A Tjampuhan Resort & Spa
Jln. Tjampuhan, Ubud
(0361) 974330.

Siligita Power Gym & Spa
Jln. Raya Siligita No. 21B Nusa Dua
(0361) 776996

Spa 50X
Jln. Tunjung Mekar Kuta
(0361) 755449.

Spa At The Villas
Jln. Kunti 118X, Kuta
(0361) 730840.

Spa Hati
Jln. Andong No.14 Ubud Bali
(0361) 977578

Spa Seminyak
Jln. Raya Seminyak Kuta
(0361) 732449.

Agung Sari Salon & Spa
Jl. Raya Sanggingan Kedewatan - Ubud - Bali
(0361) 7471952

Amoaras Spa
Jl. Laksmana 57 - Oberoi - Seminyak - Kuta - Bali
(0361) 734260

Anahata Villas & Spa Resort
Br. Umah Anyar - Pejeng Kaja - Ubud - Bali
(0361) 7453267, 978991, 978992

Antique Spa
Jl. Lestari, Br. Semer - Ulamas - Kerobokan - Seminyak - Bali
(0361) 739840

Aphrodisia Spa
Jl. Singosari No. 55A. Kuta - Bali
(0361) 765115, 755130, 231132

Aston Bali Resort & Spa
Jl. Pratama No. 68 X Tanjung Benoa - Nusa Dua - Bali

Bali Tropic Resort & Spa
Jl. Pratama No. 34A Tanjung Benoa - Nusa Dua - Bali

Bali's Taman Rahasia Boutique Resort & Spa
Penestanan - Ubud
(0361) 979395

Beji Ayu
Jl. Monkey Forest - Ubud
(0361) 970796

Chill
Jl. Kunti 118X Seminyak - Bali
(0361) 734701

Conrad Bali Resort & Spa
Jl. Pratama No. 168 Tanjung Benoa - Nusa Dua - Bali
(0361) 732902

Devira Massage
Jl. Batu Belig 2 Seminyak - Bali
(0361) 7446747

Dirga Sauca Spa
Br. Bucuan, Ds. Batuan - Sukawati - Gianyar - Bali
(0361) 297800

Elysée
Jl. Raya Sesetan 120 A Denpasar - Bali
(0361) 222910

Espace
Jl. Raya Seminyak, Br. Basangkasa 3B - Bali
(0361) 730828

Eve(Body Treatment Centre)
Jl. Penestanan Kelod - Penestanan - Ubud - Bali
Jl. Monkey Forest - Ubud - Bali
(0361) 975825, 975835

Henna Spa
Jl. Uluwatu 18 X Jimbaran - Bali
(0361) 701695

Jamu Spa
AlamKulKul Boutique Resort - Legian - Bali
(0361) 752520

Kakiku Foot House
Jl. By Pass Ngurah Rai(Samping PLN Kuta) - Kuta - Bali
(0361) 7453007

Kamandalu Spa
Jl. Tegallalang, Br. Nagi - Ubud - Bali
(0361) 975825, 975835

M Spa
Jl. Laksmana No. 4A, Seminyak - Bali
(0361) 736715

Mandara Spa
Jl. Raya Kuta 707, 2nd floor - Kuta - Bali
(0361) 755572

Mandurah Spa
Jl. Danau Tamblingan - Sanur - Bali
(0361) 271502

Martha Tilaar Salon Day Spa
Jl. Raya Basangkasa 30A Seminyak - Bali
(0361) 703246, 703247

Maya Ubud Resort & Spa
Jl. Gunung Sari - Peliatan - Ubud - Bali
(0361) 977888

Nirmala Spa
Jl. Cok Agung Tresna No. 89 Renon, Denpasar, Bali
(0361) 7446698

Natalie Spa
Jl. By Pass Ngurah Rai No. 888 ABC Nusa Dua - Bali
(0361) 777278, 777279

Passion(Peace & Beauty Spa)
Jl. Raya Sanggingan, Ubud, Bali
(0361) 976739

Pertiwi Resort & Spa
Jl. Monkey Forest - Ubud - Bali
(0361) 975236

Pita Maha Resort & Spa
Jl. Sanggingan - Ubud - Bali
(0361) 974330

Prana Spa at The Villas
Jl. Kunti 118X Seminyak - Bali
(0361) 730840

Puri Asri Villa and Spa
Nyuh Bulan St. - Nyuh Kuning Village - Ubud - Bali
(0361) 972550

Radisson Spa & Fitness Center
Sanur Paradise Plaza Spa & Fitness Center
Jl. Hang Tuah No. 46 Sanur - Bali

Sari Ratu
Jl. Legian Kuta Gg. Bendesa No 3 Kuta - Bali
(0361) 7824192

Sari Segara Resort, Villas & Spa
Jl. Pantai Kedonganan - Kuta - Bali
(0361) 703647

Sedona Hair & Beauty Spa
Jl. Raya Sanggingan - Ubud - Bali
(0361) 7440496

Secret Garden Bali
Jl. Double Six Seminyak - Bali
(0361) 736292

Sicillia Spa
Jl. Double Six Seminyak - Bali
(0361) 736292

Siloam Spa &Health Club
Pelangi Bali Hotel, Jl. Dhyana Pura - Seminyak - Kuta - Bali
(0361) 730346 Ext. 511

Spa Factory Bali
Jl. Toya Ning 4 Kedonganan - Jimbaran - Bali
(0361) 701439(Factory) ; 62 361 701855(Office)

Spa Hati
Jl. Raya Andong No. 14 Peliatan - Ubud - Bali
(0361) 977578

Spa Lila Ulangun
Puri Wulandari - Ds Kedewatan - Ubud - Gianyar - Bali
(0361) 980252

Tari Spa
Jl. Dewi Sartika - Tuban - Kuta - Bali
(0361) 752725

Thalasso Bali
Jl. Pratama 74 Tanjung Benoa - PO. Box 43 Nusa Dua - Bali
(0361) 773883

The Day Spa
Komplek Ruko Plasa 18 Abian Base
Jl. Dewi Sri LC 16 Kuta - Bali
(0361) 7434380

The Lembah Spa
Jl. Lanyahan - Br. Nagi - Ubud - Bali
(0361) 971777

Thermes Marins
The Ritz-Carlton Bali Resort & Spa
Jl. Karang Mas Sejahtera - Jimbaran - Bali
(0361) 702222

The Villas Bali Hotel & Spa
Jl. Kunti No. 118 X Seminyak - Bali
(0361) 730840

Ubud Inn Spa
Jl. Monkey Forest - Ubud - Bali
(0361) 975071, 976245

Wellness Academy
Jl. Raya Canggu Km 5,99 Bali Lane - Br. Tandeg - Kuta Utara - Bali
(0361) 7410742

Zoe
Jl. Teuku Umar Pertokoan Graha Mahkota No. B-7 - Denpasar - Bali
(0361) 254957

The Ritz Carlton Spa
Jln. Kr. Mas Sejahtera Jimbaran
(0361) 702222. Fax: +62-361-701555.
http://www.ritzcarlton.com

Tunjung Biru Spa
Jln. Sriwijaya 14, Kuta
(0361) 761187.

Weider Fitness & Spa
Radisson Bali
Jln. Hang Tuah 46, Sanur
(0361) 281781.

Weider Spa
Jln. Petitenget Batubelig / Intan Bali Spa Kuta
(0361) 730777.

Kirana Spa
Ds. Kedewatan Ubud Gianyar
(0361) 976333.

Pertiwi Spa
Jln. Monkey Forest Ubud Gianyar
(0361) 975236. Fax: +62-361-975559.

Puri Esthetic Spa
Jln. By Pass Ngurah Rai Sanur

Kalaspa
Bukit Jegeg Cottagess, Ubud
(0361) 419606.


Hide

/

Dua Lagi, Desa Wisata di Badung

Setelah sebelumnya menetapkan tujuh desa menjadi desa wisata, kini Pemerintah Kabupaten Badung kembali melirik dua desa untuk dimasukkan dalam program serupa. Dua desa tersebut adalah desa Biloksidan dan desa Buana. Keduanya diarahkan sebagai desa wisata lantaran pesona alamnya yang memesona. Selain punya potensi rafting, kedua desa ini sangat mungkin dikembangkan sebagai tujuan wisata spiritual.

Sebelumnya, Pemkab Badung menetapkan Kiadan, Sangeh, Bongkasa, Baha, Mengwi, Kapal dan Munggu sebagai desa wisata karena keunikan dan kekhasannya masing-masing. Desa Kiadan memiliki potensi ekowisata yang luar biasa, desa Sangeh memiliki hutan kera yang unik, Bongkasa merupakan kawasan rafting yang menyenangkan, desa Mengwi memiliki pura Taman Ayun yang indah dan sentra kerajinan yang maju, desa Kapal memiliki Pura Sada dengan tradisi perang ketupat yang unik. Sedangkan desa Munggu memiliki tradisi Mekotek yang juga tak kalah uniknya.

Menurut I Made Subawa, Kepala Dinas Pariwisata Daerah Badung, rencananya tahap pembangunan fisik sebagai pelengkap keberadaan desa wisata, diupayakan rampung paling telat pada tahun 2010.

“Jika target tersebut tercapai, maka pada 2011 kedua desa tersebut langsung dijual sebagai tempat wisata alternatif andalan Badung,” ucap Subawa kepada wartawan.

Hide

/

Pantai Amed, Keindahan di Bali Timur

Menurut penelitian The Nature Conservancy tahun 2008, Pantai Amed merupakan satu di antara sedikit pantai yang kondisi terumbu karangnya masih baik. Terjaganya terumbu karang di perairan yang pantainya berpasir hitam ini, menjadi tempat yang menyenangkan bagi berbagai jenis ikan. Puluhan spesies ikan cantik hidup di gugusan karang yang menawan itu. Jenis-jenis ikan tersebut antara lain ikan Cardinal, ikan Trigger, Black Snaper, Pyramid Butterrflies, ikan Banner, dan ikan Damselfish. Yang menarik lagi, kehangatan air di pantai ini tidak berubah-ubah. Suhunya, entah siang maupun malam, tetap pada kisaran 28 derajat celcius.

Pantai Amed terletak di sisi timur Pulau Bali. Pantai ini termasuk dalam wilayah Kabupaten Karangasem. Dari kota Amlapura, jarak pantai ini sekitar 22 kilometer yang bisa kamu tempuh selama 30 menit. Jika kamu berangkat dari Kuta, kamu harus menempuh jarak sejauh kurang-lebih 95 kilometer atau sekitar dua jam perjalanan dengan mobil.

Begitu menyelam, biasanya kamu enggan untuk beranjak apalagi pergi meninggalkan pantai yang indah dan tenang itu. Karena itu kamu harus menyiapkan diri untuk menginap. Kamu bisa memilih satu dari sekian banyak penginapan yang terdapat di kawasan itu. Mau yang hotel melati atau hotel berbintang, semua tersedia.

Untuk urusan lidah dan perut, tersedia cukup banyak warung makan yang menjual makanan kecil dan nasi campur. Ada juga beberapa restoran yang cukup besar dengan menu Indonesia yang lezat.

Hide

/

From Bali With Oblong

Oleh-oleh kerap bikin pening saat berlibur. Juga ketika berlibur di Bali. Namun kalau di Bali, peningnya bukan lantaran susah mencari buah tangan yang hendak di bawa pulang, melainkan justeru karena begitu banyaknya pilihan. Apalagi jika waktu kunjungan terbatas sementara orang yang harus diberi oleh-oleh cukup banyak (dan dengan selera yang beragam). Untuk situasi seperti itu, satu di antara beberapa pilihan praktis adalah mendatangi gerai kaos oblong untuk membeli kaos-kaos berdesain khas Bali. Barang jenis ini bisa dipakai oleh siapa dan dari kalangan mana saja. Di Bali, gerai-gerai kaos oblong yang sudah terjamin kualitas produk dan desainnya antara lain: Jogger, Bog-bog, Jangkrik, Lebah T-Shirt, Krisna.

Jogger terletak di Jalan Raya Tuban dengan ruang pajang yang cukup luas. Tapi tempat ini bukan sekadar gerai kaos oblong. Ia adalah sebuah produsen kaos dengan desain unik yang menampilkan kata-kata jenaka. Karena itu, Jogger menyebut dirinya sebagai pabrik kata-kata.

Ada ratusan desain dengan kata-kata lucu dan konyol bisa kamu pilih di sini. Sebut saja misalnya: “Jelek bagi Anda, Belum tentu jelek bagi Andi”, “Kalau anda suka Jogger berarti anda waras, tapi kalau anda tidak suka Jogger maka anda lebih waras”; “Every day is Sunday in Bali”; “Bali bagus sejak dulu kala , Jogger jelek sejak 1980”.

Selain Jogger, kamu bisa juga mengunjungi Jangkrik85 Bali, sebuah produsen kaos dengan tag line : "Pabrik Kaos Kartun dan Karikatur". Di Jangkrik85 Bali kamu dapat menemukan kaos-kaos dengan gambar kartun yang lucu dengam karakter khas Bali. Tidak seperti Jogger yang tak membuka cabang di mana pun, Jangkrik 85 mempunyai beberapa outlet yakni di Central Parkir Kuta, Sunset Road, Ubud, Sanur, dan Centro Cartoon Corner. Di Jangkrik85 Bali, selain melihat-lihat produk yang dipajang, pengunjung dipersilahkan untuk menyaksikan proses produksi di “bengkel jangkrik” yang terdapat di luar gerai. Di situ kamu bisa menyaksikan langsung proses produksi kaos Jangkrik85 Bali dari sejak pembuatan desain hingga pencetakan.

Sebagai bentuk kebanggaan terhadap kartun, Jangrik85 Bali mendirikan Museum Kartun Karikatur Indonesia, sebuah museum kartun pertama di Asia Tenggara.

Lain Jangkrik85 Bali, lain pula Bog-Bog Bali Cartooon. Sekalipun keduanya sama-sama mengusung kartun sebagai andalan produk mereka. Kalau karakter kartun milik Jangkrik85 Bali melulu mengangkat kejenakaan, Bog-Bog mengimbuhi rasa humor tersebut dengan pesan-pesan budaya dan lingkungan. Maklum, Bog-Bog merupakan markas tempat berkumpulnya para kartunis Bali yang peduli terhadap lingkungan dan budaya Bali. Komunitas kartunis ini dimotori oleh Jango Pramartha, Presiden Persatuan Kartunis Indonesia (Pakarti), yang getol memunculkan bibit kartunis Bali melalui majalah khusus kartun yang bernama Bog-Bog pula. Cece Riberu yang menjadi tulang punggung Jangkrik85 Bali pun adalah “alumni” majalah yang mendapat penghargaan Museum Rekor Indonesia (Muri) sebagai majalah kartun pertama Indonesia yang menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia ini.

Kata “bog-bog” dalam bahasa Bali berarti bohong. Dalam bahasa Eropa Timur, kata itu berarti Tuhan. Tapi dalam bahasa Inggris slank, kata itu sama dengan toilet. Sedangkan dalam bahasa Australia slank berarti lumpur.

Gerai kaos Bog-Bog terletak di jalan Veteran No. 39 A Denpasar. Sekitar 700 meter dari patung Catur Muka yang merupakan titik nol kilometer kota Denpasar.

Selain tiga di atas, masih ada dua gerai/produsen kaos berdesain khas Bali yakni Krisna dan Lebah T-shirt. Krisna, serupa dengan Jangkrik85 Bali. Ia mengeksplorasi kejenakaan dalam karakter khas Balinya. Sedangkan Lebah T-Shirt mengandalkan ketajaman kritik sosialnya. Desain kaos keluaran Lebah T-Shirt misalnya berupa cover majalah Playboy dengan pesan mengkritisi keganjenan gerakan anti pornografi di Indonesia.

Outlet Krisna terletak di Jalan Nusa Indah dan jalan Nusa Kambangan, Denpasar. Sedangkan gerai Lebah T-Shirt terletak di Centro Discovery Shopping Mall dan Bandara Ngurah Rai.

Di luar perbedaan dari semua gerai/produsen kaos oblong khas Bali di atas, ada kesamaan di antara mereka: desain mereka tak hanya dipajang di kaos, tetapi juga di mug, gantungan kunci, pin, bros, sandal jepit, dan banyak lagi.

Hide

/

Menyantap Setan di Kota Denpasar

Pernah dengar orang jalan-jalan keliling kota lalu lapar dan menyantap setan? Pergilah ke kawasan Jalan Sudirman, Denpasar. Datanglah ke sebuah warung yang terletak di perempatan Jalan Sudirman – Jalan Slamet Riyadi, tepat di seberang kantor Pengadilan Negeri Denpasar, sekitar 500 meter sebelum Mal Nu Dewata (Robinson). Warung itu bernama warung Cak Mar. Di sanalah kamu bisa menjumpai para pelanggan warung yang berasal dari berbagai kalangan, menyantap menu andalan: Bebek Goreng Sambel Setan.

Bebek Goreng Sambel Setan buatan Cak Mar ini memang enak. Bebek gorengnya renyah dan gurih. Bebek itu kemudian disandingkan dengan sambal cocol berbahan terasi dan tomat yang lezat. Sambal itulah yang ia namakan sambal setan.

Meski sangat percaya diri dan bangga dengan menu andalannya, Cak Mar tidak serampangan dalam menghidangkannya. Bagi Cak Mar, makan bukan semata memanjakan mulut-lidah yang mengunyah dan mengecap makanan, melainkan juga memanjakan mata dengan cara penyajian yang merangsang selera. Berdasarkan keyakinan itu, Cak Mar menyuguhkan menu Bebek Goreng Sambel Setannya dengan penyajian yang unik. Ia meletakkan makanan-makanan itu dalam sebuah niru kecil yang cantik. Sambal setannya sendiri ia tempatkan padasebuah cawan kecil yang terbuat dari batang kelapa. Cara ini menampilkan kesan hidangan tersebut sebagai sesuatu yang spesial.

Di warung Cak Mar, selain bebek goreng, kamu juga dapat menyantap menu lain yang kompakan dengan sambel setan seperti bebek Bakar (Rp. 18 ribu), Ayam Goreng/Bakar dan Ikan Goreng/Bakar (Rp. 16 ribu). Selain itu, tersedia juga menu Gulai Kepala Bebek (Rp. 7 ribu), Ati /Ampale Goreng (Rp. 3 ribu), dan Sayur Urap (Rp. 3 ribu).

Semua menu tersebut layak untuk kamu cicipi terutama sambel setannya. Sambel buatan Cak Mar ini, meskipun menurut tim Jalan-jalan Bali terlalu banyak minyaknya, namun cukup lezat untuk dilewatkan begitu saja.

Jika kebetulan jalan-jalan di kawasan Kota Denpasar, cobalah mempir ke warung yang selalu buka dari pukul 10.00 Wita hingga pukul 22.00 Wita.

Untuk kamu yang Muslim, Cak Mar menjamin semua menu di warungnya halal (abe/jjb)

Hide

/

Hotel Karthi, Murah tapi Keren

Dari awal, hotel ini memang khusus dibangun untuk wisatawan yang membutuhkan sarana akomodasi dengan tarif murah. Meski begitu, bukan berarti hotel ini tergolong murahan. Pelayanan di hotel yang beken dengan sebutan Karthi Inn ini bertaraf internasional. Itu yang menyebabkan hotel melati ini menjadi hotal favorit di kawasan Kuta.

Karthi Hotel terletak di jalan Kartika Plaza Tuban, sebuah area strategis di Kawasan Kuta. Di lokasi ini terdapat beberapa fasilitas wisata seperti Kuta Art Market, Waterbom, Kuta Square, dan Discovery Shopping Mall. Dari Bandar Udara Ngurah Rai, kamu hanya perlu waktu 15 menit untuk menuju hotel ini. Sebaliknya, dari hotel ini kamu hanya memerlukan waktu tak lebih dari tujuh menit dengan berjalan kaki untuk menuju ke Discovery Shopping Mall, pantai Kuta, dan pusat perbelanjaan Kuta Square.
Karthi Hotel mempunyai empat tipe kamar yaitu : Kamar Standard, Deluxe, Super Deluxe, dan Kamar Family. Semua kamar tersebut dilengkapi dengan fasilitas air conditioned, televisi, telepon, hot & cold running water, bathtub atau shower, kulkas, serta marble floor.

Di luar kamar, Hotel Karthi mempunyai fasilitas pendukung seperti bar dan restauran dengan sajian menu China, Eropa, dan Indonesia; safe deposit box; laundry; doctor on call selama 24 jam; kolam renang dengan sunken bar dan kolam anak-anak; drugstore; mail & postage; serta room service selama 24 jam.

Tarif sewa kamar:
Standard: Rp. 325 ribu
Deluxe Double: Rp. 350 ribu
Deluxe Twin: Rp. 425 ribu
Super Deluxe: Rp. 450 ribu
Family: Rp. 650 ribu

High Season Surcharge: Rp. 125 ribu (15 Juni - 18 Augustus)
Peak Season Surcharge: Rp. 150 ribu (20 Desember - 10 Januari)
Jika kamu memerlukan extra bed, kamu akan dikenai tambahan biaya sebesar Rp. 125 ribu per malam. Ini sudah termasuk sarapan pagi.

Semua harga tersebut sudah termasuk pajak (21%) dan service charge. Juga termasuk American Breakfast.Tarif kamar di atas untuk satu atau dua orang per kamar per malam. Tarif Family Room untuk penghuni kamar lebih dari empat orang. Harga tersebut berlaku sejak tanggal 10 Januari 2009 hingga 10 Januari 2010. Waktu check in pukul 14.00 Wita, check out pukul 12.00 Wita.

Oya, pembayaran dapat dengan cara tunai atau menggunakan Credit Card jenis Master atau Visa.

Jika tertarik menginap di sana, datang saja langsung ke Jl. Kartika Plaza, Tuban atau kontak via telepon (0361) 754810 (Hunting). Bisa juga via e-mail: sales@hotelkarthi.com.

Standard Double









Standard Twin









Deluxe Double










Deluxe Twin









Super Deluxe Twin









Super Deluxe Double








Family



Hide

/

Keris Cahaya Sam Po Tay Jin di Tanah Kilap

Mulanya adalah sebuah bisikan gaib di telinga Ida Bagus Adnyana, seorang penekun spiritual asal desa Kamasan, Klungkung. Bisikan gaib itu menyebutkan bahwa di wialayah Tanah Kilap ada sebuah tempat suci terlantar, Adnyana dititahkan ke sana untuk merawat kembali situs suci itu. Tahun 1987 ketika itu, di mana Tanah Kilap masih merupakan belantara Mangrove yang lebat. Atas titah bisikan gaib itu, maka berangkatlah Adnyana ke Tanah Kilap yang juga dikenal dengan sebutan Alas Muntig. Di tengah hutan mangrove itu ia mendirikan gubuk sembari terus mencari jawab atas bisikan gaib yang diterimanya.

Tak ada jawaban yang jelas bagi Adnyana sampai sepuluh tahun kemudian ia seperti digerakkan oleh kekuatan dahsyat di luar dirinya untuk memulai membangun Kongco di Tanah Kilap, berdampingan dengan Pura Luhur Candi Narmada.

Kini, kedua tempat peribadatan tersebut bersanding harmonis dan menjadi contoh baik untuk persandingan antar pemeluk agama di Bali. Pura Luhur Candi Narmada Tanah Kilap adalah tempat ibadat umat Hindu untuk memuja Batari Niang Sakti yang diyakini penganut Hindu di Bali sangat pemurah, suka membantu rejeki para pedagang dan pebisnis. Sedangkan Griya Kongco Dwipayana menunjukkan persahabatan erat antara penganut Hindu (Siwa), Budda, dan Tao.

Menurut Adnyana, pendirian Kongco Dwipayana bermula dari ditemukannya tiga peninggalan kuno. Masing-masing berupa petilasan Batara Lingsir (Dewa Siwa), prasasti batu bertuliskan peristiwa Dinasti Ching sekitar 360 tahun silam, serta sebuah kolam suci.

Di bagian timur laut tempat suci ini berdiri Gedong, tempat memuja Batara Lingsir (Dewa Siwa). Di sebelah selatan berdiri dua bangunan suci yaitu Gedong Buddha dan Gedong Kongco. Gedong Buddha untuk memuja Buddha dan Dewi Koan Im sebagai dewi welas asih, sedangkan Gedong Kongco untuk memuja Dewa Shin She/Batara Dokter (Ong Tay Jin) dan Ong Hu Niu Niu sebagai “tuan rumah” yang diyakini murah hati sebagai dewa kesejahteraan dan filsafat.

Di sini dipuja pula Dewa Panglima Armada (Sam Po Tay Jin/Sam Po Kong), Dewa Perang (Kwan Kong), Dewa Laut (Tian Shang Sheng Mu), Ratu Bagus Sakti Syahbandar (Ratu Mas Alan Ulun), Dewa Amurwa Bumi (Tho Di Kong), dan Dewa Na Cha Sakti.

Panglima Armada Sam Po Tay Jin (atau Sam Po Kong) yang dipuja di Konco ini dikenal sebagai panglima armada yang berjasa besar bagi negeri Tiongkok. Tahun 1405 pertama kali Panglima beragama Islam ini memimpin armadanya ke sejumlah negeri, melewati Campa, Jawa, Palembang, Sri Lanka, dan sekitarnya. Dalam lawatan berikutnya, misi ini dilengkapi dengan membawa bibit tanaman dan sempat juga sampai ke tanah Bali, mengajarkan bercocok tanam dan berdagang. Sang Panglima sempat juga singgah beberapa lama di Tanah Kilap.

Kini, kemurahan hati Dewa Sam Po Tay Jin di Kelenteng Tanah Kilap dibuktikan dengan anugerah sebilah keris yang datang secara gaib yakni jatuh dari langit dalam bentuk cahaya ke kolam suci. Hal itu terjadi pada pertengahan tahun 1990 tepat dihadapan Adnyana.

“Keris sepanjang 15 centimeter itu berisi gambar Sam Po Tay Jin menunggang gajah dan tulisan Cina nama Sam Po Tay Jin”, tutur Adnyana.

Yang juga istimewa di Tanah Kilap, di depan Gedong Kongco distanakan Dedwi Chi Sian Nii, yang merupakan perwujudan satu-satunya di Indonesia, berupa tujuh dewi sebagai asisten permaisuri Kaisar Langit. Di sinilah orang-orang lazim memohon keselamatan, kesehatan, membuka jalan keberuntungan, masalah perjodohan hingga rumahtangga. Perwujudan Tujuh Dewi Chi Sian Nii ini distanakan di atas kolam suci berbentuk siao pwe.

Kolam suci ini dipercaya mengandung mukjizat. Airnya tidak pernah meluap, tapi juga tidak kunjung habis. Air suci inilah lazim diberikan kepada orang-orang usai sembahyang, agar memperoleh berkah sesuai karma masing-masing.

Griya Kongco Dwipayana merayakan ulangtahun setiap 9/9-Kau Gwee, sedangkan Dewi Chi Sian Nii dirayakan pada 7/7-Jit Gwee.

Tertarik mengunjunginya? Dari Kuta jarak Kongco ini hanya sekitar satu kilometer. Jika kamu melewati jalan By Pass I Gusti Ngurah Rai menuju arah Sanur, letak Kongco ini di sebelah kanan jalan.(abe/sarad/72/IV/06)

Hide

/

Upacara Padudusan Alit di Pura Samuan Tiga

Meski hampir setiap hari terselenggara upacara di Bali, namun tak semua pelancong yang ingin menyaksikan dari dekat suasana upacara itu dapat menemuinya. Penyebabnya, selain karena waktu kunjungan yang tak pas, juga karena samarnya info dalam kalender upacara di pura-pura penting di Bali. Nah, bagi kamu yang melancong ke Bali sekitar tanggal 10 Mei 2009, mungkin menarik untuk mengunjungi Pura Samuan Tiga, Gianyar. Pada tanggal itu, di pura Kahyangan Jagat (pura penting) Bali tersebut akan berlangsung upacara Padudusan Alit.

Upacara ini adalah upacara rutin yang dilaksanakan pada setiap Purnama Jiesta (Purnama ke-11) namun mengambil hari Pasah yang terdekat dengan saat bulan penuh tersebut. Pasah adalah perhitungan penanggalan Bali yang berulang dalam tiga hari sekali (tri wara). Karena itu, upacara Padudusan di Pura Samuan Tiga bisa berlangsung tepat saat bulan Purnama Jiesta, bisa juga sebelum atau sesudah Purnama Jiesta.

Upacara Padudusan merupakan upacara pembersihan yang dilakukan di sebuah pura untuk memancarkan aura kesucian agar umat yang ngayah (mengabdi) dan bersembahyang di pura tersebut tertuntun ke arah kesucian lahir bathin. Di Pura Samuan Tiga, oleh upacara Padudusan ini berlangsung setiap tahun dengan pola bergantian yaitu Padudusan Agung (besar) pada setiap tahun genap dan Padudusan Alit (kecil) pada setiap tahun ganjil.

Tentang Pura Samuan Tiga
Dari data teks tentang sejarah Bali kuno, pemberian nama Samuan Tiga terkait dengan adanya suatu peristiwa penting pada saat itu yaitu adanya musyawarah tokoh-tokoh penting dalam suatu sistem pemerintahan pada masa Bali Kuna. Pelaksanaan musyawarah para tokoh di Bali pada masa pemerintahan raja suami-istri Udayana Warmadewa bersama permaisurinya Gunapriyadharmapatni yang memerintah sekitar tahun 989 – 1011 Masehi.

Menurut ahli sejarah Bali R. Goris, pada masa itu di Bali berkembang kehidupan keagamaan yang bersifat sektarian. Ada sembilan sekte yang berkembang pada masa itu. Sekte-sekte tersebut adalah Pasupata, Bhairawa, Siwa Sidhanta, Waisnawa, Bodha, Brahma, Resi, Sora dan Ganapatya. Masing-masing sekte memuja Dewa-Dewi tertentu sebagai istadewata (Dewa Utama) dengan simbol tertentu. Penganut setiap sekte berkeyakinan bahwa istadewata merekalah yang paling utama di antara dewa yang lain. Keyakinan sektarian itu ternyata mengakibatkan gesekan dan ketegangan yang berujung pada konflik antar-sekte. Hal ini berpengaruh terhadap stabilitas desa bahkan kerajaan.

Menyadari hal itu, raja suami-istri Gunapriyadharmapatni dan Udayana berusaha mengatasinya dengan mengundang tokoh-tokoh spiritual dari Bali dan Jawa Timur (Gunapriyadharmapatni adalah putri raja Makutawangsawardhana dari Jawa Timur) untuk mencari jalan keluar gejolak antar-sekte ini.

Pada waktu itu di Jawa Timur ada lima pendeta bersaudara yang sangat termasyur. Ke-lima pendeta bersaudara tersebut kerap dijuluki Panca Pandita atau Panca Tirta. Mereka adalah Mpu Semeru, Mpu Ghana, Mpu Kuturan, Mpu Gnijaya dan Mpu Bharadah. Empat di antara kelima pendeta tersebut didatangkan ke Bali secara berturut-turut, yaitu:
1. Mpu Semeru datang di Bali pada tahun saka 921 (999 M) berparhyangan di Besakih.
2. Mpu Ghana datang pada tahun saka 922 (1000 M) berparhyangan di Gelgel.
3. Mpu Kuturan datang pada tahun saka 923 (1001 M) berparhyangan di Silayukti, Padangbai.
4. Mpu Gnijaya datang pada tahun saka 928 (1006 M) berparhyangan di Lempuyang (Bukit Bisbis).

Mengingat pengalaman Mpu Kuturan yang pernah menjadi kepala pemerintahan di Girah dengan sebutan Nateng Girah, oleh Gunapriyadharmapatni diangkatlah beliau sebagai senapati dan sebagai Ketua Majelis Pakira-kiran I jro Makabehan.

Melalui posisi yang dipegang itu, Mpu Kuturan melaksanakan musyawarah bagi sekte keagamaan yang berkembang di Bali bertempat di Pura Penataran kerajaan. Pada masa itu, setiap kerajaan di Bali memiliki tiga pura utama: Pura Gunung, Pura Penataran (di pusat kerajaan) dan Pura Segara (laut). Musyawarah tersebut berhasil menyatukan semua sekte untuk penerapan konsepsi Tri Murti yaitu kesatuan tiga manisfestasi Tuhan (Dewa Brahma, Dewa Wisnu dan Dewa Siwa) dalam satu kesatuan yang tak terpisahkan. Konsepsi "three in one" ini berlaku di seluruh Bali dan menghapuskan dominasi satu sekte terhadap sekte lainnya –meskipun belakangan sekte Siwa Sidhantalah yang tampil dominan. Penyatuan ini serupa dengan apa yang dilakukan oleh Mpu Kuturan di Jawa dengan mendirikan Candi Loro Jonggrang (Prambanan) yang memuja Dewa Brahma, Wisnu dan Ciwa. Nah, untuk memperingati peristiwa penting tersebut Pura Penataran kerajaan tersebut diberi nama Pura Samuantiga.

Konsep Tri Murti yang diperkenalkan oleh Mpu Kuturan kemudian diterapkan dalam pola Desa Pakraman dengan pendirian pura Kahyangan Tiga yakni Pura Desa (Brahma), Pura Puseh (Wisnu) dan Pura Dalem (Siwa) pada setiap desa. Bagi setiap keluarga, diterapkan pembangunan Sanggar Kamulan Rong Tiga (tempat pemujaan dengan tiga pintu).

Lebih lengkap, kunjungi situs Pura Samuan Tiga

Hide

/

400 Telur Penyu di Bak KPK

Tak kurang dari 400 telur penyu saat ini tengah ditetaskan dalam sebuah bak penetasan milik Konservasi Penyu Kuta (KPK). Telur-telur binatang laut berbatok keras tersebut berasal dari berbagai pantai di Bali. Mereka dibawa ke KPk karena tempat di mana telur-telur tersebut ditemukan dianggap tak kondusif. 102 butir berasal dari Pantai Klecung, Tabanan. Mereka dibawa oleh para pecinta lingkungan setempat pada tanggal 28 April 2009. Telur-telur penyu ini diperkirakan akan menetas sekitar tanggal 14 – 27 Juni 2009.

Dua hari setelah kedatangan telur dari Pantai Klecung, di pesisir pantai depan Kulkul Hotel, Kuta, ditemukan 222 butir telur penyu di beberapa titik di atas hamparan pasir. Telur-telur itu pun di bawa ke bak penetasan KPK dan diperkirakan akan menetas sekitar tanggal 16 – 29 Juni 2009. Selang dua hari berikutnya, 2 Mei 2009, kembali bak penetasan ini mendapat kiriman 110 butir telur penyu yang ditemukan di pantai depan Hotel Inna Kuta. Telur-telur ini diperkirakan akan menetas sekitar tanggal 18 Juni - 1 Juli 2009.

Lalu bagaimana setelah telur-telur itu menetas? Seperti yang sudah beberapa tahun dilakukan oleh KPK, begitu tukik (anak penyu) keluar dari cangkangnya, setelah dianggap siap tukik-tukik tersebut tersebut dilepaskan ke laut agar mereka mencari sendiri habitatnya yang sesuai.

Tentang Konservasi Penyu Kuta, ini adalah sebuah lembaga non profit yang cikal-bakalnya bermula pada tahun 1999. Saat itu Desa Adat Kuta yang dserahi wewenang untuk pengelolaan kawasan pantai Kuta bertekad untuk melakukan pelestarian dan penataan kawasan tersebut. Tiga tahun kemudian setelah memahami dengan baik segala persoalan yang muncul dan cara pemecahannya, pada tahun 2002 Desa Adat Kuta mendirikan Satuan Tugas (Satgas) yang bertanggungjawab atas pengelolaan kawasan sekaligus menjaga kenyamanan kawasan pantai.
Di tahun itu, seekor penyu menepi dan bertelur di pesisir pantai Kuta. Sebagai pengeloala kawasan, Satgas Desa Adat Kuta dibantu BKSDA Bali mengisolasi lokasi penyu tersebut bertelur agar tidak diganggu hewan maupun tangan-tangan jahil. Beberapa saat kemudian sebagian dari telur-telur tersebut menetas, dan tukiknya dilepaskan ke laut.

Tahun 2004, kembali terjadi kunjungan beberapa penyu di beberapa lokasi di pantai Kuta. Kembali Satgas Desa Adat Kuta melakukan pengisolasian seperti yang pernah dilakukan sebelumnya. Namun, cara itu rupanya tak aman.

“Telur-telur tersebut habis tersapu gelombang besar yang datang tiba-tiba,” tutur I Gusti Ngurah Tresna, Komandan Satgas Desa Adat Kuta Unit Pengelolaan Pantai.

Berdasarkan pengalaman tersebut, ketika pada tahun 2005, pantai Kuta kembali kedatangan penyu-penyu yang bertelur, Satgas Desa Adat Kuta membuatkan bak penangkaran untuk telur-telur tersebut. Dengan cara ini, 95 persen dari telur tersebut menetas dengan selamat.

Sejak saat itu, citra Bali yang senang membantai penyu perlahan-lahan surut. Net Animal, organisasi pecinta binatang yang bermarkas di New York dan memiliki 17 ribu cabang yang tersebar di seluruh dunia pun kemudian datang berkunjung ke Kuta dan menganugerahkan Gibon Award bagi Satgas Desa Adat Kuta.

Akhir 2007, saat penyelenggaraan United Nation for Climate Change (UNFCC) di Nusa Dua, Satgas Desa Adat Kuta dan KPK diundang untuk membantu memandu proses pelepasan tukik di Nusa Dua yang melibatkan Miss World.

Sekadar tambahan, masa penyu bertelur dalam setahun, adalah sekitar bulan April hingga bulan Oktober. (abe/jjb)

Hide